A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 03


__ADS_3

"Katakan padaku, siapa namamu" Tanya Adara sambil memangku gadis kecil yang ia tolong tadi


"Ruby"


"Ruby" Adara tersenyum sambil mengulang nama yang di sebut oleh gadis bernama Ruby tersebut.


Seorang wanita berpakaian layaknya seorang asisten rumah tangga datang menghampiri mereka dengan membawa tas belanjaannya.


"Ruby" Wanita itu meletakkan tasnya, dan mengambil alih Ruby dari pangkuan Adara. "Ruby, kenapa kamu pergi begitu saja, kau tau aku sangat khawatir. Terimakasih, Nona. Aku dengar yang terjadi tadi, aku sedang membayar di kasir dan tidak tau kapan dia melepaskan tanganku dan dia langsung pergi begitu saja di jalanan"


"Baiklah, tapi lain kali lebih berhati-hati ya" Pesan Adara


"Maafkan aku, Nona"


Adara mengangguk, tangan kanannya memegang bahu Ruby. "Da Luby"


"Ruby" Gadis kecil itu membenarkan kesalahan Adara.


"Sampai jumpa lagi"


"Sampai jumpa!" Ruby memberikan senyum manisnya dan membuat Adara tertawa senang. "Dah!"


"Ayo."


Di sisi lain, seorang pria baru saja keluar dari lift menggunakan pakaian formalnya. Sebuah pesta besar telah di adakan di salah satu hotel ternama di kota R. Pria itu berjalan sambil memerhatikan jam tangannya dan tidak sengaja menabrak seorang wanita cantik bergaun merah terang.


"Maaf" Tanpa menunggu jawaban dari sang wanita, pria itu langsung pergi.


Sedangkan si wanita tersenyum misterius.


Pria tadi tiba di sebuah sekumpulan pria yang sedang duduk bersama di sana.


"Kakak"


"Lesham"


"Apa kabar mu?" Tanya Lesham memeluk singkat tubuh tegap pria yang ia panggil kakak tadi.

__ADS_1


"Baik. Kau bagaimana?"


"Aku baik. Kau akan kembali ke kota B?" Tanya Lesham, "Rencananya begitu" Jawab sang pria, ia membalikkan badan memerhatikan para tamu undangan. "Lihat di sekitarmu, Lesham. Aku tidak punya alasan tinggal disini. Sudah lupakan, mari kita bicara"


Pria tadi dan Lesham duduk berhadapan di sofa single yang tersedia. Seorang pelayan datang membawakan segelas minuman, pria itu mengambil gelas tersebut.


"Terimakasih"


"Kenapa kau berpikir begitu, Kak" Pria itu hanya diam menatap sebuah kaca kecil yang ada di belakang Lesham, di kaca tersebut ada bayangan wanita yang tidak sengaja ia tabrak tadi. Pria itu tersenyum.


"Bukan seperti itu, Kakak sebenarnya juga—" Ucapan Lesham berhenti dan mengikuti arah pandang pria di depannya.


"Kakak, jangan Kak jangan"


"Stuuutt...santai santai, tenang saja, Lesham. Ini bukan alasan ku untuk tetap tinggal di kota ini" Timpal sang pria


"Aku tau, Kak. Sebenarnya dia—


"Sebenarnya dia apa?"


"Kakak, dia sudah menikah. Dia adalah istrinya pak Subagja" Kata Lesham, "Lalu kenapa, Lesham? Pernikahan juga bisa putuskan? Kau tidak percaya? Perhatian aku" Balas sang pria beranjak dari duduknya


Dengan perlahan, pria itu mendekat. "Banyak orang bilang warna merah itu pertanda bahaya"


"Apa kau suka bahaya?" Tanya Istri pak Subagja menatap wajah tampan pria yang berdiri di samping nya


"Aku rasa kira berdua menyukai bahaya. Apa kita pernah bertemu?"


"Aku rasa belum" Jawab Istri pak Subagja, "Aneh, aku merasa ada hubungan" Tambah sang pria


"Ada hubungan nya, suami ku bekerja padamu" Sela Istri pak Subagja


Pria itu menegak minuman nya. "Hem? Aku membicarakan kita berdua"


"Apa ada sesuatu di antara kita?" Tanya Istri pak Subagja, pria itu berjalan mengitari Istri pak Subagja. "Ya, mungkin saja"


"Kau sangat berterus terang"

__ADS_1


"Begitulah aku" Kata sang pria sambil merogoh sesuatu di saku jas nya. "Disini sangat berisik, mari kita ke tempat yang sepi. Ini kunci kamarku"


Pria itu meletakkan kunci kamarnya di atas meja. "Sampai jumpa"


Istri pak Subagja pun mengambil kunci kamar tersebut.


Di tengah-tengah acara pesta berlangsung, Istri pak Subagja masuk ke kamar pria yang menjadi atasan suaminya menggunakan kunci tadi.


Wanita itu melihat atasan suaminya tengah duduk di sofa ruang tengah. "Kau?"


"Ya, aku"


Dengan gerakan menggoda, Istri pak Subagja mendekat. "Kuncinya ada padaku, bagaimana kau bisa masuk sebelum aku?"


Pria itu menatap senyum wanita di depannya. "Mungkin aku tidak sabar bertemu denganmu lagi, karna itulah, aku mengambil kunci utamanya. Aku pikir akan memberimu kejutan sebelum kau datang"


"Oh..aku suka kejutan"


"Jadi kau suka?" Istri pak Subagja hanya tersenyum.


Pria itu bangkit dari duduknya. "Aku punya kejutan lagi untukmu, dan aku berharap, kau akan menyukai kejutan ini, hm?"


Telunjuk pria itu mengarah ke sebuah kamar, Istri pak Subagja terpaku. Seorang pria berkaca mata keluar dari sana dengan raut wajah menahan amarah.


Istri pak Subagja tidak begini menatap pria berkaca mata itu.


"Tidak kenal?" Tanya pria itu, "Dia ini suamimu, aku yang mengundangnya. Pak Subagja, tanyakan pada istrimu, kenapa dia ke kamar ku larut malam begini? Dan mau memberi kejutan apa?"


Istri Pak Subagja diam sambil menatap atasan suaminya.


"Suamimu ada disini, berikan saja kejutan mu padanya. Silahkan kalian bicara, aku akan pergi" Pria itu berjalan pergi.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Pak Subagja


"Ee..aku..cobalah untuk mengerti.."


"Apa!? Aku harus mengerti apa? Aku percaya padamu dan kau..."

__ADS_1


"Tapi dia antara kami tidak ada apa-apa"


"Diam! Diam saja kau."


__ADS_2