A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 17


__ADS_3

"Waw, manis sekali, anjing yang manis" Anrez mengelus Molly yang sedang berjalan-jalan bersama Anchie.


Pemuda itu menegakkan tubuhnya. "Situasi hari ini memang begitu buruk, kakak ku memang sedikit pemarah. Aku minta maaf mewakili namanya. Jika saja aku bisa melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi, aku akan melakukannya"


Pemuda play boy itu kembali berkata. "Tapi kau masih bisa menemukan pemuda yang lebih baik, lebih dari Lesham. Jika aku berada dalam situasi nya, walau kakak setuju atau tidak, aku akan tetap menikahi gadis pilihan ku. Lesham punya satu masalah, dia terlalu nyaman. Itu akan terjadi ketika pria menyadari bahwa wanita yang sangat mencintai nya dan tidak akan pernah meninggalkan nya, sebab itu Lesham merasa nyaman. Menganggap kekasihnya sepele. Lesham harus sadar bahwa kau bisa mendapatkan pria yang lebih darinya"


Anchie terenung sambil menggendong Molly, beberapa saat kemudian ia kembali ke rumah.


"Bagus sekali Anrez, dia pasti akan datang padamu."


Zavier berjalan menuju parkiran, namun ia tidak mendapati mobilnya di sana, ia menatap ke atas dan melihat rambu 'no parking' di sana. Bersamaan dengan itu, Adara berjalan melewati Zavier yang sedang menelfon Lesham untuk menebus mobilnya.


Bibir Zavier berkedut saat melihat Adara tidak mendapat bajaj ataupun taksi di tengah malam. Melihat Adara berjalan menjauh, Zavier mengikutinya.


"Permisi, apa Bapak bisa mengantarku?" Tanya Adara kepada sekumpulan pria yang ia anggap sebagai supir bajaj.


"Iya, Nona. Bajaj dan kami juga siap mengantar anda pulang" Jawab salah satu dari mereka, "Kita berangkat?"


Adara mundur dan memilih pergi.


"Apa Nona butuh transportasi khusus? Kau ingin pergi kemana malam-malam sendirian?"


Karena terus di buntuti, Adara berlari. Walaupun begitu, mereka yang berjumlah tiga orang terus mengejar Adara.


Bugh


Zavier memukul rahang dari salah satu pria yang mengejar Adara. Melihat kedatangan Zavier yang mereka kira kekasih Adara, ketiga pria itu pergi.


"Terimakasih" Ucap Adara, Zavier memilih pergi meninggalkan Adara tanpa mengatakan apapun.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan bersama, Adara di depan dan Zavier di belakang. Sesaat kemudian, hujan deras turun. Adara berlari ke sebuah pohon untuk berteduh, begitupun juga dengan Zavier berteduh di pohon yang berdampingan dengan pohon yang di gunakan Adara untuk berteduh.


Zavier menengok ke kanan, ia melihat Adara kedinginan dan berinisiatif memberikan jas nya kepada gadis itu.


Pria itu menggantungkan jasnya di ranting pohon agar Adara bisa mengenakkan nya. Namun Adara tidak bergeming, Zavier kembali menghampiri Adara dan kembali mengambil jas nya.


Sebuah bajaj melintas, dengan segera Adara menghentikannya.


"Bajaj berhenti!"


Bajaj itu berhenti, melihat Zavier juga menghentikannya membuat Adara ragu untuk menaiki bajaj itu. Zavier mempersilahkan Adara untuk masuk, gadis itupun menurut.


"Ayo masuk lah, Pak" Suruh sang supir bajaj, "Tidak, pergilah" Kata Zavier, "Aku akan cari bajaj lain"


"Aku pikir kau bersamanya, kau tidak akan mendapatkan bajaj lain di malam begini, Pak. Hujan sangat deras, masuk lah" Imbuh sang supir bajaj tadi


Adara menggeser tubuhnya agar Zavier mendapatkan tempat duduk, dengan ragu pria itu masuk.


"Ponselmu berdering" Ucap Zavier


Adara mengambil ponsel yang ada di dalam tas.


^^^"Halo"^^^


"Adara, dengar"


^^^"Iya"^^^


"Ada acara di kantor ku besok sore, dan kami harus membawa pasangan. Jadi aku pikir, maksudku aku akan senang jika kau ingin ikut denganku besok"

__ADS_1


^^^"Baiklah"^^^


"Di sana hujan? Dimana kau?"


^^^"Ya, aku habis dari kedai kopi. Tapi sekarang dalam perjalanan pulang"^^^


Bajaj yang di tumpangi Adara dan Zavier tidak sengaja melindas batu dan berakibat bajaj itu bergoyang.


"Hei pak, pelan-pelan" Tegur Zavier


Raka terkejut ketika mendengar suara seorang pria melalui sambungan telfon.


"Kau bersama seseorang?"


^^^"Iya. Dengan pak Zavier"^^^


"Zavier? Siapa Zavier? Apa dia pria yang tidak sopan padamu kemarin?"


^^^"Iya, aku habis bertemu dengannya, maaf. Aku akan jelaskan semua nya nanti. Oke"^^^


"Oke, sampai nanti."


Adara kembali menyimpan ponselnya.


"Aku tahu seharusnya aku tidak bertanya, tapi sepertinya kau berbicara dengan orang istimewa" Ucap Zavier, "Itu tadi tunangan ku" Jawab Adara


"Biasanya orang berbohong pada situasi seperti ini, kenapa kau mengatakan yang sebenarnya" Zavier kembali bertanya.


"Aku tidak berbohong kepada nya atau siapapun tanpa alasan yang benar"

__ADS_1


"Ya terserah."


__ADS_2