
Tiba saatnya pertemuan kedua keluarga di Hotel Sunrise. Keluarga Adara sudah tiba terlebih dahulu di sana.
"Suamiku, dimana keluarga mempelai prianya? Apa mereka sudah di jalan?" Tanya Sofia tidak sabar, "Iya, sebentar lagi mereka sampai" Jawab Ilyas
Lima belas menit kemudian, Zavier dan keluarganya tiba di sana. Masing-masing keluarga syok setelah tau calon mereka.
"Apa ini Ayah? Ayah ingin aku menikahi pria sepertinya? Yang benar saja" Ujar Adara menata sinis Zavier, "Apa kau pikir aku ingin menikah denganmu? Cih, membayangkan nya saja tidak sud*" Balas Zavier tak kalah sinis
"Suamiku, kau ingin Adara menjadi salah satu dari orang berisik ini? Tidak, aku tidak setuju" Sahut Sofia, "Hei! Aku juga tidak ingin berbesanan denganmu. Suamiku, kita pulang sekarang!" Kata Felicity mengajak pulang
"Tunggu, setidaknya kita—
"Tidak. Aku bisa mencarikan putraku gadis yang lebih baik darinya" Felicity menarik Zavier pergi.
Carlos membuang nafasnya kasar. "Maaf, Tuan Ilyas. Kita akan bicarakan hal ini lagi nanti"
"Baiklah" Balas Ilyas.
__ADS_1
Tuan Abigail pergi, menyisakan keluarga Adara di sana.
"Apa ini Ayah? Aku tidak mau menikah dengan pria itu, dia bukan tipe ku sama sekali" Ucap Adara
"Dara, Ayah sudah memikirkan semunya dengan matang, Zavier adalah pilihan yang terbaik, dia pria yang baik" Kata Ilyas
"Tapi Ayah—
"Tidak, kau akan tetap menikah dengan Zavier. Keputusan Ayah tidak bisa di ganggu gugat" Sela Ilyas.
"Ayah, cobalah untuk mengerti" Ujar Zavier kesal, "Apa? Setidaknya pikirkan Ruby, Ruby menyayangi Adara begitupun sebaliknya. Kau tidak dengar jawaban Ruby di pengadilan waktu itu? Dia ingin tinggal dengan Adara" Urai Carlos
"Tapi, Suamiku. Kita masih bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dari Adara untuk Zavier" Timpal Felicity yang tetap tidak setuju jika Adara menjadi menantunya
"Kali ini aku yang membuat keputusan, aku melakukan semua ini untuk kebahagiaan Ruby bukan Zavier" Balas Carlos, "Baiklah, aku menyetujui perjodohan ini" Ucap Zavier.
Carlos tersenyum senang, lalu pergi ke rumah Ilyas. Dan kebetulan keluarga Adara baru saja tiba di rumah.
__ADS_1
"Selamat malam. Tuan Ilyas, kedatangan saya kemari ingin memberitahu kalian kalau Zavier menerima perjodohan ini. Bagaimana Nak Adara?" Carlos bertanya kepada Adara untuk memastikan semuanya lancar.
"Baik. Tapi aku memiliki persyaratan" Kata Adara menatap kedua mata Carlos, "Iya, Nak. Katakan apa syaratnya" Balas Carlos
"Lesham harus menyerahkan diri ke kantor polisi karena dia sudah mencemarkan nama baik Anchie" Ucap Adara
Tanpa mereka semua sadari, Lesham mendengar obrolan itu.
"Baiklah, untuk Ruby, aku akan menyerahkan diri. Semoga dengan ini aku bisa membuat senyum Anchie kembali" Lesham pergi ke kantor polisi.
Pukul 10 malam, Zavier dan Adara bertemu di sebuah cafe. Sudah hampir satu jam mereka duduk, tidak ada yang memulai pembicaraan.
"Aku menyetujui pernikahan ini untuk ayah dan Ruby saja" Ucap Adara, "Apa kau pikir aku menikahimu dengan suka hati? Tidak. Aku setuju menikah dengamu karena Ruby" Balas Zavier ketus
"Jadi kita sepakat menikah untuk Ruby. Aku heran, kenapa Ruby begitu suka dengan gadis menyebalkan sepertimu" Gerutu Zavier tak habis fikir, "Karena anak kecil tau siapa saja yang bisa membuat nya nyaman" Adara menjawab dengan sinis.
"Terserah."
__ADS_1