
Zavier marah saat melihat Ruby sedang duduk berdua dengan Adara di tangga. Tapi saat ia hendak menghampiri mereka, Lesham datang.
"Zavier, para klien menarik lagi kontrak mereka pada perusahaan kita, setelah tayangan kemarin, mereka takut reputasi mereka rusak" Uca Lesham cemas
"Tenanglah" Zavier berjalan mendekati Ruby dan menarik kasar tangan gadis kecil itu.
"Ruby, masuk ke dalam! Kenapa kau menemui nya lagi?!" Seru Zavier, Adara menarik Ruby dan memeluk nya. "Jangan kasar, dia masih anak-anak!"
Zavier memberi kode pada Lesham untuk membawa Ruby masuk ke rumah.
"Ini terakhir kalinya kau bertemu dengan putriku, urus dirimu sendiri. Wajahmu membuatku muak" Ketus Zavier lalu pergi meninggalkan Adara
Tidak berapa lama, segerombolan wanita datang meneriaki nama Zavier. Keluarga Abigail dan keluarga Adara segera keluar dan melihat keributan apa yang terjadi.
"Serahkan anak itu pada ibunya! Anak itu tidak aman bersama kalian!!" Teriak wanita A, "Iya, serahkan anak itu pada ibunya, ibunya yang lebih berhak atas anak itu" Sahut wanita B
"Hei, ada apa ini? Kenapa kalian semua membuat keributan?" Tutur Felicity bertanya pada mereka
__ADS_1
"Dimana anak itu? Serahkan pada kami, anak itu akan kami berikan pada ibunya" Ucap wanita D, "Siapa yang kalian maksud?" Tanya Felicity
"Ruby" Sahut Daisy yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah gerombolan wanita-wanita tadi, "Serahkan Ruby padaku, dia akan aman dan masa depannya akan lebih terjamin"
"Iya, seorang ibu berhak merawat anaknya yang usianya masih di umur 10 tahun, jadi kalian tidak bisa menghalangi seorang ibu yang berniat merawat putrinya!" Ujar wanita A tegas, "Apa yang kalian katakan, ha?! Ruby bahagia bersama kami, wanita itu yang sudah menipu kalian" Timpal Uzma menujuk Daisy
Ruby berlari ke arah Adara dan memeluk nya. "Bibi, aku takut"
"Jangan takut, Sayang. Mereka tidak akan berbuat jahat padamu, lihat, dia adalah ibumu. Bukankah kau mencarinya?" Ujar Adara menunju Daisy, "Tapi aku tidak ingin pergi, Bibi. Aku ingin bersama Bibi" Kata Ruby menahan tangisan nya
"Hai, Ruby. Aku Ibu kandung mu, kau ingin ikut dengan Ibu kan?" Tanya Daisy tersenyum
Bukannya menjawab, Ruby malah menangis. Adara menggelengkan kepalanya pelan dan berkata. "Sayang, jangan menangis. Ayo ikut Ibumu"
Zavier ingin marah, tapi Lesham segera mencegahnya. Karena keadaan akan semakin buruk jika amarah Zavier meledak.
"Ruby, sekarang kamu ikut Ibu. Kita akan tinggal di rumah yang besar, kau bisa mendapatkan kamar yang kau mau" Ujar Daisy membelai rambut panjang Ruby
__ADS_1
Adara berlari ke rumah untuk mengambil sesuatu, tak lama ia kembali.
"Ini obat milik Ruby, tolong berikan padanya tepat waktu. Jika ada sesuatu, kau bisa menghubungi ku" Pesan Adara menyerahkan obat-obatan milik Ruby, "Terimakasih, aku berhutang budi padamu, kau sudah menyelamatkan nyawa putriku" Ucap Daisy
"Bukan apa. Ruby sayang, jaga dirimu baik-baik ya. Kau bisa menelfon ku kapanpun kau mau" Ujar Adara memegang dagu Ruby
Daisy menyambangi Zavier. "Hai, bagaimana kabarmu? Ck ck, kau menyebut dirimu Ayah yang ideal?"
"Kau—
"Zavier, tenanglah" Tegur Lesham memegang erat pundak Zavier.
Daisy membalikkan badannya dan berkata. "Adara, sekali lagi aku ucapkan terimakasih, dan terimakasih juga karena berkat dirimu Ruby bisa bersamaku"
"Terimakasih kembali. Aku juga merasa kalau Ruby lebih baik bersama ibunya" Sindir Adara tersenyum
Ruby menatap Adara dan menangis, sebenarnya Adara tidak rela harus berpisah dengan gadis kecil itu. Namun ia tidak mempunyai hak mencegah ibu Ruby membawa gadis kecil itu.
__ADS_1