
Malam harinya, teman-teman Anrez merasa panik, ia takut jika polisi menangkap mereka.
"Teman-teman, tenanglah. Ini bukan pertama kalinya kita melakukan hal seperti ini, jangan terlalu di pikirkan" Ucap Anrez santai sambil menyesap kopinya, tangan pemuda itu merogoh sakunya. "Ini uang untuk kalian, sementara ini kalian bisa bersembunyi selama beberapa hari"
Teman-teman Anrez mengambil uang itu dan pergi. Beberapa saat kemudian Anrez mendapatkan pesan dari Uzma jika Lesham ingin meminta password komputer nya.
"Gawat, salinan vidio itu ada di sana" Dengan terburu-buru Anrez pulang, tidak lupa ia membayar kopinya tadi.
Sampai di rumah, Anrez melihat Lesham duduk di depan komputer nya. Lesham menghadap ke belakang dan tersenyum melihat Anrez ada di rumah.
"Hei, kemarilah. Aku butuh password komputer mu, aku ingin melacak orang yang sudah menyebarkan vidio itu" Ucap Lesham
"Lesham—
"Saudara Lesham, anda kami tangkap atas kasur penyebaran vidio tak senonoh. Silahkan ikut kami ke kantor polisi" Ucap kepala polisi
"Tapi, Pak. Sungguh, aku tidak melakukan hal itu, wanita dalam vidio itu adalah kekasih ku, mustahil jika aku mempermalukan nya, aku mencintai nya" Lesham berusaha menyangkal.
__ADS_1
"Anda bisa jelaskan itu di kantor polisi, sekarang ikut dengan kami" Balas kepala polisi, meminta anak buahnya untuk membawa Lesham.
"Pak, Lesham tidak bersalah. Dia mencintai Anchie" Sahut Uzma, "Iya, Pak. Tidak mungkin Lesham melakukannya" Imbuh Anrez
"Bawa dia!" Polisi-polisi itu tetap membawa Lesham.
Zavier dan Adara tiba di rumah.
"Terimakasih" Uca Adara
Zavier mengangguk. "Aku bisa membayar sejumlah uang yang kau inginkan asalkan kau bisa memastikan Ruby tinggal bersama ku"
"Maaf. Tapi seharusnya aku membicarakan hal ini pada ibumu" Ujar Zavier, "Kau memang pria yang sangat buruk, Tuan Zavier. Jangan pernah libatkan ibuku dalam cara kotormu itu!" Tegur Adara marah
Tiba-tiba mereka melihat polisi membawa Lesham.
"Apa yang terjadi?" Tanya Zavier bertanya kepada kepala polisi, "Lesham telah melakukan semuanya" Timpal Adara menatap marah Lesham
__ADS_1
"Kau tidak ada bukti untuk itu" Ucap Zavier, "Zavier, aku tidak melakukan apapun, percayalah" Tutur Lesham
"Sebelum penyelidikan selesai kau tidak bisa membawa temanku seperti ini" Ujar Zavier kepada kepala polisi
Kemudian kepala polisi mendapatkan telfon, setelah itu ia meminta anak buahnya untuk melepaskan Lesham.
Lesham bernafas lega. "Terimakasih, Zavier"
"Tidak masalah"
Adara jengkel dengan perilaku Zavier lalu memilih masuk ke rumah.
Carlos dan Ilyas bertemu di koridor, Ilyas berusaha memantapkan hatinya pada keputusan yang akan dia berikan pada Carlos.
"Bagaimana, Tuan Ilyas. Apa kau setuju?" Tanya Carlos, "Sepertinya pernikahan Adara dan Zavier memang harus terjadi, Tuan Carlos" Jawab Ilyas
Carlos senang dengan jawaban Ilyas. "Terimakasih. Saya sempat berfikir kau tidak akan pernah memaafkan Zavier"
__ADS_1
"Tidak, Tuan Carlos. Saya tidak pernah merasa kesal pada Zavier, dia pria yang baik, tidak ada alasan untuk aku menolaknya" Kata Ilyas tersenyum, "Perseteruan antara Adara dan Zavier akan kita tutup dengan pernikahan. Adara, Zavier, dan Ruby akan bisa menjadi keluarga yang bahagia" Tambah Carlos
"Tapi bagaimana dengan keluarga kita? Mereka pasti menentang pernikahan ini" Tanya Ilyas, "Ini tugas baru untuk kita, kita harus bisa meyakinkan mereka" Balas Carlos.