A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 46


__ADS_3

Adara masuk ke kamar dan mengganti bajunya di kamar mandi. Zavier sedang menonton berita dengan lampu mati.


Ceklek


Adara keluar dari kamar mandi dan melihat lampu mati, ia pun menyalakan lampu nya. Namun Zavier kembali mematikan lampu nya dan Adara pun menghidupkan kembali.


"Menyebalkan" Adara mengambil bantal dan juga selimut dari almari untuk ia gunakan tidur di sofa.


Dengan iseng, Zavier menambahkan volume TV nya. Pria itu tersenyum melihat Adara tidak bisa tidur nyenyak karena suara keras televisi.


"Bisakah kau matikan TV nya? Aku besok harus bangun pagi" Pinta Adara, "Ini kamarku. Kalau kau terganggu, silahkan cari kamar lain" Jawab Zavier


"Dosa apa yang ku lakukan di kehidupan sebelum nya sampai harus menikah dengan pria kejam sepertimu" Gerutu Adara menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut


Belum puas dengan menaikkan volume TV, Zavier mematikan lampu kamarnya.


"Dasar tidak punya hati, tolong nyalakan saja lampu nya!" Adara jengkel.


Zavier tidak bergeming, Adara bergerak cepat mematikan TV dan lampu kamar lalu menyembunyikan remot TV tersebut.

__ADS_1


"Sudah malam, tidur" Sebelum itu, Adara mengejek Zavier dengan menjulurkan lidahnya.


Pagi harinya, Zavier pergi ke kantor tanpa sarapan apapun. Sampai di kantor, ia mendapat telfon dari sekolah Ruby.


^^^"Halo"^^^


"Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepada anda, tuan Zavier. Ini masalah Ruby, nilai harian Ruby akhir-akhir ini begitu buruk. Saya mohon untuk lebih memerhatikan belajar nya, karena sebentar lagi ada kenaikan kelas"


^^^"Baik, terimakasih atas informasinya.'^^^


Kediaman Abigail, aktivitas semua orang terhenti saat tiba-tiba Zavier marah kepada Ruby. Gadis kecil itu menangis di pelukan Adara.


"Cukup, Zavier!! Kau sudah membuat Ruby ketakutan dengan kemarahan mu" Adara memeluk Ruby dan berusaha menenangkan gadis kecil itu.


"Ada apa sebenarnya ini? Kenapa kalian bertengkar?" Tanya Felicity, "Kepala sekolah menelfon ku, dia bilang kalau nilai harian Ruby akhir-akhir ini menurun. Ini tidak bisa di biarkan" Jawab Zavier


"Hanya karena nilai? Zavier, Ruby masih kecil. Nilai masih bisa di perbaiki, tidak perlu marah-marah seperti ini" Ujar Felicity, "Dia tidak akan paham, Ibu mertua" Sahut Adara


"Adara, tolong diam saat aku sedang berbicara" Felicity menegur Adara.

__ADS_1


"Hari ini kau sudah sangat keterlaluan, Zavier. Hanya karena nilai Ruby menurun kau sampai marah seperti ini?" Timpal Carlos menggelengkan kepalanya pelan


"Sudahlah" Zavier berlalu pergi.


"Uzma, berikan makanan yang ada di dapur kepada pengemis" Ucap Carlos kepada Uzma, "Suamiku, lalu apa yang akan di makan Zavier nanti?" Tanya Felicity


"Tidak ada makanan dan minuman untuk Zavier di rumah ini" Balas Carlos, "Suamiku, Zavier bukan anak kecil lagi. Jangan lakukan ini" Imbuh Felicity


"Keputusan ku sudah bulat."


Larut malam, Zavier baru pulang. Ia masuk ke dapur dan tidak mendapati makanan apapun. Ia masuk ke kamar dan melihat Adara tidur bersama Ruby di atas tempat tidur.


"Wanita ini sudah membuat hidupku lebih buruk dari sebelumnya" Ucap Zavier menatap kesal Adara yang tertidur lelap.


Keesokannya, Zavier melihat tidak ada makanan apapun di atas meja makan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Zavier pada Uzma, "Ayah melarang kita semua untuk melakukan apapun" Jawab Uzma


Zavier mengedikkan bahunya dan pergi ke kantor.

__ADS_1


Melihat ketegangan di antara Carlos dan Zavier, Felicity berusaha membuat suaminya senang. Ia ingin semuanya kembali normal.


"Tidak ada gunanya kau melakukan semua ini, Feli. Zavier harus tau pentingnya sebuah keluarga. Bagaimana bisa, hanya karena sebuah nilai dia memarahi Ruby sampai seperti itu. Itu tidak benar" Ujar Carlos mendesah pelan.


__ADS_2