
Penjaga keamanan hendak pergi ke toilet umum dan saat membukanya, penjaga itu melihat Felicity tergeletak di dalam.
"Tolong! Ada seorang wanita pingsan di kamar mandi umum! Tolong!"
Mendengar teriakan penjaga tersebut, semua orang termasuk keluarga Zavier datang.
"Astaga, Ibu!" Anrez dan Carlos membopong tubuh Felicity keluar dari kamar mandi itu.
Zavier datang saat mendengar ibunya pingsan di kamar mandi. Adara mendekat dan memeriksa Felicity.
"Tekanan darahnya menurun" Uca Adara
"Tuan, saya menemukan Nyonya Abigail sudah pingsan seperti ini di kamar mandi dengan keadaan terkunci" Ucap penjaga
Semuanya syok, begitu pula dengan Zavier.
"Siapa yang berani mengunci ibuku di kamar mandi?" Tanya Uzma pada penjaga, "Saya tidak tau, Nona. Saya tadi sedang berjaga di pintu gerbang" Jawab penjaga
"Tapi Zavier, tadi aku melihat nyonya Sofia ada di kamar mandi ini" Sahut Lesham, Zavier meradang.
"Nyonya Sofia, katakan yang sebenarnya" Tutur Zavier menahan amarahnya, "Tidak, kau tidak bisa menuduh Ibuku seperti ini, kau tidak ada bukti untuk itu" Sahut Adara
__ADS_1
"Namun aku melihat nya, tapi aku tidak tau apa yang di lakukan Nyonya Sofia di sini" Timpal Lesham
"Adara—"
"Tidak, Ibu. Jangan membuktikan apapun pada mereka" Serobot Adara menghentikan ibunya berbicara, "Jangan hentikan Ibumu, Nona Adara!" Seru Zavier
"Aku tau, kau pasti sengaja berbohong untuk menjatuhkan keluarga ku, Lesham" Timpal Anchie marah pada Lesham
Zavier berdebat dengan Adara, dan Lesham berdebat dengan Anchie. Sedangkan Sofia yang melihat perdebatan mereka merasa tegang, ia merasa bersalah, karena benar dirinya lah yang sudah mengunci Felicity di kamar mandi agar dia bisa menghentikan drama Zavier dan Adara.
"Disini yang berbohong adalah kau sendiri Tuan Zavier yang terhormat, kau meminta ku berpura-pura menjadi istrimu di hadapan klien mu" Ujar Adara, "Apa? Dengar, aku tidak pernah memaksamu melakukan itu, kau sendiri yang suka rela melakukannya" Bala Zavier tidak ingin kalah
"Sudah hentikan! Daripada kalian berdebat seperti ini, lebih baik kalian bawa ibu kalian ke rumah" Sahut Carlos menghentikan perdebatan mereka semua
Nyonya Abigail siuman, Ruby datang dan memeluk nya. Tidak lama Adara datang juga.
"Untuk apa kau datang kemari!?" Zavier marah.
"Aku datang untuk membawa Ruby pergi. Ayo, Ruby" Gadis kecil itu mengangguk, Adara segera pergi bersama Ruby.
Di rumah Adara, Sofia menangis memikirkan apa yang telah dia lakukan pada Felicity.
__ADS_1
"Bibi ada apa? Ini bukan salah Bibi, kenapa Bibi menangis" Ucap Anchie menenangkan Sofia, "Tidak, Anchie. Bibi sudah berbuat jahat, Bibi melakukannya" Kata Sofia
Anchie kaget.
"Bibi, Bibi tenang saja. Aku yang akan meminta maaf pada mereka, Bibi tidak perlu menangis seperti ini" Ujar Anchie mengelap air mata Sofia.
Setelah mengantarkan Ruby, Adara kembali ke rumah. Namun Adara mengemudikan mobilnya di jalur yang salah dan menabrak pembatas jalan. Seorang polisi menghentikan karena berfikir Adara sedang mabuk.
"Tolong tunjukkan SIM anda, Nona. Sepertinya anda sedang mabuk sampai menabrak seperti ini" Pinta polisi itu, "Kalian sama saja, kalian para pria selalu membuat para wanita kesal! Kau tidak lihat kalau cuaca sedang berkabut?" Jawab Adara kesal
"Nona—
"Ada apa ini? Kau?" Zavier mendengus, ia menyesal telah datang.
"Tuan, saya sudah menanyai Nona ini baik-baik, tapi dia malah memarahi saya" Jawab polisi itu, "Aku tidak akan jika kau bertanya dengan benar, kau menuduh ku mabuk saat jalan tertutup kabur seperti ini!" Sahut Adara jengkel
"Pak, dia memang tidak mabuk, dia perempuan, sudah wajar jika menyetir nya tidak bisa benar" Ejek Zavier, "Dasar menyebalkan! Aku bisa menyetir dengan baik, bahkan aku mendapatkan SIM dengan usahaku sendiri" Sungut Adara
Melihat perdebatan keduanya, membuat polisi tadi berfikir jika keduanya adalah pasangan suami-istri.
"Tuan/Nona, jika kalian ada masalah, sebaiknya selesaikan di rumah saja" Ucap polisi itu, "Diam. Dan perlu ku benarkan, pria ini bukan suamiku, dan tidak akan pernah" Adara protes.
__ADS_1
Zavier pun pergi.
"Tidak usah bertanya lagi, sebaiknya Bapak bantu saya dorong mobil" Sahut Adara, lalu masuk ke dalam mobil.