
Anchie datang mengunjungi Adara, melihat sang kakak berada di dapur, ia segera mendekatinya.
"Kakak, aku akan bertemu dengan Lesham," ucap Anchie pada Adara
"Ya, hati-hati," balas Adara.
Setelah itu Anchie pamit pergi, dia berpapasan dengan Anrez yang sedang berbicara di telfon. Anrez meneruskan pembicaraan nya di telfon dengan temannya sambil melihat body Anchie dari belakang.
Lesham menelfon dua rekannya yang telah tiba di taman.
"Berakting lah dengan benar," uca Lesham
"Baik, pak."
Lesham lalu masuk ke ruangan Zavier dan berkata jika dia akan pergi ke rapat bersama dua rekannya.
"Tidak, telfon mereka dan minta mereka kembali ke kantor!" marah Zavier
Dua teman rekan kerja Lesham melihat Anchie, sementara Anchie menunggu Lesham di salah satu stand makanan. Abi dan Banu menghampiri target.
"Hai gadis manis, sendirian aja nih. Bisa dong kita temenin," goda Banu mencolek lengan Anchie
"Jangan kurang ajar ya!" seru Anchie
"Jangan galak-galak dong, nanti cantiknya hilang," sahut Abi
Merasa kesal dengan perlakuan Abi dan Banu, Anchie lantas menghajar mereka habis-habisan. Tidak ada yang berani membantu Abi dan Banu yang tengah menjadi samsak Anchie.
Lesham sampai di taman, ia berlari menyelamatkan kedua rekannya dari amukan Anchie.
__ADS_1
"Teman-teman, aku minta maaf. Kalian pergilah," ucap Lesham setelah berhasil memisahkan Abi dan Banu dari Anchie
"Apa yang kau lakukan? Aku akan memukuli mereka lagi, berani sekali mereka menggodaku," ucap Anchie marah
"Hei hei, tenanglah. Mereka teman ku, aku yang menyuruh mereka menggodamu," ujar Lesham jujur
"Apa?"
Lesham menggaruk tekuknya yang tidak gatal. "Aku hanya ingin menjadi pahlawan untukmu, itu saja."
Anchie tertawa mendengar penjelasan Lesham. "Ya Tuhan, kau melakukan sesuatu di luar kemampuan mu, Lesham."
"Ah ya sudah, ayo masuk ke mobil," ajak Lesham diangguki Anchie
Sebelum masuk ke dalam mobil, Lesham kembali membuka suara.
"Anchie, aku masih mencintaimu. Apakah kau ingin memberiku kesempatan lagi?" tanya Lesham
Zavier pulang dengan berkacak pinggang di tengah pintu, Adara memerhatikan Zavier dengan seksama.
Dia terlihat lebih tinggi dari sebelumnya, pasti ada sesuatu dengannya. Mustahil seseorang mendapatkan tinggi badan dengan begitu cepat. ucap Adara dalam hati sambil memerhatikan Zavier dari ujung kaki sampai ujung kepala
Zavier pergi ke kamarnya dan berdiri di depan cermin. "Menarik, sekarang wanita itu tidak akan menghina tinggi badanku lagi."
Adara masuk dan hendak mengambil jam di dinding tapi dia tidak bisa karena jam tersebut terlalu tinggi. Zavier mendekat lalu membantu Adara.
"Aku tidak sependek yang kau kira," ucap Zavier sombong
Adara lantas mengganti baterai jam dinding tersebut dan kembali meminta bantuan Zavier, namun lelaki itu menolak.
__ADS_1
"Dasar tidak punya hati," sewot Adara melempar jam ke atas ranjang dan bergegas keluar kamar.
Zavier sedang melakukan video call dengan istri Zaky, Zora. Adara masuk kembali ke kamar membawakan sesuatu untuk sang suami.
"Zavier, aku ingin berbicara dengan istri mu," pinta Zora ketika mendengar suara Adara
Zavier meminta Adara mengambil kursi lain dan duduk di sebelah nya.
"Bagaimana kabarmu, Adara?" tanya Zora
"Baik, bagaimana denganmu. Kapan kalian akan datang lagi kemari," jawab Adara
"Kali ini yang akan datang adalah adik Zaky, Zahra. Aku sudah meminta Zavier agar mengatur pertemuan Zahra dengan Lesham," ujar Zora
"Tenang saja, aku sudah mengatur pertemuan mereka. Mereka akan terlihat sangat serasi," timpal Zavier.
Tak lama kemudian video call di akhiri. Adara mengajak Zavier berbicara mengenai Lesham.
"Apa tadi, kau mengatur pertemuan Lesham dengan adik tuan Zaky? Zavier, Lesham mencintai Anchie. Bagaimana bisa kau melakukan ini?" cerca Adara
"Lesham akan cepat berpaling dari Anchie, aku apa yang terbaik untuk Lesham, jadi jangan ikut campur," ucap Zavier tegas.
Adara masuk ke sebuah toko ponsel dan mengeluh mengenai ponselnya.
"Nona, tolong tulis nama dan nomor telfon di buku ini agar kami bisa mengirim SMS saat ponsel anda selesai," pinta pegawai ponsel
Dan Adara pun menuliskan nama dan nomor telfon orang rumah, tapi saat Adara menulis, ia menemukan nama Uzma dalam daftar buku tersebut.
Adara pun mengecek nomor ponsel Uzma yang tertera pada buku dengan yang ada di ponselnya. Ia terkejut karena nomor yang di buku sama dengan yang ada di daftar kontaknya.
__ADS_1
"Ada benar Uzma yang ku lihat waktu itu, dia masih di kota ini," gumam Adara.