A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 08


__ADS_3

Ruby berlari menyambangi Adara yang hendak pergi ke klinik. Tangan gadis itu menarik pelan ujung baju Adara.


"Lihat siapa ini. Ruby, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Adara tersenyum, "Aku ingin itu" Pinta Ruby menunjuk gelang kecil yang melingkar di pergelangan tangan Adara


"Ini?" Ruby mengangguk.


Adara mengangkat kedua sudut bibirnya, ia melepas salah satu gelang tersebut lalu memakai kan nya di pergelangan kecil Ruby.


"Cantik sekali" Ucap Adara, "Kau senang?"


Ruby lagi-lagi mengangguk. "Terimakasih"


Adara merangkul pundak Ruby. "Kau ingin pergi kemana sekarang?"


"Menemui ayah. Ayah datang untuk menemuiku dan juga menemui Molly (kelinci kesayangan nya)" Jawab Ruby, "Jadi kau jalan pagi-pagi untuk mengambil fotonya Molly?" Tanya Adara


Ruby menggelengkan kepalanya.


"Tidak?"


Ruby mengacungkan jempol nya. "Aku ingin ayah, putri Ruby dan Molly dalam satu foto"


"Hm..bagus sekali"


"Ayah akan pergi 2 hari lagi, jadi aku ingin Molly bersama dengan ku" Ujar Ruby, "Molly adalah milik mu, kau bisa mengambilnya kapan saja" Balas Adara

__ADS_1


"Sebentar sebentar" Ruby mengarahkan kamera yang ia pegang ke Adara.


"Apa?"


Cekrek


Adara paham dan langsung melakukan beberapa berpose.


"Kenapa kamu mengambil fotoku, Sayang. Aku tidak akan pergi kemana-mana. Aku akan ada disini" Urai Adara, "Ayah bilang pada nenek, semua orang akan pergi seperti ibu" Celetuk Ruby


Adara melihat kesedihan di mata Ruby, kedua tangannya merentang dan membawa gadis kecil itu kepelukan nya.


"Dengarkan aku, Ruby. Aku tidak akan kemana-mana, aku punya ide yang sangat bagus untukmu. Aku akan menyiapkan Molly sekarang, aku akan membuatnya menjadi cantik" Ujar Adara


"Cantik?"


"Itu tidak mungkin, aku sudah berurusan dengan perusahaan mu selama 5 tahun dengan syarat dan kondisi ku" Ucap Zavier kepada seseorang di telfon


Ruby menatap sendu sang ayah, dan Felicity pun melihatnya.


"Aku sudah bilang apa yang ku bisa dan tidak bisa ku lakukan. Kau bisa setuju atau tidak, semua itu tergantung padamu"


"Zavier tutup telfonnya" Tegur Felicity, "Ibu ini sangat penting" Balas Zavier, "Aku susah bilang, aku tidak mau kompromi"


"Zavier aku bicara padamu!" Felicity kesal.

__ADS_1


"Aku akan menelfon mu lagi nanti" Kata Zavier, "Lihat, putrimu sedang puasa dan kau harus mengakhiri nya" Ujar Felicity


"Ibu aku akan melakukannya" Jawab Zavier malas


"Kau mengertikan, sudah cukup, ayo suapi dia" Suruh Felicity, "Ibu aku sedang bicara di telfon" Kata Zavier


"Kenapa?" Felicity bangkit dari duduknya. "Dia putrimu, apa kau tidak bisa mengurusnya sebentar saja. Sejak kau tiba, kau selalu bekerja dan selalu bicara di telfon. Berikan sedikit waktu, lihat, kau punya tanggungjawab padanya, kau tidak kasihan pada anakmu sendiri"


"Iya, Ibu. Tapi pekerjaan ku sangat penting"


"Ohya? Kerjaan lebih penting bagimu, apa lebih penting dari pada putrimu sendiri"


"Ibu—


"Jangan cari alasan, aku sangat sibuk, suapi putrimu!" Seru Felicity


Dengan ogah-ogahan, Zavier menutup laptopnya. Ia mulai menyuapi Ruby, namun tangannya berhenti saat melihat tahi lalat Ruby yang ada di dagunya.


"Kau sudah besar, belajar lah untuk makan sendiri" Zavier beranjak dari duduknya.


"Ayah, aku ingin memperkenalkan Ayah pada temanku, dia sangat cantik dan lucu" Ujar Ruby


"Siapa?"


"Molly"

__ADS_1


"Ayah sudah terlambat."


__ADS_2