
Di rumah Lesham, seluruh anggota keluarga Zavier sedang sibuk merapikan rumah untuk menyambut kedatangan calon tunangan Lesham. Felicity pun heboh dan antusias setelah mendengar kabar gembira itu.
"Ayo cepat, mereka akan segera datang. Akan mendapat kesan buruk jika rumahnya berantakan!" Seru Felicity, yang baru saja pulang membawa bunga dan juga beberapa makanan untuk menyambut kedatangan tamu mereka.
Anrez, adik laki-laki Zavier–berjalan ke arah meja makan sambil menerima telfon, tanpa permisi tangannya mengambil makanan yang ada di atas sana.
"Heh, kenapa kau makan ini! Tidak boleh" Tegur Felicity menjewer telinga Anrez, "Ibu ini lezat, biarkan aku makan" Balas Anrez yang tetap memakan makanan tersebut
"Ini bukan untukmu, kau langsung lapar jika sudah melihat makanan!" Omel Felicity, memukul bahu Anrez
Pemuda itu menjauh dan kembali bergabung bersama kakak perempuan nya, Uzma–yang juga memangku semangkok makanan.
"Jangan makan, dasar tidak berguna!" Dengus Felicity, "Dengarkan aku baik-baik. Anrez, kenapa kau selalu saja menelfon semua orang, dari tadi pagi aku lihat kau menelfon saja. Suamiku, buat putra mu mengerti. Setelah perdana menteri, nomor telfonnya yang selalu sibuk."
Sementara di depan pintu rumah Lesham, Anchie dan keluarga Adara baru saja tiba.
"Rumah yang indah" Sofia memuji rumah Lesham. Tangan wanita paru baya itu mengulur menekan bel rumah.
__ADS_1
Mendengar suara bel, Felicity panik karena Lesham belum tiba di rumahnya.
"Astaga, mereka sangat tepat waktu. Lesham belum pulang" Gerutu Felicity.
"Buka pintunya dulu" Suruh Uzma, "Mm..bagaimana penampilan ku?" Tanya Felicity
"Astaga, mereka datang bukan untuk Ibu" Balas Uzma, Felicity berdecak sebal lalu berjalan ke pintu.
Ceklek
"Jangan duduk dan sedih saja. Pria itu tidak tepat untukmu. Masih begitu banyak pria di negera ini, Bibi bisa membantumu" Ujar Sofia
Setelah keterkejutan di rumah Lesham, semuanya batal dan kembali ke rumah, hanya pertengkaran antara Felicity dan Sofia yang terjadi.
"Pria itu sahabat Zavier yang sombong, dia bekerja sebagai bawahannya."
Sementara di rumah Zavier, interogasi terhadap Lesham sedang berlangsung.
__ADS_1
"Aku tidak pernah memberitahu apapun tentang kalian pada Anchie, tuduhan menipu ini tidak benar. Anchie bahkan tidak mengenal nama-nama kalian. Saat pertama kali aku bertemu dengannya, dia tidak pernah bertanya tentang keluarga ku. Zavier, apa kau pernah melihat ku seperti ini? Jatuh cinta? Kalian semua sudah salah paham tentang Anchie, dia tidak seperti yang kalian pikirkan. Aku tidak bisa hidup tanpa nya, dia paham dan mengenal diriku. Dia tidak akan melanjutkan hubungan ini jika kalian tidak memberikan restu, dia menghormati kalian" Ungkap Lesham.
"Yang ku tau, Lesham menghormati bos nya seperti kakak. Seperti aku menghormati kakak. Bibi, baginya persetujuan kakaknya sangat penting, sama seperti persetujuan Bibi. Percayalah, hal ini seperti ini juga perlu di bicarakan oleh kedua belah pihak. Aku benar-benar tidak tau kalau mereka tetangga kita" Urai Anchie.
Felicity marah, ia masih menganggap hal yang terjadi adalah sebuah penipuan.
"Mereka tau segalanya, jangan bodoh. Zavier, katakan padanya" Sungut Felicity
"Tunggu, Ibu. Sekarang kapan kalian saling mengenal?" Tanya Zavier
"1 tahun. Aku bertemu dengan nya untuk kedua kalinya. Ketika aku di kota C ada urusan bisnis. Setelah kembali ke sini, kami masih tetap berhubungan" Jawab Lesham
"Ada apa denganmu?"
"Zavier, aku mencintainya. Kau tau, cinta itu buta" Kata Lesham, "Dan jika cinta itu buta, seharusnya cinta tidak buta. Aku sudah menghabiskan waktu 6 tahun bersama Daisy di bawah satu atap, dan apa yang terjadi? Perceraian. Cinta dan kepercayaan hilang hanya tersisa dua orang asing" Timpal Zavier
"Dengar. Cinta, persahabatan, romantisme, semua itu hanya omong kosong. Lihat aku, apa yang tersisa? Tidak ada. Baik, kau boleh menikah, lalu? Apa yang akan dia lakukan jika gadis itu berhenti mencintaimu. Dia akan meninggalkan mu. Kejam? Tapi itu memang benar. Wanita tidak pernah puas dengan apa yang sudah dia miliki" Zavier melanjutkan ucapannya.
__ADS_1