
"Aku sudah menemukan wanita yang cocok untuk Zavier" Ucapan Carlos barusan membuat Felicity kaget.
"Kau serius, Suamiku? Bagaimana gadis itu, dari mana asalnya? Apa kau sudah bertemu dengannya?" Cerca Felicity, "Astaga, Feli. Iya, aku sudah bertemu dengan nya, dan aku yakin pilihan ku tidak akan salah" Jawab Carlos yakin
Sama halnya dengan Felicity yang bahagia dengan kabar yang di bawa suaminya, Sofia pun juga merasa bahagia dengan berita yang di bawa suaminya.
"Suamiku, bagaimana dengan pria itu? Apa kau benar-benar sudah memastikan dia mau? Aku takut kejadian waktu lalu terulang" Ujar Sofia, "Kau tenang saja, semua akan berjalan dengan lancar. Pernikahan akan terjadi" Balas Ilyas
Sofia merasa lega.
Di rumah Liano, Daisy mengadakan pesta besar-besaran untuk Ruby. Ia mengundang semua teman-teman Ruby ke rumah, ia ingin sekali Ruby merasa senang agar gadis kecil itu bersaksi di pengadilan bahwa dia bahagia bersama ibu kandung nya.
Liano pulang dari kantor, ia bingung dengan rumah yang penuh dengan dekorasi dan juga banyak anak-anak yang berlarian kesana kemari.
"Liano, kau sudah pulang. Bagaimana, cantikkan dekorasi nya? Aku yang menghias semuanya" Ujar Daisy, "Apa ini? Kau mengadakan pesta tapi tidak ijin dulu padaku? Lalu anak-anak ini? Menyebalkan" Gerutu Liano
"Liano, aku melakukan ini agar Ruby senang, dengan itu kita bisa mendapatkan Ruby. Bukankah itu yang kau inginkan?" Tambah Daisy, Liano pun tersenyum. "Kau sangat cerdas, aku ke kamar dulu"
Ruby sedih ketika teman-teman nya mengira kalau Liano adalah ayahnya, ia mendatangi Nazi dan meminta Nazi menelfon Zavier.
^^^"Halo, ayah"^^^
"Halo, Ruby. Ada apa? Kau ingin sesuatu"
__ADS_1
^^^"Tidak. Ayah bicaralah pada teman-teman ku kalau ayah adalah ayahku, bukan tuan Liano. Bicaralah ayah"^^^
"Baiklah, Nak. Ayah akan bicara pada teman-teman mu"
Ruby mengaktifkan pengeras suaranya, agar teman-teman nya bisa berbicara dengan Zavier.
"Halo semua, aku ayahnya Ruby"
^^^"Halo, Paman. Senang bisa berbicara denganmu"^^^
"Paman juga senang bisa berbicara dengan kalian"
Ruby menonaktifkan pengeras suaranya.
"Tidak, Nak. Ayah sedang tidak sibuk"
^^^"Sampai jumpa ayah, selamat malam."^^^
Di tempat Zavier, pria itu menangis bahagia mendengar perkataan Ruby tadi kalau dirinya adalah ayahnya bukan Liano.
"Ayah menyayangimu Ruby" Gumam Zavier.
Carlos mendatangi Zavier, ia duduk di sebelah putranya itu.
__ADS_1
"Kau sudah berubah, Ayah kehilangan sosok putra sulung Ayah ini. Kau terlalu berambisi untuk sukses dan menunjukkan semua itu pada Daisy. Untuk semua itu kau sampai melupakan kebahagiaan dan kedamaian mu. Ayah tidak ingin kau melakukan kesalahan lebih banyak lagi, jadi Ayah sudah menemukan ibu yang tepat untuk Ruby" Urai Carlos panjang lebar
"Ayah jangan bercanda, aku tidak ingin menikah dengan siapapun" Balas Zavier, "Percayalah, dia adalah gadis yang paling tepat. Ayah pastikan dia tidak seperti Poppy, kita akan menemui keluarga gadis itu malam ini di Hotel Sunrise. Bersiaplah" Kata Carlos
"Baiklah."
Ilyas berusaha meyakinkan Adara agar tidak menyerah.
"Nak, Ayah ingin kamu bahagia. Kamu mengenal Ayah dengan baik, Ayah tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa berfikir terlebih dahulu, apalagi ini menyangkut kehidupan anak Ayah. Ayah memikirkan kebahagiaan mu" Ujar Ilyas
Adara membuang nafasnya. "Baiklah, aku setuju"
Ilyas dan Sofia senang, pria paru baya itu memeluk putri bungsunya itu.
Maya datang ke pengadilan, lebih tepatnya ke ruang kerja hakim.
"Maaf, Ibu Hakim. Memang tidak seharusnya saya datang sesuka hati, tapi ada sesuatu yang ingin saya katakan" Ucap Maya
"Iya, katakan. Saya tidak punya banyak waktu" Kata Hakim
"Ini masalah Adara, dia itu sangat buruk. Dia selalu memanfaatkan anak-anak untuk kepentingannya sendiri" Ucap Maya memfitnah Adara
"Tolong jaga ucapan anda, Nyonya. Saya sudah tau kebenaran nya, Adara dan Ruby saling menyayangi satu sama lain, saya bisa membaca kasih sayang itu di mata Ruby. Sebaiknya anda pergi dari sini, masih ada kasus yang harus saya urus" Hakim menegur keras Maya..
__ADS_1