
Zavier dan Adara mengantar Ruby ke perayaan di sekolah nya. Adara meminta Ruby untuk bertemu dengan teman-temannya sementara dirinya dan Zavier akan menyapa guru.
"Tuan dan Nyonya Abigail, selamat datang. Senang bertemu dengan kalian," Ucap sang guru
"Terimakasih, kami juga senang bisa menghadiri acara sekolah seperti ini. Jadi kami bisa berinteraksi langsung dengan guru yang mengajar," Balas Adara ramah
"Baiklah kalau begitu, saya harus menyapa wali murid yang lain. Selamat menikmati acara nya. Permisi." Zavier dan Adara hanya mengangguk.
Acara pun di mulai, seorang guru membuka acara dengan memberikan pidato.
"Satu hal lagi, untuk meriahkan acara pertemuan hari ini, kita akan melakukan permainan!" Ucap sang guru
"Apa ini? Apakah ini pertemuan orang tua? Kenapa malah jadi bermain?" Umpat Zavier, Adara menggeleng kan kepala nya pelan mendengar umpatan sang suami.
"Permisi, berapa lama acara ini akan berlangsung," Tanya Zavier pada guru yang sedang lewat
"Hari ini kita akan menghabiskan waktu bersama anak-anak, jadi untuk sementara wali murid harus melupakan pekerjaan mereka," Jawab sang guru, lalu pergi.
"Pertanyaan macam apa itu tadi, Zavier? Kau sama sekali tidak bisa membagi waktu mu untuk Ruby," Ledek Adara
__ADS_1
"Hei dengar, aku bisa menghabiskan seluruh waktuku unutk Ruby, tapi masalah nya ada pada dirimu, sekarang aku terjebak bersamamu," Balas Zavier jengkel.
Salah seorang guru mengambil mic. "Baiklah, permainan akan di mulai oleh para orang tua. Mereka akan memberi tahu putra-putri mereka bagaimana mereka bertemu."
Semua orang tua maju ke panggung satu persatu, dan tibalah giliran Zavier dan Adara. Adara pun maju.
"Ya Tuhan, wanita itu pasti akan membuat drama lagi," Keluh Zavier
"Selamat pagi, saya Adara, ibu dari Ruby Abigail." Adara mulai bercerita di mulai dari Ruby sakit gigi dan Zavier membawanya ke klinik.
"Ayah Ruby adalah pria yang baik, dia sangat mencintai Ruby. Keluarga kami selalu bertentangan, tetapi cinta kami berhasil memenangkan hati mereka," Ujar Adara tersenyum paksa
Zavier yang mendengar cerita karangan Adara pun langsung menyembunyikan wajahnya.
Semua orang pun bertepuk tangan.
Adara kembali ke meja Zavier, Ruby menghampiri mereka berdua.
"Ibu tadi bercerita dengan sangat baik. Ayah, apa Ayah mencintai Ibu?" Tanya Ruby, Zavier bingung untuk menjawabnya
__ADS_1
"Ruby, Ayah sangat mencintaimu mu," Timpal Adara
"Aku juga sangat mencintai Ayah," Balas Ruby mencium pipi Zavier, dan Zavier membalasnya.
"Ayah, jenggot Ayah sudah hilang, jadi aku suka," Ucap Ruby
"Sudah. Kembalilah bersama teman-teman mu," Ucap Zavier, Ruby menurutinya.
Zavier memandang sinis Adara. "Kau adalah pembohong yang hebat."
"Ini hanya permainan, jadi nikmati saja," Balas Adara tak kalah sinis.
Setelah acara di sekolah, Zavier mengajak Adara dan Ruby pulang. Di dalam perjalanan pulang, Ruby terus berbicara tentang acara tadi.
"Ibu, tadi temanku mengatakan kalau Ibu sangat cantik," Ucap Ruby
"Benarkah?" Balas Adara, Ruby mengangguk semangat
Tiba-tiba Zavier menghentikan mobilnya karena ada seseorang yang telungkup di tengah jalan. Zavier turun dari mobil dan menghampiri lelaki yang telungkup tadi.
__ADS_1
Ketika Zavier membalikkan tubuh pria itu, sebuah pisau tertodong padanya. Ternyata pria itu berniat merampok nya.
"Serahkan semua yang kau punya atau ku habisi," Ancam sang perampok