
Di salah satu hotel ternama di kota B, tengah di adakan sebuah pesta besar untuk kalangan pebisnis terkenal di kota tersebut. Dan, Zavier pun turut hadir dalam acara tersebut, seharusnya Lesham menemaninya, namun laki-laki itu sedang ada kesibukan lain.
Melihat kedatangan Zavier, para pebisnis lain pun menyambut nya dengan ramah. Saat Zavier sedang bercengkrama dengan rekan bisnisnya, seorang pria datang menghampiri nya.
Pria itu memegang pundak Zavier. "Halo, belakangan ini kau sangat sukses"
"Woah, dua pengusaha besar" Sang pemilik pesta datang menghampiri keduanya. "Pak Liano dan Pak Zavier, halo. Apa kalian saling mengenal?"
"Tentu, kita dulu bawahan di perusahaan ku" Uca Liano sombong
"Wah! Sukses besar" Sang pemilik pesta terkagum.
"Latihan ku dan kerja kerasnya sekarang membuahkan hasil yang besar" Ujar Liano, "Yang kau katakan benar. Mohon maaf, permisi sebentar" Sahut Zavier, sang pemilik pesta paham dan pamit pergi.
"Aku belajar banyak darimu, tidak dengan bekerja dengan mu. Tetapi dengan mengamati pekerjaan mu" Ucap Zavier
"Bagus. Hari ini kau ada di posisi bersaing dengan mantan atasan mu hanya dengan mengamati pekerjaan ku. Aku dengar di proyek berikutnya, kita akan bersaing. Sangat menarik" Tambah Liano
__ADS_1
"Sepertinya kau sudah salah sangka, untuk tiba di tingkat mu aku harus merendahkan diriku bukan semakin sukses" Balas Zavier, Liano tertawa.
"Kau tau, orang bilang Zavier sudah berusaha. Hari ini aku percaya dengan itu. Dulu kau memiliki potongan rambut yang sangat aneh dan juga senyum yang aneh, perut besar dan juga berkacamata. Dulu kau selalu mengatakan, kau hebat pak" Ledek Liano
"Perut besar dan potongan rambut ku, bersama dengan hal buruk lainnya sudah keluar dari kehidupan ku" Cetus Zavier.
Seorang wanita datang dan Liano langsung merangkul wanita tersebut. Senyum yang ada di wajah wanita itu seketika lenyap saat melihat Zavier ada di hadapannya.
"Ayo kita pulang, Sayang" Ajak Liano sembari tersenyum mengejek ke arah Zavier.
Ting tong!
"Siapa kau?" Tanya Zavier dingin
Dengan centil gadis yang membukakan pintu untuknya itu menjawab. "Masa depanmu"
Zavier berdecak, dan Felicity mendekati putranya. "Zavier, dia Fena. Aku sudah menyeleksi beberapa gadis yang pernah ku tunjukkan padamu, dan ternyata pemenangnya adalah Fena"
__ADS_1
Gadis bernama Fena itu tersenyum malu.
"Ayo tersenyum. Perkenalkan dirimu dan bicara. Tapi sebelum itu kita makan dulu, kami sudah lapar karna menunggumu pulang" Ujar Felicity, "Lihat, Fena dari tadi sore memasak semua makanan ini untukmu"
"Aku tidak ingin menikah"
Ibu Fena kaget mendengar 4 kata yang keluar dari bibir Zavier.
Lelaki itu melangkah ke kamar, namun sebelum itu Zavier berkata. "Kalian ingin makan malam? Silahkan makan dan pergi. Dan jangan pernah bicara kan masalah pernikahan denganku"
Setelah Zavier ke kamar, Ibu Fena berdiri dari duduknya. "Apa ini, Nyonya Abigail?"
"Tenanglah, kita duduk dulu" Ucap Felicity, "Aku akan berbicara dengan Zavier."
"Wanita adalah makhluk paling egois di dunia ini, mereka licik!" Umpat Zavier, "Dengarkan aku, kau tidak bisa melampiaskan kemarahan mu pada Daisy ataupun pada wanita lain. Kalau kau terus melakukan ini, bagaimana caranya kau bisa mendapatkan sosok ibu untuk Ruby?" Bujuk Lesham
"Mengapa? Ruby bahagia, dia sudah bahagia bersama neneknya. Dia tidak butuh sosok ibu" Ujar Zavier
__ADS_1
"Itu tidak adil, Zavier. Bibi tidak bisa memberikan kasih sayang yang sama seperti yang seorang ibu berikan. Ruby butuh seorang ibu, hadapi fakta ini" Balas Lesham, "Kau tidak bisa mengeraskan hatimu selama nya, cobalah untuk kembali memercayai seseorang. Hidupmu masih bisa berubah, Kak."
"Aku pernah percaya pada seseorang dan kehidupan ku berubah."