
Anrez bersama teman-teman nya sekarang sedang berkumpul di sebuah cafe, tadi malam ia mendapatkan sesuatu yang bisa ia gunakan untuk membalas Lesham. Ia masih ingat bagaimana panasnya tamparan Zavier karena Lesham.
"Lesham, lihat apa yang akan ku perbuat padamu" Ucap Anrez tersenyum miring.
Lesham dan Anchie saat ini berada di taman yang biasa mereka tempati untuk temu janji.
"Kau memintaku kemari untuk apa? Apa ada masalah?" Tanya Lesham, "Tidak. Aku memintamu kesini karena aku ingin minta maaf pasal tadi malam, aku sudah berbicara kasar padamu" Ujar Anchie
Lesham tersenyum. "Bukan masalah."
Mereka mengobrol dengan santai, tanpa mereka sadari, orang-orang sekitar memerhatikan mereka dengan senyuman yang aneh.
Cittt
Chandra mengerem mobilnya dengan kasar, pria itu meradang saat melihat Lesham dan Anchie bertemu, ia turun dari mobil dan langsung melayangkan tamparan ke wajah Lesham.
"Pria macam apa kau?!! Setelah apa yang kau perbuat kau masih berani bertemu dengan adikku!!" Chandra marah, ayah satu anak itu terus memberikan pukulan pada Lesham.
"Chandra, apa yang terjadi. Kenapa kau memukul ku?" Tanya Lesham bingung, "Kau masih bertanya apa yang ku lakukan padamu?! Pria seperti mu tidak pantas untuk hidup!!" Balas Chandra kembali memukul Lesham
Anchie menarik tangan Chandra. "Kakak, sudah! Apa yang Kakak lakukan?"
__ADS_1
"Kau tau apa telah dia perbuat? Lihat ini, setelah itu putuskan apa yang ingin kau lakukan padanya" Chandra menyodorkan ponselnya untuk menunjukkan sesuatu pada Anchie.
"Lihatlah gadis itu, dia masih punya nyali untuk menunjukkan wajahnya di tempat umum" Orang-orang mulai menghina Anchie.
"Diam! Pergi kalian semua!!" Chandra mengusir mereka semua.
Anchie terkejut, begitupun juga dengan Lesham. Vidio itu berisi vidio kurang senonoh antara Anchie dan Lesham di dalam mobil.
"Tidak, Anchie. Aku tidak mungkin melakukan hal rendahan seperti ini, tolong percaya padaku" Ucap Lesham serius
"Tidak mungkin? Apa untuk balas dendam pada Anchie kau membuat vidio konyol seperti ini, Lesham? Aku bersyukur adik ku tidak jadi bertunangan dengan mu! Ayo, Anchie. Kita pergi" Chandra mengajak Anchie masuk ke dalam mobil.
Zavier sedang membicarakan masalah hak asuh Ruby dengan pengacara nya, Guna. Tiba-tiba Adara datang dengan amarah.
"Dimana Lesham?! Aku ingin bertemu dengan nya!" Uca Adara marah
Zavier berdiri dari duduknya. "Apa yang kau lakukan? Kau datang dan marah-marah"
"Beritahu sekarang dimana Lesham berada?" Tanya Adara dengan nada normal namun matanya masih ada kilatan amarah.
"Katakan padaku apa yang Lesham lakukan sampai membuatmu marah-marah seperti ini?" Tanya balik Zavier
__ADS_1
Chandra datang bersama Lesham, pria itu mendorong kuat tubuh Lesham hingga tersungkur di kaki Zavier.
"Perbuatan memalukan yang sudah dia lakukan tidak bisa di maafkan, hukuman apapun tidak akan mengubah apapun!!" Ujar Chandra murka, "Katakan padaku, apa yang sudah Lesham lakukan" Tanya Zavier, ia sungguh bingung dengan semuanya
"Lihat ini" Chandra menunjukkan vidio tersebut.
"Ini mustahil, Lesham tidak akan melakukan hal itu" Kata Zavier tidak percaya, "Setelah melihat ini kau masih mengatakan dia tidak melakukannya? Memangnya siapa lagi jika bukan dia? Anchie? Untuk apa dia mempermalukan dirinya sendiri?" Sahut Adara menata tajam Lesham
"Zavier, aku benar-benar tidak melakukannya. Sungguh" Ucap Lesham menyatukan kedua tangannya, "Aku percaya padamu" Balas Zavier
Chandra terus meradang. "Ini kejahatan, Zavier!! Adik ku yang jadi korbannya!!"
"Cukup!! Kalian keluar dari rumahku!" Bentak Zavier mengusir Adara dan Chandra
"Ingat, Tuan Zavier. Setelah semua ini, aku akan membantu Daisy untuk mendapatkan hak asuh Ruby. Aku berjanji tidak akan membuat Ruby kembali ke rumah ini lagi" Setelah mengatakan itu, mereka berdua pergi.
Lesham mengejar mereka.
"Adara, percayalah. Aku tidak melakukan itu, aku mencintai Anchie, aku—
"Jangan pernah kau sebut nama Anchie lagi, Lesham" Sahut Adara menegur Lesham.
__ADS_1