A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 44


__ADS_3

Adara tiba di hotel, ia mencari tahu apakah Zavier sudah tiba di sana atau belum pada bagian resepsionis. Uzma muncul sambil menenteng sebuah koper.


"Halo, Nyonya muda Abigail. Aku akan mengantarmu pada kakakku, ayo, pasti dia sudah menunggu di kamar" Ucap Uzma menggoda Adara, wanita itu membawa Adara ke lift.


Di dalam lift, Uzma bercerita tentang pengalamannya di malam pertama.


"Aku sudah menyiapkan linger** di dalam sini, pakailah nanti agar kau terlihat seksi" Ucap Uzma tersenyum mengingat semuanya, "Dan ya, jangan lupa wangi-wangian agar kakak ku tertarik denganmu"


Adara hanya diam, ia begitu malu.


Kemudian lift terbuka, Uzma memberikan koper yang ia bawa kepada Adara.


"Itu kamar yang sudah ku pesan untuk kalian, pergilah" Ucap Uzma, "Aku sendiri?" Tanya Adara


"Tentu. Kau ingin aku tetap bersamamu? Sangat konyol. Sudah, aku harus pergi sekarang. Semoga berhasil" Uzma kembali masuk ke dalam lift, sebelum lift tertutup, Uzma mengacungkan jempol pada Adara.


"Astaga, aku terjebak disini" Keluh Adara, ia menatap pintu kamar dengan papan bertuliskan 'King suite'


Baru saja Adara masuk, seorang pelayan hotel datang memberikan sebuah paket kepada Adara.


"Apa ini" Karena penasaran, Adara pun membukanya.


"What? Ini..dasar, semua pria memang sama saja, apa ini janji yang di buat untuk Ruby?" Gerutu Adara saat mendapati isi paket tersebut adalah alat kontrasep**

__ADS_1


"Apa kau disana?" Tanya Zavier dari dalam kamar mandi


"Ya!"


"Apa pesanan ku sudah datang?" Tanya Zavier lagi, "Jadi benar kau yang memesannya?" Tanya balik Adara


"Ya, cepat berikan, aku sudah tidak tahan" Pinta Zavier kepada Adara, "Apa masalah mu, Zavier? Sampai kapanpun aku tidak akan memberikan pesanan mu" Jawab Adara kekeh


"Kau ingin aku mati muda? Cepat berikan, aku benar-benar sudah tidak tahan!" Zavier kesal, ia benar-benar membutuhkan obat itu untuk meredakan sakit perutnya.


"Ini salah, kau tidak bisa melakukan ini padaku. Kita sudah sepakat bukan?" Imbuh Adara


Zavier keluar dari kamar mandi dengan kesal, ia berusaha meraih bungkusan yang di sembunyikan Adara.


"Mana aku tau, kau yang memesannya" Balas Adara kesal


"Tidak berguna, untuk apa aku memesan ini? Perutku sedang sakit, aku tadi pesan obat sakit perut, kenapa yang datang obat konyol ini" Zavier membuangnya ke lantai.


Pagi harinya, Sofia mengambil koran yang terselip di gagang pintu, bersamaan dengan itu, Felicity keluar dari rumah.


"Halo, Besan" Sapa Sofia ramah


"Halo juga" Balas Felicity tersenyum

__ADS_1


"Begini, kita sekarang kan sudah menjadi keluarga, jadi sekarang kita hentikan pertengkaran kita" Ujar Sofia, Felicity tersenyum aneh. "Itu tidak mungkin, sampai kapanpun aku tidak akan menghentikan pertengkaran kita"


"Ya Tuhan! Orang macam apa kau ini" Sofia kesal.


Felicity tertawa melihat kekesalan Sofia, ia bahagia bisa membuat Sofia kesal. Carlos keluar dari rumah saat mendengar suara Felicity dan Sofia, ia takut jika keduanya kembali bertengkar.


"Halo, Nyonya Sofia"


Sofia tidak membalas, wanita paru baya itu memilih masuk ke dalam rumah.


Carlos tau apa masalahnya, ia melirik ke arah istrinya yang masih tertawa.


"Kau ini, akhiri saja perseteruan kalian. Semua akan damai" Ucap Carlos, "Tidak, Suamiku. Hidupku akan sangat bahagia jika bisa bertengkar dengan besan ku itu" Balas Felicity bahagia.


Zavier dan Adara kembali ke rumah. Keluarga Abigail senang melihat kehadiran mereka.


"Adara, pergi ke kamar dan kembali untuk sarapan bersama. Tisa, antar Kakak ipar mu ke kamarnya" Ucap Felicity kepada anak bungsunya


"Baik, Ibu. Ayo, Kakak ipar" Tisa dengan senang hati mengantar Adara ke kamar Zavier.


Adara masuk ke kamar sambil menyeret kopernya, ia melihat Zavier sudah rapi dengan jas kantor nya.


"Dimana aku harus menaruh bajuku?" Tanya Adara, "Carilah, lemari yang ada di kamar ini adalah milikku" Jawab Zavier enteng

__ADS_1


"Sangat menyebalkan, apa selamanya aku harus menaruh pakaian ku di koper?" Tanya Adara lagi, "Itu urusanmu. Cepat bersiap, semua orang menunggu untuk sarapan" Kata Zavier lalu keluar dari kamar.


__ADS_2