A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 30


__ADS_3

"Kamu kenapa, Adara?" Afsana duduk di samping sang adik.


"Aku mencemaskan Ruby, Kak. Daisy tidak seperti Kakak, aku merasa Daisy tidak membutuhkan Ruby dalam hidupnya. Dia selalu mengatakan banyak hal tentang Ruby, tapi dia tidak pernah ada waktu untuk anaknya" Adara menjelaskan kecemasan nya.


"Dara, setiap ibu itu berbeda-beda dalam menunjukkan kasih sayangnya. Jangan di pikirkan, Ruby akan aman bersama ibunya" Kata Afsana, "Tapi, Kak. Aku sering melihat Ruby menangis dan dia terlihat tidak bahagia seperti saat dia ada disini. Daisy selalu sibuk dengan kehidupan mewah dan impian pernikahan dengan kekasihnya itu" Tambah Adara menatap Afsana


"Tapi kau pernah mengatakan jika Zavier juga tidak pernah ada waktu untuk Ruby" Balas Afsana


Keesokannya, Ruby datang bersama Nazi ke rumah Adara. Gadis kecil itu menangis dan memeluk Adara.


"Sayang, ada apa? Kenapa menangis?" Tanya Adara dengan lembut, "Ruby sedari pagi terus menangis, Nyonya. Saya sudah berusaha menghiburnya, tapi dia tidak mendengar kan" Ucap Nazi menjelaskan


"Bibi, aku tidak mau ke asrama, aku ingin tetap disini" Cicit Ruby, "Tenanglah, tidak akan ada yang mengirim mu ke asrama. Kau akan tetap disini" Ujar Adara menenangkan Ruby, tubuh gadis itu ia angkat dan ia duduk kan di pangkuannya


"Tuan Liano mengatakan sesuatu pada Ruby, dan membuat Ruby tidak bisa tidur semalaman" Kata Nazi, "Apa ibunya tau kalau Ruby kesini?" Tanya Adara


"Lalu di mana ibunya?"


"Nyonya masih tidur, tadi malam tuan dan nyonya pulang dari pesta larut malam" Jawab Nazi

__ADS_1


"Bibi, jangan beritahu siapapun kalau aku kemari. Aku takut ibu dan tuan Liano membawaku ke asrama" Pinta Ruby, "Tidak, Sayang. Ini tidak benar, Bibi harus memberitahu ibumu. Bagaimana kalau ibumu khawatir? Tidak akan terjadi apapun, percaya pada Bibi" Jawab Adara tersenyum.


Sementara Ruby bersama Nazi, Adara datang ke rumah Zavier. Karena pintunya sedikit terbukan dan ia sudah mengetuk pintu tidak ada balasan, Adara memutuskan untuk masuk ke dalam.


"Zav–astaga!" Adara langsung menghadap ke pintu saat melihat Zavier baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan handuk putih yang melilit di pinggang nya.


Sama halnya dengan Zavier, ponsel pria itu hampir jatuh ke lantai saat tiba-tiba Adara masuk ke rumah dan berteriak.


"Apa yang kau lakukan dirumahku?!" Seru Zavier menatap kesal Adara


"Tidak, aku kesini ingin memberitahukan mu kalau Ruby ada di rumahku. Dia ketakutan dan aku berencana ingin membawanya keluar, aku juga sudah memberitahu Daisy tentang Ruby" Urai Adara, "Hm, aku akan ke sana lima menit lagi" Balas Zavier lalu masuk ke kamar.


Adara merasa senang karena Zavier bisa meluangkan waktu untuk Ruby, ia menoleh ke belakang dan melihat Ruby berdiri tegak di ujung tangga.


"Ayo!"


"Tunggu!" Zavier datang, Ruby langsung bersembunyi di balik badan Adara.


"Ruby, kemarilah" Adara menarik pelan tangan Ruby agar mau menyapa Zavier. "Ayo sapa Ayahmu"

__ADS_1


"Halo, Ayah"


"Halo juga, Ruby"


"Bukankah sudah ku katakan kalau aku akan datang, kenapa ingin pergi tanpaku?" Kesal Zavier, "Ayo"


Mereka bertiga sekarang berada dalam satu mobil menuju ke salah satu restoran cepat saji. Cukup memakan waktu karena macetnya kota, mobil milik Zavier berhenti di tujuan.


Ruby dengan senang menggandeng tangan Adara masuk ke restoran, Zavier hanya mengikuti mereka dari belakang.


Seorang waiters menghampiri mereka bertiga dan memberikan buku menu.


"Ruby, kau ingin makan apa?" Tanya Adara memperlihatkan deretan menu makanan yang tersedia, gadis kecil itu menunjuk salah satu gambar yang ada di ujung buku menu tersebut.


"Hanya ini?" Ruby mengangguk.


"Baiklah. Spageti carbonara satu, Baked salmon satu, Risotto satu, Thai red curry shrimp satu, dan minumnya Citrus Squash satu sama milkshake coklat satu. Zavier, kau ingin pesan apa?" Tanya Adara


"Coffee Latte"

__ADS_1


"Baiklah itu saja"


Waiters itu menyebutkan ulang semua pesanan Adara kemudian pergi.


__ADS_2