A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 41


__ADS_3

Orang tua Adara sedang memilih cincin pertunangan untuk Zavier. Ada beberapa pilihan di hadapan mereka, namu mereka belum menentukan pilihan yang tepat.


Melihat kesibukan keduanya, Adara mendatangi mereka.


Sofia tersenyum dan berkata. "Dara, lihatlah, kita harus pilih yang mana untuk acara pertunangan?"


"Untuk apa, Ibu? Cincin adalah tanda cinta, tapi pria itu bukan orang yang mengenal arti cinta" Balas Adara kesal, "Adara, Zavier akan mendapatkan cinta darimu" Imbuh Ilyas


"Itu tidak mungkin, Ayah. Dia tidak akan mendapatkan apapun dariku dan tidak akan pernah" Jawab Adara, lalu pergi.


"Suamiku—


"Tidak apa-apa, pernikahan ini pasti sukses, Ruby yang akan menyatukan mereka" Sahut Ilyas yakin.


Ruby merasa senang saat melihat Zavier mengunjunginya. Ia dengan semangat memperlihatkan cincin bertuliskan huruf Z pada sang ayah.


"Ayah, aku yang membuatnya sendiri. Bagaimana, apa Ayah suka?" Tanya Ruby, "Tentu, cincin ini sangat indah. Siapa yang mengajarimu?" Tanya balik Zavier


"Ibu guru, cincin ini untuk Ayah" Gadis kecil itu melepas cincin buatannya dari jarinya dan memakaikannya di jari besar Zavier. Bibirnya mengerucut ketika cincin itu tidak muat di jari Zavier.


Zavier terkekeh. "Karena tidak muat, Ayah akan menyimpannya saja"


"Baiklah, tidak masalah" Balas Ruby

__ADS_1


Daisy muncul dan kesal melihat keberadaan Zavier di depan sekolah Ruby.


"Aku tidak percaya ini, kau diam-diam menemui Ruby tanpa ijin" Ucap Daisy, "Aku tidak memerlukan ijin untuk menemui putriku" Balas Zavier dingin


"Sebaiknya kau urus saja pernikahan mu, biarkan Ruby aku yang urus" Daisy membawa Ruby masuk ke dalam mobil.


"Akan ku pastikan kau dan kekasihmu itu yang akan mengantarkan Ruby ke rumah ku" Zavier menatap sinis mobil Daisy yang mulai menjauh.


Waktu pertunangan tiba, semua anggota keluarga sudah berkumpul di rumah Adara. Calon mempelai wanita keluar dari kamar bersama Sofia.


"Lihat, betapa cantiknya calon istri Zavier" Ucap Danan memuji kecantikan Adara


"Tidak juga" Sahut Felicity ketus


Acara pertunangan pukul 8 malam, namun sudah satu jam berjalan Zavier belum juga menampakkan dirinya. Carlos dan Anrez sudah berusaha menghubungi ponsel Zavier namun tidak aktif. Para tetangga mulai bergosip, pertunangan ini adalah pertunangan ketiga untuk Adara.


"Tolong jaga mulut kalian, kami mengundang kalian datang untuk meramaikan nya dengan hal positif, bukan bergosip yang tidak-tidak" Timpal Afsana tidak terima jika adiknya dihina di rumahnya sendiri.


Adara mengambil ponselnya dari Anchie dan berlari keluar. Ia marah dengan perilaku Zavier yang tak kunjung datang sampai tetangga bergosip tentangnya.


"Adara—


"Ibu mertua, biar aku saja yang menyusul Adara" Ucap Chandra mencegah Sofia yang hendak menyusul Adara keluar.

__ADS_1


Di kediaman Liano, Daisy kesal karena Adara tidak bisa di hubungi. Liano datang dan bingung dengan raut wajah Daisy yang tidak mengenakkan.


"Ada apa, Sayang?" Tanya Liano, "Aku dari tadi berusaha menghubungi Adara, tapi ponselnya tidak aktif" Jawab Daisy


"Bukankah malam ini dia bertunangan? Dia pasti sedang sibuk sampai dia tidak bisa menerima panggilan darimu" Kata Liano menjelaskan, "Bukan itu, aku curiga kalau Adara dan Zavier memiliki hubungan. Liano, jika mereka memiliki hubungan, sudah pasti kita kalah dalam memenangkan hal asuh Ruby" Balas Daisy cemas


"Begini saja, kita datang kesana untuk mengucapkan selamat atas pertunangan nya. Untuk memastikan saja" Usul Liano


"Bukan ide yang buruk."


Chandra berlari ke arah Adara yang ingin masuk ke dalam mobil.


"Adara tunggu!"


"Tidak, Kak. Dia sudah sangat keterlaluan" Ucap Adara marah, "Aku tau, tapi kau tidak bisa meninggalkan para tamu. Kita tunggu Zavier sebentar lagi" Kata Chandra


"Kakak tidak dengar tadi di dalam? Mereka mulai bergosip lagi, perasaan ayah dan ibu pasti terluka dan itu gara-gara pria itu" Urai Adara menahan air matanya


"Ayolah, aku tidak suka dengan air mata mu. Jika dia tidak datang, bukakah dia yang rugi?" Adara mengangguk setuju.


"Terimakasih" Adara memeluk Chandra sebagai ucapan terimakasih karena sudah membuatnya tenang.


Daisy tersenyum dari dalam mobil, ia bernafas lega setelah melihat Adara dan Chandra yang ia kira adalah tunangan Adara.

__ADS_1


"Kau tenang sekarang?" Daisy mengangguk.


"Kita pulang sekarang."


__ADS_2