
Zavier pulang dengan lunglai, Adara menatapnya. Lelaki itu duduk dan meraih remot TV.
"Ruby sedang tidur, jangan nyalakan TV nya" Ucap Adara mencegah Zavier, tanpa membantah, Zavier menurut.
"Kau ingin ku buatkan kopi?" Adara menawarkan.
"Tidak. Aku akan membuat teh saja" Jawab Zavier, berjalan ke dapur. Adara mengikutinya.
Zavier membuka semua rak dan juga laci yang ada di dapur untuk menemukan teh dan juga gula. Adara menghela nafasnya kemudian membantu Zavier.
"Aku bisa sendiri" Ucap Zavier tanpa melihat Adara "Baiklah" Balas Adara meletakkan box teh dan juga toples gula di depan Zavier
Air sudah mendidih, namun Zavier masih tenggelam dalam lamunannya. Adara melihat itu, namun ia tetap diam. Ia tidak ingin bertengkar dengan Zavier hanya karena hal kecil.
"Ekhem!"
Zavier tersadar, ia mematikan kompor tersebut. Tanpa berpikir panjang, Zavier memegang panci panas itu dan alhasil tangannya melepuh.
__ADS_1
"Ashhh"
"Astaga" Adara mendekat dan memeriksa telapak tangan Zavier, wanita muda itu membuka lemari es dan mengambil es batu dan merendam tangan Zavier.
Melihat kepedulian Adara, membuat Zavier teringat dengan masa lalunya bersama Daisy.
"Dulu aku pernah terluka seperti ini, tapi Daisy tidak peduli sama sekali" Ucap Zavier membuat Adara menatapnya, lelaki itu menarik tangannya.
Anchie bersama Molly berada di lantai bawah apartemen. Tidak lama kemudian, ia melihat Lesham datang dengan membawa beberapa dokumen di tangannya.
"Hai" Lesham menyapa.
"Apa yang kau lakukan disini bersama Molly?" Tanya Lesham, "Bukan apa-apa, hanya ingin jalan-jalan" Jawab Anchie
"Oh ya, aku dengar akan ada perlombaan di lapangan depan. Lomba apa?" Tanya Lesham lagi, "Kalau tidak salah lomba karambol, kenapa?" Tanya Anchie balik
"Karambol? Hm..sepertinya aku harus mengajak Zavier, dia sangat ahli dalam bermain karambol" Ujar Lesham mengangguk kecil, "Kak Dara juga jago bermain permainan itu. Mm..bagaimana kalau kita atur mereka bermain bersama?" Kata Anchie mengusulkan
__ADS_1
"Boleh juga. Mungkin dengan ini hubungan mereka akan lebih dekat" Balas Lesham menyetujui usulan Anchie.
Lesham datang ke rumah Adara untuk menemui Sofia dan Ilyas untuk memberitahu rencananya tentang pendekatan Zavier dan Adara.
"Itu baik. Kita akan mengatur Adara untuk ikut lomba ini" Ucap Ilyas setuju, "Baiklah. Kita bagi tugas, aku akan membujuk Zavier untuk ikut dan kalian membujuk kakak ipar" Balas Lesham tersenyum senang.
Pukul 15.00, Lesham dan Anchie selesai me-ngeprint poster yang akan mereka sebarkan. Anchie tampak tersenyum puas dengan hasil print tersebut.
"Ini sangat sempurna, Lesham. Aku ingin rencana kita nanti berhasil" Ujar Anchie, "Ya. Aku sudah bosan melihat mereka terus bertengkar" Kata Lesham.
Malam harinya, Zavier dan Lesham mengobrol sambil minum kopi.
"Oh ya, Zavier. Lusa akan ada lomba karambol, kau pasti akan memenangkan nya" Ucap Lesham, "Tidak, aku tidak ingin ikut lomba seperti itu. Aku tidak punya waktu" Balas Zavier
Tiba-tiba Anrez dan Tisa muncul, mereka mendengar percakapan antara Zavier dan Lesham.
"Kakak, Lesham benar. Kau harus ikut mewakili keluarga kita" Ucap Tisa
__ADS_1
"Bagaimana kuliah mu, Anrez" Celetuk Zavier mengalihkan pembicaraan, Anrez diam dan memilih pergi.
Lesham memegang keningnya, ia mencoba memikirkan cara agar Zavier ingin ikut dalam lomba ini. Dirinya tidak akan membiarkan rencananya dengan Anchie hancur begitu saja.