A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 37


__ADS_3

Adara menatap bayi berusia 6 bulan itu, ia tersenyum. "Uzma, gigi bayi akan tumbuh saat dia berusia 9 bulan. Kau bisa kembali kesini saat usia itu, untuk saat ini aku tidak bisa memeriksa nya karena dia belum punya gigi"


"Uzma, sebaiknya kita pergi sekarang. Kalau Zavier tau kita kesini dia pasti akan marah" Bisik Felicity pada Uzma


Uzma mengangguk, lalu mengambil bayinya dari gendongan Adara. "Kalau begitu kami pergi dulu, dan tolong terima ini sebagai ucapan terimakasih karena kau sudah begitu sayang pada Ruby"


"Tidak, aku tidak bisa menerimanya" Kata Adara menolak coklat itu, "Terima saja, ini hanya hadiah kecil" Sahut Felicity, meletakkan kotak coklat tersebut di atas meja kerja Adara kemudian menarik keluar Uzma dari sana.


Belum lama Felicity dan Uzma pergi, Daisy datang dengan membawa sebuket bunga dan juga coklat import untuk Adara.


"Hai, Adara. Maaf aku datang tidak memberitahu mu dulu" Ucap Daisy, "Ini untukmu, anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena kau sudah ingin membantuku merawat Ruby"


"Tidak, Daisy. Ini semua tidak perlu, sebaiknya kau berikan saja ini pada Ruby" Balas Adara menolak pemberian Daisy


"Ayolah, ini hanya formalitas saja. Dan tadi aku melihat ibu dan adiknya Zavier, apa dia habis bertemu denganmu?" Tanya Daisy


Adara mengangguk. "Mereka tadi ingin aku memeriksa anaknya Uzma"

__ADS_1


"Bayi 6 bulan? Aku yakin, mereka pasti ada maksud tertentu. Aku mengenal mereka dengan baik" Ucap Daisy mulai menjelekkan mantan ibu mertua dan adik iparnya


"Bagaimana keadaan Ruby?" Tanya Adara, "Dia baik, dia selalu di manja oleh Liano" Jawab Daisy, "Adara, aku bahagia kau masuk ke kehidupan Ruby. Dia sangat menyayangimu"


Nyonya Abigail membuka pintu ruangan Adara. Daisy jengkel melihat kedatangan Felicity dan Uzma.


"Aku tidak percaya ini" Gumam Daisy


"Untuk apa kau datang menemui Adara? Dasar wanita tidak tau diri!" Felicity marah.


"Lihat, Adara. Mereka adalah orang-orang tidak berkelas, aku tidak ingin Ruby tinggal bersama keluarga Abigail" Ungkap Daisy


Felicity memegang gunting dan berdebat dengan Daisy, sedangkan Uzma menelfon Zavier untuk datang ke klinik Adara.


"Akhh!" Tangan Adara tidak sengaja terkenal gunting yang di pegang oleh Felicity.


"Astaga, lihat apa yang kalian perbuat?" Daisy kesal.

__ADS_1


"Adara, aku tidak sengaja melukaimu" Ucap Felicity meminta maaf


"Sudah, sebaiknya kalian pergi. Aku akan mengobati nya" Ucap Adara, "Tidak, Adara. Biarkan aku yang mengobati mu" Balas Daisy


"Tidak, kalian bisa pergi"


"Maaf, Adara" Daisy mengambil tasnya lalu pergi.


"Ibu, Uzma" Zavier masuk ke ruangan Adara. "Apa yang kalian lakukan?"


Arah pandang Zavier tertuju pada tangan Adara yang terluka, pria itu memberi isyarat pada ibu dan adiknya untuk keluarga.


Setelah mereka keluar, Zavier berusaha mencari kotak P3K.


"Dimana kotak obatnya?" Tanya Zavier cuek, "Tidak perlu, aku bisa sendiri" Jawab Adara membuka laci yang ada di dekatnya


"Dasar keras kepala" Zavier menarik paksa tangan Adara yang terluka lalu membalut nya dengan perban. "Akak ku antar pulang"

__ADS_1


"Tid—


"Kau masih bisa menyetir dengan tangan terluka?" Adara berdecak, ia pun menerima tawaran Zavier.


__ADS_2