
Ceklek
Anchie membuka pintu dan syok melihat polisi dan keluarga Abigail berdiri di depan pintu. Begitupun juga dengan Chandra yang berdiri di belakang Anchie.
"Hei, apa ada nona Adara di rumah ini?" Tanya kepala polisi
Tamu undangan untuk acara pertunangan Raka dan Adara berbisik-bisik tentang kedatangan polisi yang mencari Adara.
"Ada apa, Pak. Kenapa anda mencari putriku?" Tanya Ilyas tak paham, "Kalian bertanya kenapa seakan-akan tidak tau apa-apa" Sahut Uzma kesal
"Apa ini, apa yang kalian lakukan dengan semua hiasan ini" Tanya kepala polisi lagi, "Pak, Adara adalah adik iparku, mustahil jika dia melakukan hal-hal yang menyeret polisi" Tutur Chandra
"Cucu keluarga Abigail menghilang, dan penjaga apartemen bilang kalau nona Adara lah yang membawanya pergi menggunakan mobil" Ujar kepala polisi
"Adara seorang dokter, Pak. Dia sedang ada keadaan darurat" Timpal Sofia menjelaskan
"Kau lihat, Pak. Keluarga mereka memang seperti ini, ada acara pertunangan tapi gadis itu menghilang" Uzma mencerca.
__ADS_1
"Lakukan sesuatu, Pak. Aku yakin mereka adalah pelakunya! Aku khawatir" Sambut Felicity
"Cepat periksa rumah ini!" Tiga polisi masuk ke rumah keluarga Adara dan menggeledah seluruh rumah.
"Pak, di rumah kami sedang ada acara" Ucap Ilyas, "Jangam coba-coba menghalangi kami bertugas!" Seru kepala polisi
"Pak, kami dari keluarga terhormat" Jelas Raka
"Tutup mulutmu, Ruby putri keluarga Abigail sekarang menghilang, mereka telah melapor pada kami, dan apa artinya? Kau paham itu, dan satpam apartemen bilang kalau nona Adara yang membawa Ruby. Sekarang katakan dimana dia? Ayo bicara" Tungkas kepala polisi
"Apa Adara membawa anak itu?" Tanya Raka pada Ilyas, "Tidak, Pak. Anak itu tidak ada bersamanya" Jawab Ilyas
"Apa yang kalian katakan?! Kalian sudah mengacaukan acara kami, dan kalian berani memfitnah kami!! Sekarang kalian semua keluar dari rumahku!!!" Sofia marah, ia tidak akan membiarkan pertunangan kali ini gagal seperti sebelumnya.
Uzma menengok kebelakang dan memberikan isyarat pada Poppy untuk memberikan botol obat kadaluwarsa itu kepadanya.
Kepala polisi masuk dan turun tangan menggeledah rumah Adara, Uzma memanfaatkan keadaan itu untuk menyusup masuk dan membuang botol obat batuk yang ia bawa ke tempat sampah yang ada di dapur rumah itu.
__ADS_1
"Pak, kalian tidak akan mendapatkan apapun dengan menggeledah rumah ini" Ucap Chandra
"Periksa dengan benar" Seru Uzma
"Astaga, selalu ada masalah di setiap acara untuk Adara. Sedih sekali" Ejek Maya, ibu mertua Afsana.
"Tapi kenapa Adara menculik anak itu" Timpal ibu Raka, "Itu yang kami tanyakan, mengapa gadis itu menculik cucuku" Tambah Felicity
"Apalagi, wanita yang tidak bisa punya anak sendiri, kadang-kadang akan merasa kasihan pada anak orang lain. Itu normal, dia manusia bukan? Itu biasa terjadi" Ujar Maya sinis
"Apa maksud mu, apa karna dia tidak bisa punya anak lalu keponakan ku bisa di klaim jadi miliknya?" Uzma menyahut.
Salah satu anggota polisi menemukan botol obat di tempat sampah.
"Pak, aku menemukan obat ini di tempat sampah" Kepala polisi datang dan mengambil botol tersebut.
"Eh, obat batuk itu milik kami" Ucap Felicity
__ADS_1
"Bagus, ini adalah buktinya. Jika anak itu tidak ada disini, mengapa obat ini ada rumah ini?" Kata kepala polisi tersenyum, "Kalian harus ikut kami ke kantor polisi, kalian akan di tuntut atas kasus penculikan."