A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 15


__ADS_3

"Selera musik mu bagus juga" Ucap seorang pria bernama Raka, memasukkan satu keping DVD ke pemutar. "Kau tidak ingin menanyakan sesuatu tentang diriku?" Tanya Adara


Dengan santai Raka menjawab. "Aku rasa saat ini kau terlalu tegang. Tenang saja, kita sudah banyak bicara"


"Apa kau tidak ingin membicarakan apapun denganku?" Tanya Adara lagi, "Tidak. Aku sudah mengetahui apa yang harus ku tahu. Selanjutnya kita lihat saja, masih ada banyak waktu" Lagi-lagi Raka menjawab dengan santai.


Adara turun dari atas ranjang dan menghampiri Raka yang duduk di kursi meja belajar nya.


"Raka dengar, ada sesuatu yang harus kau ketahui—"


"Aku tau apa yang harus ku tahu tentang mu" Sahut Raka, "Kau sudah tau?" Tanya Adara


"Ya"


"Kau bisa menolak ku"


Raka tersenyum. "Adara, kau berpikir terlalu jauh. Kita baru mencoba saling mengenal dan tidak ada hubungannya dengan anak-anak. Hal itu adalah masalah kedua setelah pernikahan. Bukankah kita akan menghabiskan waktu bersama?"


"Bisa di urus kau bilang?" Adara bingung. "Ada banyak hal yang tidak bisa terjadi untuk banyak orang"


"Jadi kau tidak suka anak-anak?"


"Tentu saja aku menyukainya"


"Lalu di mana masalah nya? Melahirkan bayi terlalu di penting kan oleh masyarakat. Padahal yang penting adalah anak-anak itu sendiri. Walaupun milik kita atau adopsi, tidak ada bedanya"


Adara mengangkat kedua sudut bibir nya.


Keesokan paginya, Zavier sedang terburu-buru datang ke kantor, namun mobilnya tidak keluar karena ada truk yang menghalangi jalan. Berulang kali Zavier membunyikan klakson.


Adara keluar dari apartemen dan melihat seorang pria tua sedang memindahkan barang ke dalam truk. Mendengar klakson yang terus berbunyi, Adara menengok ke kiri dan melihat Zavier pelakunya. Dengan kesal, ia menghampiri Zavier dan mengetuk keras kaca mobilnya.


"Kau bisa berhenti sebentar? Kau ini sangat berisik, mereka sedang mengangkut muatan, apa kau tidak lihat? Jangan salah gunakan klakson mu. Mengalah sedikit" Ucap Adara

__ADS_1


"Aku tidak butuh ceramah mu, jadi simpan saja"


"Benar. Karen ceramah tidak bisa memberi etika, orang terlahir dengan etika dan kau tidak memiliki satu hal itu" Imbuh Adara, kemudian pergi.


Zavier keluar dari mobil, ia menggulung kemejanya sampai ke batas siku. Ia memegang pundak pria tua yang sedang mengangkat barang dan meminta pria tua itu berhenti.


"Biar aku yang mengangkat nya" Ucap Zavier


"Silahkan."


Zavier mengangkat barang yang tersisa ke dalam mobil, pria tua itu melihat noda yang terlihat jelas di kemeja putih Zavier, jadi ia berinisiatif untuk membersihkannya, namun Zavier menghentikan nya.


"Tidak usah, Pak. Ini hanya noda kecil, tidak masalah" Ucap Zavier lalu pergi.


"Bibi! Bibi, terimakasih! Terimakasih!" Anchie begitu bahagia ketika Sofia berniat menemui Lesham dan keluarga nya.


"Aa! Bibi yang terbaik, Bibi sangat baik!!" Gadis itu melompat-lompat seperti anak kecil.


"Kakak, Bibi ingin menemui Lesham hari ini!" Adara terkejut, ia tersenyum bahagia melihat rait wajah kebahagiaan tercetak jelas di wajah adik sepupunya itu.


Untuk merayakan hari kebahagiaan ini, Anchie mengajak Adara dan Molly keluar.


"Kakak, aku sangat bahagia. Hari ini semua akan selesai, tapi apa aku harus menelfon nya?" Tanah Anchie


"Tentu saja" Jawab Adara, gadis itu mengambil alih Molly dari gendongan Anchie.


Sementara di kantor, Lesha sedang menjelaskan masalah pekerjaan kepada Zavier.


"Zavier, ini kutipan yang datang dari klien, lihatlah dengan baik" Pinta Lesha memperlihatkan sesuatu dari layar laptopnya


Drrttt


Ponsel Lesha berdering, pria itu melihat nama sang kekasih tertera di layar ponsel nya. Namun melihat dirinya sedang sibuk, jadi ia menolaknya.

__ADS_1


"Lesham, seharusnya ini selesai pekan lalu. Tenggat waktunya sebentar lagi—" Zavier tidak menyelesaikan kalimatnya saat ponsel Lesham kembali berdering.


Dan lagi-lagi Lesham menolak panggilan itu.


"Tapi klien baru saja—


Drrtt


"Jawab telfonnya!!" Sentak Zavier


Lesham mengangguk.


^^^"Halo, pak Soni. Maaf, aku sedang sibuk, aku akan menelfon mu kembali nanti"^^^


"Kau bisa bicara pada pak Soni nanti, tapi sekarang bicara pada nona Anchie dulu. Bicara padaku, beritahu bos mu kalau hari ini kau akan menyelesaikan kesepakatan penting dalam hidupmu"


^^^"Pak Soni cobalah untuk mengerti, aku sedang tidak bisa bicara sekarang."^^^


Setelah itu Lesham langsung menutup telfonnya.


"Maaf, Zavier. Aku—


"Ada apa? Apa kau orang tua pak Soni sudah setuju atau dia sudah hamil?" Sahut Zavier


"Tidak. Bagaimana pak Soni bisa hamil? Dia sebenarnya—


"Jadi masalahnya?"


Lesham menunduk sebentar dan kembali menatap wajah Zavier.


"Zavier, aku ingin memberitakan kalau, maksudku aku ingin kau hadir. Dia luar biasa, dia sudah bersusah payah menbujuk bibinya dan sekarang bibinya sudah menyetujui nya dan ingin mengunjungi rumah ku sore ini. Ini adalah keputusan terbesar dalam hidupku, aku ingin kau hadir. Seluruh keluarga nya akan datang, kau akan datang?" Urai Lesham


"Kita selesai kan ini dulu, baru kita bicara."

__ADS_1


__ADS_2