A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 33


__ADS_3

Zaki dan Zora tiba di rumah Zavier dan Lesham menyambutnya. Tidak lama Zavier datang.


"Selamat datang" Ucap Zavier memeluk tubuh tegap Zaki, pria itu memperkenalkan Zaki dan Zora kepada anggota keluarga yang lain.


"Selamat hari pernikahan, Tuan/Nyonya Abigail. Senang sekali bisa melihat pasangan bahagia seperti kalian" Ucap Zora tersenyum


"Terimakasih banyak, terimakasih karena sudah mau menyempatkan waktu datang kemari" Balas Felicity senang


Sementara Lesham terus berdoa dalam hati agar Zaki dan Zora tidak menanyakan Adara dan Ruby.


Adara datang bersama Ruby, Felicity gembira melihat kedatangan cucu perempuan nya. Adara sendiri syok melihat Zaki dan Zora juga ada di sana.


"Astaga, apa aku harus berakting lagi?" Gumam Adara kesal


Zavier dan Lesham melihat keberadaan Adara merasa lega, mereka tidak perlu berbohong saat Zaki dan Zora bertanya dimana Adara sekarang.


Ilyas dan Anchie melihat kebersamaan Zavier dan Adara, Anchie menduga jika kedekatan mereka karena adanya Zaki dan Zora yang sekarang sedang mengobrol dengan pasangan pura-pura itu. Namun cara pandang Anchie berbeda dengan Ilyas, pria paru baya itu salah paham dengan Zavier dan Adara.

__ADS_1


Anchie ingin mendekat, namun Lesham mencegahnya.


"Anchie, tolong jangan lakukan apapun atau akan jadi masalah nantinya" Ucap Lesham, "Aku tidak peduli, aku tidak akan membiarkan pria arogan itu memanfaatkan kakak ku" Balas Anchie jengkel


"Anchie, perlu kau tau, aku dan Zavier tidak pernah memaksa Adara melakukan ini" Balas Lesham.


Zavier berbisik pada Adara. "Maaf, dan terimakasih atas kedatangan mu"


"Sudah cukup, aku tidak ingin melakukannya lagi" Balas Adara sinis, "Proyek dengan Tuan Zaki sangat penting, hubungan ini hanya formalitas" Tambah Zavier.


"Ibu, kita harus menghentikan Adara menemui Ruby atau dia akan memperalat Ruby agar bisa dekat dengan kakak" Ujar Uzma, "Kau benar, sebaiknya kau datangi gadis tidak tau diri itu" Kata Felicity


Uzma mengangguk dan bersiap mendatangi Adara, namun lagi-lagi Lesham menghentikannya.


"Jangan lakukan apapun, saat ini kita butuh Adara. Hanya Adara yang bisa membantu Zavier mendapatkan kontrak kerja dari tuan Zaki. Tolong kerjasama nya" Urai Lesham


"Apa maksudmu?" Tanya Felicity, "Nanti akan ku jelaskan, Bi. Untuk saat ini biarkan Adara bersama Zavier dan Ruby" Jawab Lesham.

__ADS_1


Afsana mendatangi ibunya dan mengatakan jika tadi dia melihat Adara bersama Zavier.


"Ibu, aku sungguh melihat Adara bersama pria itu" Ucap Afsana, "Ini tidak bisa di biarkan, Ibu yakin pasti ini siasat baru keluarga itu" Kata Sofia berapi-api


Felicity langsung mengerti melihat kedatangan Sofia, ia tidak ingin putranya gagal dalam pekerjaannya, jadi sebelum Sofia masuk ke rumah, Felicity langsung membawa wanita paru baya itu menjauh.


"Apa-apaan kau ini? Lepaskan!" Sofia menghempaskan tangan Felicity.


"Untuk kali ini aku memohon padamu, jangan merusaknya. Putraku saat ini butuh bantuan putrimu, ini permintaan seorang ibu" Ujar Felicity, untuk pertama kalinya Felicity menyatukan kedua tangannya kepada Sofia.


Zaki dan Zora sangat bahagia bisa melihat kebersamaan Zavier dan Adara.


"Kalian memang pasangan yang serasi, di tambah lagi Ruby yang menggemaskan, keluarga kalian sangat sempurna" Zaki memberikan pujian.


Keduanya hanya tersenyum.


"Lesham, bagaimana persiapan penerbangan nya? Apa semuanya sudah beres" Tanya Zavier, "Sudah, dan sepertinya jalanan akan macet dan membutuhkan waktu lebih lama menuju ke bandara. Sementara penerbangan satu setengah jam lagi" Jawab Lesham, bermaksud agar Zaki dan Zora segera pulang ke hotel.

__ADS_1


__ADS_2