A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 28


__ADS_3

Zavier dan Lesham tiba di pengadilan, hari ini mereka berdua akan berusaha mendapatkan Ruby kembali.


"Zavier, kau harus mengontrol emosi mu. Tidak baik jika kau marah di depan hakim nanti" Lesham memperingati Zavier.


"Ya, aku melakukan ini untuk putriku" Saat mereka ingin masuk, Zavier melihat Ruby bersam Liano dan Daisy.


"Kenapa Daisy membawa Ruby ke sini, apa yang ada di pikiran nya" Kesal Zavier, "Tidak usah di pikirkan, sebaiknya kita masuk" Timpal Lesham mengajak Zavier masuk ke ruangan.


Liano dan Daisy menitipkan Ruby dengan Nazi, sementara mereka berdua masuk ke ruang pengadilan. Sudah berjam-jam Ruby dan Nazi menunggu, Ruby menangis karena bosan.


"Nazi, aku bosan. Kapan kita akan pulang? Aku rindu nenek, aku ingin bicara pada bibi Adara. Tolong telfonkan dia" Pinta Ruby, Nazi pun menurutinya.


Setelah tersambung, Nazi memberikan ponselnya pada Ruby.


^^^"Halo, bibi Adara"^^^


"Halo, sayang. Bagaimana kabarmu, bibi sangat merindukanmu"


^^^"Aku juga merindukan bibi. Bibi, aku ingin pulang, aku bosan disini"^^^


"Sekarang kau di mana, sayang?"


Bukannya menjawab, Ruby malah menangis.


Adara kembali berbicara. "Sayang, jangan menangis, bibi akan datang secepatnya. Sekarang berikan ponselnya pada Nazi. Bibi ingin bicara padanya"


Ruby memberikan ponsel tersebut kepada Nazi.

__ADS_1


^^^"Halo, nyonya"^^^


"Nazi, beritahu aku pengadilan mana yang kalian kunjungi?"


^^^"Pengadilan pusat, nyonya"^^^


"Baiklah, tolong tenangkan Ruby dulu, aku akan kesana"


^^^"Baik."^^^


Di dalam ruang pengadilan, Zavier dan Daisy berhadapan dengan hakim.


"Kalian memiliki satu putra bernama Bumi dan satu putri bernama Ruby?" Tanya hakim, "Benar, Hakim. Bumi tinggal bersama saya" Jawab Daisy


"Lalu bagaimana dengan Ruby?" Tambah Liano, "Hakim, saya ingin merawat Ruby" Ujar Zavier


"Ananda Bumi sekarang tinggal di asrama, Hakim. Sementara Tuan Zavier dan keluarganya sangat mampu untuk merawat Ruby" Ujar pengacara Zavier, Guna.


"Pengadilan akan memutuskan tentang hal asuh Ruby dalam 10 hari ke depan" Ucap hakim memberi keputusan kemudian pergi


Setelah urusan selesai, Liano dan Daisy keluar terlebih dahulu. Zavier berdiri dari duduk nya.


"Saya akan bayar berapapun asal Ruby jatuh ke tangan saya" Ucap Zavier kepada Guna, "Tenang, Pak. Kita pasti akan mendapatkan Ruby kembali" Balas Guna tersenyum.


Adara sampai di pengadilan, Ruby berlari dan memeluk gadis itu. Gadis kecil itu menangis di pelukan Adara.


"Bibi, aku tidak ingin tinggal bersama ibu. Aku ingin bersama Bibi saja. Aku janji akan jadi anak baik, aku tidak akan makam coklat terlalu banyak. Bibi.." Adara tersenyum mendengar rengekan Ruby, kedua ibu jarinya menghapus air mata gadis kecil itu.

__ADS_1


"Sudah. Gadis kecil ku yang kuat nggak boleh nangis" Kata Adara


"Nyonya, tuan Liano dan nyonya Daisy sudah pergi. Mereka meminta kami untuk naik mobil lain" Ucap Nazi, "Bibi, aku tidak mau datang ke rumah itu lagi. Aku tidak suka" Tutur Ruby


Gadis kecil itu menengok ke belakang, ia berlari saat melihat sang ayah yang hendak masuk ke mobil.


"Ayah!"


"Ayah, ajak aku bersamamu. Aku tidak ingin tinggal dengan ibu. Aku ingin tinggal dengan Ayah saja" Rengek Ruby memegang ujung jas kantor Zavier


"Lesham, katakan padanya kalau Ayahnya akan segera membawanya pulang" Tidak ingin terlihat sedih di depan Ruby, Zavier masuk ke dalam mobil tanpa melihat ke arah Ruby.


"Ruby, untuk saat ini kau tinggal dulu dengan ibumu ya. Hanya untuk beberapa hari, setelah itu kau bisa tinggal lagi dengan ayahmu" Ujar Lesham memberikan penjelasan


"Tapi, Paman. Aku ingin ikut dengan ayah"


"Iya, Paman tau. Tapi untuk saat ini kau dengan ibumu dulu" Lanjut Lesham.


Sore harinya, Sofia syok saat membaca sebuah surat dan menunjukkan nya pada Ilyas.


"Suamiku, sebaiknya kita menyembunyikan surat ini dari Adara. Dia pasti akan sedih setelah membaca ini" Ujar Sofia, "Kau benar. Simpan surat ini di tempat yang aman" Balas Ilyas menyetujui pendapat istrinya


Namun terlambat, Adara terlanjur melihat gelagat kedua tuanya yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Katakan padaku dengan sejujurnya, apa yang kalian sembunyikan?" Desak Adara, "Tidak ada. Memangnya apa yang Ayah dan Ibu mu ini sembunyikan? Sebaiknya kau ajak Molly keluar, dia bosan kalau di rumah saja" Balas Sofia mengalihkan pembicaraan


"Ibu"

__ADS_1


Sofia menyerah, dan memberikan surat tadi pada Adara. Gadis itu membuka dan membacanya. Adara pun juga tak kalah syok, ia menangis setelah membacanya. Surat itu dari pusat adopsi anak yang mengatakan jika permohonannya di tolak karena dirinya belum menikah dan juga pernah terlibat kasus kepolisian.


"Apa ini? Apa menikah adalah standar untuk mengadopsi seorang anak? Bukan masalah jika aku belum menikah, aku sudah berpenghasilan, dimana salahnya? Seharusnya mereka tidak melakukan hal ini."


__ADS_2