A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 18


__ADS_3

"Ibu tenang saja, aku sudah memilih kan gadis untuk kakak. Gadis itu sangat cocok, dan aku yakin itu" Ucap Uzma sembari menjemur baju, "Dan Ibu tau, gaya gadis itu sangat modern"


Tidak lama dari itu, Uzma menatap ke bawah dan melihat Zavier dan Adara keluar dari bajaj yang sama.


"Ibu cepat kesini!"


"Ada apa?" Tanya Felicity cuek


"Cepat!"


"Astaga! Ada ap—" Sama halnya dengan Uzma, Felicity pun kaget.


"Ya Tuhan, apa yang anak itu lakukan" Felicity kesal melihat Zavier dan Adara bersama.


"Ibu tidak perlu khawatir, aku punya acara agar gadis itu menjauh dari kak Zavier" Sahut Uzma.


Di sebuah restoran ternama, Liano, Daisy, teman perempuan Liano–Natu (jurnalis)–sedang mengadakan makan malam bersama.


"Ini penghargaan terbesar tahun ini, kau tau apa yang akan ku menangkan kali ini" Ucap Liano, "Ayolah, kenapa kau begitu rendah hati, kita semua tau apa yang akan terjadi nanti. Lagi pula, kau selalu memenangkan penghargaan ini setia tahunnya. Tidak ada yang perlu di khawatirkan" Urai Natu


"Mari bersulang!" Mereka bertiga bersulang ria.


"Aku lihat caramu mengalahkan semua pebisnis, tentu saja banyak yang iri" Kata Natu, "Natu, mereka tidak akan bisa menang bersaing dengan seorang Liano. Aku tidak pernah peduli keirian mereka padaku, orang seperti ku, menang adalah kebiasaan" Lanjut Liano tersenyum senang

__ADS_1


"Jangan khawatir, juri ada dalam kendaliku. Kau bisa merencanakan pesta untuk kemenangan mu. Dan Daisy, kau pasti sudah memilih gaun terbaik untuk pesta nantikan?" Tanya Natu, "Tentu. Kau tau kan, Liano sangat mencintai ku, dia akan selalu memenuhi keinginan ku" Jawab Daisy


"Aku akan memberikan petunjuk untuk tim ku, seperti setiap tahun, hanya kau yang akan mendapat liputan khusus. Kau tau Liano, siapakah saingan mu tahun ini?" Ujar Natu


"Siapa?" Daisy bertanya.


"Tuan Zavier"


Liano terkejut dengan nama yang baru saja Natu ucapkan. Begitu pula dengan Daisy yang tak kalah terkejut.


"Setelah tau hal ini, ada yang ingin kau katakan?"


"Ya. Aku sudah merebut banyak hal dari pria itu, dan kali ini akan kembali terjadi. Karena kemenangan ku lah yang akan di liput seperti tahun tahun sebelum nya" Ungkap Liano, "Benar sekali, kita akan tau, pacar cantik mu ini dulu adalah istri dari Zavier, sekarang dia mantan istrinya" Timpal Natu


Keesokan harinya, Sofia membawa sepiring kue untuk di bagikan ke para tetangga sebagai tanda kebahagiaan atas pertunangan Adara.


Ting tong!


Ceklek


"Kau?" Felicity menatap sinis Sofia yang tengah tersenyum kepadanya.


"Ini kue untukmu, aku punya kabar baik" Ucap Sofia senang sambil menyodorkan sepiring kue kepada Felicity

__ADS_1


"Kabar baik?"


"Ya. Putriku akan bertunangan, putramu belum mendapat jodoh tapi putriku menemukan calon suami yang sangat luar biasa. Sekarang kau percaya kalau Adara tidak tertarik dengan putramu yang sombong itu. Putriku tidak akan pernah menikah dengan putramu itu" Ejek Sofia


Felicity kesal dengan apa yang di katakan oleh Sofia.


"Sudahlah, kau tetap tetangga kami, tetangga yang buruk. Tapi mau bagaimana pun juga terima kue ini. Ambil ini dan bagikan ke seluruh anggota keluarga mu" Sofia meletakkan piring berisi kue kue tadi di tangan Felicity.


"Dan aku akan berdoa untuk putramu agar segera mendapat jodoh, tapi melihat sifatnya, sepertinya harus lebih sering-sering berdoa agar Tuhan segera memberinya teman hidup" Tidak ingin berlama-lama lagi, Sofia kembali ke rumah.


"Hei! Jangan sombong, putra ku itu yang terbaik" Mendengar Felicity berteriak, Carlos keluar.


"Kenapa ribut-ribut pagi-pagi begini?" Tanya Carlos, "Diam, aku akan memberikan pelajaran pada tetangga kita itu, mereka baru saja menghina putra kita karena sampai sekarang putra kita belum juga menikah, sedangkan putri mereka besok akan bertunangan, aku tidak akan menerimanya begitu saja!" Felicity menghentakkan kakinya, dan masuk ke kamar.


Carlos menghela nafas panjang, ia berdiri di depan pintu apartemen keluarga Adara dan menekan bel.


Ting tong!


Ceklek


"Tuan Carlos" Ayah Adara, Ilyas–terkejut melihat kedatangan Carlos.


"Tuan Ilyas, putri mu akan segera bertunangan, selamat untukmu" Ucap Carlos mengulurkan tangan nya, Ilyas dengan senang hati berjabat tangan dengan suami Felicity itu.

__ADS_1


"Terimakasih."


__ADS_2