A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 54


__ADS_3

Setelah acara di sekolah, Zavier mengajak Adara dan Ruby pulang. Di dalam perjalanan pulang, Ruby terus berbicara tentang acara tadi.


"Ibu, tadi temanku mengatakan kalau Ibu sangat cantik," Ucap Ruby


"Benarkah?" Balas Adara, Ruby mengangguk semangat


Tiba-tiba Zavier menghentikan mobilnya karena ada seseorang yang telungkup di tengah jalan. Zavier turun dari mobil dan menghampiri lelaki yang telungkup tadi.


Ketika Zavier membalikkan tubuh pria itu, sebuah pisau tertodong padanya. Ternyata pria itu berniat merampok nya.


"Serahkan semua yang kau punya atau ku habisi," Ancam sang perampok


Tidak lama kemudian, gerombolan teman perampok tersebut datang dan mulai menghajar Zavier. Tentu Zavier melawan balik.


"Adara, jangan keluar dari mobil dan kunci pintunya!" Teriak Zavier memperingati Adara yang berada di dalam mobil bersama Ruby


Adara mematuhi perintah Zavier lalu memeluk Ruby yang tengah ketakutan, tangan kanannya mencari ponsel untuk menghubungi polisi.


Zavier menghajar preman-preman tersebut, dan tak lama kemudian polisi datang meringkus para preman.


Adara bernafas lega. "Ruby, ayahmu baik-baik saja. Dia berhasil mengalahkan penjahat nya."

__ADS_1


Zavier masuk ke dalam mobil dan langsung di sambut pertanyaan khawatir dari sang anak.


"Apa Ayah baik-baik saja? Bibir Ayah berdarah," Tanya Ruby, "Ini hanya luka kecil, kita pulang sekarang," Balas Zavier


"Kau sangat hebat, kau berhasil mengalahkan mereka yang berbadan besar sedangkan dirimu sendiri pendek," Puji Adara


Namun Zavier tidak mendengar hal itu sebagai pujian melainkan sebagai ejekan.


Anchie sedang berbicara dengan Lesham tentang rencana mendekatkan Zavier dan Adara sudah berjalan dengan baik. Zavier muncul dan mematikan ponsel Lesham agar pria itu mendengarkan kekesalan nya.


"Apa kau tau, tadi aku melawan 5 perampok dengan berani, tapi apa yang wanita itu katakan? Dia mengejekku pendek, padahal aku lebih tinggi darimu," Ujar Zavier diakhiri dengan ejekan pada Lesham


Kedua membuka laptop dan mencari informasi tentang tinggi badan seorang pria pada umumnya.


"Ah ya! Zavier, kau adalah penyelamat ku," Ucap Lesham bermonolog, "Tapi dari mana aku bisa menemukan preman sewaan itu?"


Tidak jauh dari tempatnya berdiri, Lesham melihat dia teman kerjanya dan menghampiri mereka. Kemudian meminta keduanya mengikutinya ke ruang rapat.


"Duduklah," Pinta Lesham setelah berada di ruang rapat.


Abi maupun Banu sama-sama kebingungan karena Lesham tiba-tiba meminta mereka masuk ke ruang rapat, dan itu hanya bertiga.

__ADS_1


"Aku akan langsung pada intinya. Jadi, aku akan menerima pengajuan cuti kalian dengan satu syarat," Ucap Lesham


Mereka berdua tersenyum cerah, lalu mengangguk bersamaan.


"Apa yang harus kita lakukan, Pak?" Tanya Banu


Lesham mengeluarkan ponsel lalu memperlihatkan foto Anchie. "Lihat baik-baik, dia adalah kekasihku. Kalian berdua harus menggoda nya."


"Apa? Kami tidak bisa, Pak. Dia kekasih anda," Sahut Abi menolak, Banu mengangguk setuju dengan Abi


"Kalau begitu aku akan menolak pengajuan cuti kalian," Ancam Lesham


Abi dan Banu saling memandang satu sama lain, beberapa saat kemudian mereka mengangguk bersama. Akhirnya mereka mulai menyusun rencana.


Lesham mengirim foto Anchie pada Abi dan Banu. "Aku akan mengirim lokasi nya nanti. Pergilah."


Setelah itu mereka bergegas pergi.


Lesham menelfon Anchie dan memintanya untuk datang ke taman.


"Tapi Lesham—"

__ADS_1


Belum sempat Anchie menyelesaikan ucapannya, Lesham sudah mengakhiri panggilan. Lelaki itu tersenyum.


__ADS_2