
Zavier duduk di tepi ranjang Ruby, tangannya mengulur ragu untuk menyimbak rambut panjang Ruby yang menutupi wajahnya. Tangan Ruby bergerak, sebuah gelang terlepas dari genggaman Ruby.
Zavier mengambil gelang tersebut, memerhatikan nya sejenak lalu memilih keluar dari kamar Ruby membawa gelang tadi.
Adara keluar dari kamar mandi dan melihat Anchie masih merebah nyaman di atas kasur.
"Kau masih tidur juga" Ucap Adara, "Ingin pergi kemana nanti?"
"Aku akan menjahit beberapa gaun ku, bibi memberiku nomor-nomor penjahir bagus, ya nanti tinggal aku pilih yang mana" Jelas Anchie, membuat Adara yang sedang sibuk menata rambutnya terhenti.
"Sebentar, sejak kapan kau tertarik memakai gaun?" Selidik Adara
"Ee..tentu saja karena...aku juga ingin terlihat cantik, itu saja" Jawab Anchie berusaha tenang.
Di perusahaan, Lesham sedang sibuk memilih perhiasan untuk di berikan pada seseorang. Zavier datang dan bergabung.
"Lesham, untuk siapa gelang ini?" Zavier bertanya.
"Sebenarnya Zavier, ini untuk klien ibuku, maksudku dia teman ibuku. Ibu meminta membeli kan ini untuk nya. Aku tidak punya waktu untuk berbelanja, jadi aku meminta mereka datang kesini" Urai Lesham
Zavier mengangguk dan teringat dengan gelang yang terlepas dari genggaman Ruby.
"Baiklah, tolong bantu aku. Belikan satu untukku, aku ingin membelikannya pada seseorang" Ujar Zavier, "Untuk siapa?" Tanya Lesham
"Gelang ini cocok untuk wanita yang istimewa, Pak" Salah satu petugas perhiasan menyodorkan sebuah gelang kepada Zavier.
__ADS_1
Lesham yang mengerti perubahan raut wajah Zavier pun berkata. "Ee..saat ini tidak ada wanita istimewa dalam hidupnya, jadi—
Drrttt
Ponsel Zavier berdering, dengan segera sang pemilik menjauh dan menerima telfon tersebut.
"Dia seperti kakak ku, jika ada wanita istimewa dalam hidupnya, aku akan tau. Tapi saat ini tidak ada wanita dalam hidupnya" Ungkap Lesham, "Kemungkinan nya sangat kecil"
Di rumah, seorang IRT mengambil beberapa jas yang menumpuk di ruang tengah.
"Kalau pakaian ini tidak kotor kenapa harus di cuci" Ucap sang IRT
"Tunggu, jangan di cuci" Larang Felicity, "Tidak usah di cuci? Oh baiklah" Kata sang IRT
"Dengarkan aku, dengar. Apa kau sudah memeriksanya dengan baik, berapa kali aku harus katakan, periksa kantongnya dulu. Terakhir kali ada yang 400 ribu di dalamnya. Kau tidak ingat apapun" Omel Felicity, telapak tangan Felicity merogoh saku jas milik Zavier dan menemukan sebuah gelang.
Di tempat lain, Lesham merasa kesal dengan gadis yang sekarang sedang bersamanya.
"Anchie, mereka polisi, mereka bisa memenjarakan kita" Tegur Lesham, "Kita berdua akan di hukum"
"Waw..kau dan aku dalam penjara? Ah..seru sekali!" Seru Anchie kegirangan, "Dasar tidak waras! Kau memang tidak punya akal. Kadang-kadang aku bertanya, oh Tuhan, kenapa hanya dia wanita satu-satu nya yang aku cintai" Keluh Lesham
Anchie memeluk lengan Lesham dan menyenderkan kepalanya di bahu sang pria.
"Oh ya, apa yang kau katakan pada kakak mu sebelum datang kemari?" Tanya Lesham, "Aku bohong padanya" Jawab Anchie singkat
__ADS_1
"Kenapa?" Lesham melepas pelukan Anchie. "Kau bisa bilang kalau kau saat ini sudah memiliki seorang kekasih"
"Dasar, itu tidak mungkin!"
Lesham merogoh sakunya dan mengambil sesuatu dari dalam sana. "Ini, aku menabung selama 3 bulan untuk membelinya"
"Aku tidak mau"
"Apa? Hei, apa maksudmu tidak mau? Apa yang kau inginkan" Tanya Lesham
"Makanan pinggir jalan, apa kau lupa? Kita pertama kali bertemu di sana setahun yang lalu, aku tidak punya uang kembalian" Pungkas Anchie
"Ya Tuhan, maafkan aku. Aku telah menabung 3 bulan gajiku untuk membeli gelang ini untukmu dan sekarang kau malah bilang ingin makan pinggir jalan? Apa maksudmu?" Dengus Lesham
"Lesham, makanan pinggir jalan memang murah. Tapi kesenangan menikmatinya bersama-sama dan kenangan kita, itu tidak ada duanya. Dan tidak ada yang bisa merebut kenangan itu dari kita dan tidak ada yang bisa memilih nya" Sambung Anchie
Lesham mendekat, lelaki itu meriah kedua tangan Anchie. "Apa kau ingin menikah dengan ku?"
"Pertama aku harus yakin dulu kau pilihan terbaik atau tidak, lagipula aku tidak percaya dengan pria" Ujar Anchie santai, lalu kembali masuk ke dalam mobil
"Luar biasa, aku tidak percaya ini" Lesham masuk ke mobil. "Jadi, itu alasan mu datang dari kota C ke sini?"
"Ayolah Lesham, kau sudah tau kenapa aku datang kemari. Agar kita bisa menikah secepat mungkin" Lontar Anchie
Lesham terkekeh.
__ADS_1
"Tapi masalahnya, keluarga ku tidak tau tentang kita" Tambah Anchie, "Lalu apa rencananya?" Tanya Lesham
"Hanya ada satu orang yang bisa membantu kita" Balas Anchie.