A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 42


__ADS_3

Pukul 10 kurang lima belas menit Zavier datang bersama Lesham, semua orang terkejut melihat Lesham hadir di acara pertunangan Adara dan Zavier.


"Maaf, tadi aku ketiduran di dalam mobil dan Lesham yang membangunkan ku. Belakangan begitu banyak pekerjaan jadi aku kurang tidur" Ucap Zavier meminta maaf atas keterlambatan nya


"Tidak masalah, Nak. Kita bisa memulai acaranya sekarang" Balas Ilyas mempersilahkan Zavier dan Lesham duduk.


Sofia memberikan cincin kepada Adara untuk di pakaikan pada jari Zavier.


"Zavier, sekarang giliranmu memakaikan cincin pada Adara" Ucap Felicity, tiba-tiba Zavier ingat jika dirinya lupa membawa cincin.


"Ada apa, Nak?" Tanya Ilyas, "Maaf, aku lupa membawa cincin nya" Jawab Zavier menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Lalu? Pertunangan ini tidak akan selesai tanpa cincin" Sahut Uzma, "Lesham, tolong ambilkan jaketku" Pinta Zavier


Lesham mengangguk dan segera mengambil jaket milik Zavier. Sang pemilik merogoh saku jaketnya dan menemukan cincin buatan Ruby.


Adara tersenyum memandang cincin itu.


"Ruby yang membuatnya" Ucap Zavier, kemudian memakaikan nya di jari Adara


Adara tertawa. "Cincin ini sangat sempurna, aku suka."

__ADS_1


Acara pertunangan berjalan dengan lancar. Adara duduk di sofa panjang yang ada di ruang tengah dan diikuti oleh Zavier.


Adara tersenyum ke arah Zavier sambil memperlihatkan cincin yang tersemat di jari nya. "Cincin ini adalah cincin terbaik, karena di buat langsung oleh Ruby"


"Tapi sebenarnya itu cincin untukku, Ruby membuatnya untuk ku, Z untuk Zavier" Sahut Zavier tak terima, "Aku tidak peduli, Ruby yang membuatnya" Balas Adara tak mau kalah


"Lalu kenapa Lesham ada disini?" Adara penasaran.


"Pelaku yang sebenarnya sudah menyerahkan diri, jadi Lesham di bebaskan" Jawab Zavier


Anrez mendengar percakapan mereka dan bersyukur pada Tuhan bahwa masalahnya telah usai.


"Dengan ini tidak akan ada yang tau kalau aku pelaku sebenarnya."


"Ada apa?" Tanya Adara cuek, "Kemarin aku lupa membelikan cincin untukku, kita akan berbelanja hari ini" Jawab Zavier


"Cincin ini sudah sangat sempurna. Karena dengan ini aku ingat kenapa aku menikah" Kata Adara, "Aku menikah juga karena Ruby" Imbuh Zavier


"Jangan membuang waktu ku, ayo"


"Kau duluan saja, aku akan menyusul."

__ADS_1


Liano melihat Adara dan Zavier dari kejauhan.


"Kenapa mereka bersama?" Tanya Liano pada Daisy, "Mereka kan bertetangga, mereka juga akan sama-sama menikah" Jawab Daisy tenang


Ruby berlari dan memeluk Adara. Liano dan Daisy mengikuti dari belakang.


"Apa kabar kalian?" Tanya Liano ramah, "Ruby, kau ke atas dan belajar menari dengan bibi Anchie ya" Titah Adara, Ruby mengangguk.


Zavier yang begitu malas berurusan dengan Liano memilih menjauh.


"Oh ya, Adara. Kemarin aku melihat tunangan mu. Dia begitu manis dan sederhana" Ucap Daisy


Adara tersenyum, ia berfikir jika Daisy telah melihat Chandra, kakak iparnya.


"Kapan tanggal pernikahan mu? Mungkin aku bisa membantumu" Ujar Daisy, "Aku akan mengembalikan Ruby nanti, tidak perlu khawatir" Balas Adara.


Sore harinya, Ruby merasa begitu senang. Daisy melihat senyum Ruby yang terus merekah pun heran.


"Ada apa, Ruby? Sepertinya kau hari ini begitu bahagia" Ucap Daisy, "Tentu. Hari ini aku sangat bahagia, hari ini aku menari begitu puas bersama bibi Anchie dan bibi Adara" Jawab Ruby bersemangat


"Hanya itu yang membuatmu sesenang ini?" Ruby mengangguk tegas.

__ADS_1


"Baiklah, sebaiknya sekarang kamu mandi dan minta bantu Nazi."


__ADS_2