
"Adara, aku datang kemari ingin mengajakmu untuk melanjutkan pertunangan kita" Ucap Raka serius, Adara tidak bereaksi apapun lalu menjawab. "Sudah? Sebaiknya kau pergi dari sini"
"Tapi Adara—"
"Semua sudah berakhir, tidak ada lagi pertunangan" Sahut Adara meminta Raka keluar dari rumahnya, dengan lesu Raka pun keluar.
Saat keluar Raka tidak sengaja berpapasan dengan Zavier.
"Pak, Adara menolak untuk melanjutkan pertunangan nya dengan ku" Ucap Raka pada Zavier, pria itu tertawa seraya menepuk pundak Raka. "Bagus, itu lebih baik. Hidupmu tidak akan pernang tenang kalau kau menikahi nya"
Adara yang mendengar hal itu langsung menutup pintunya.
Di kediaman Liano, Daisy menyiapkan semua jenis makanan dan minuman untuk Ruby, ia berusaha untuk mendapatkan hati Ruby.
"Ruby, ayo di makan. Ibu menyiapkan semua ini hanya untukmu" Ujar Daisy tersenyum
Liano datang sambil marah-marah. "Daisy, kapan kau akan mengurus ku jika seharian kau asik dengan Ruby? Nazi bisa mengurus Ruby, jangan khawatir" Ucap Liano, kemudian memanggil Nazi
Tidak lama Nazi datang.
"Nazi, tolong jaga Ruby selama aku dan Daisy pergi" Ujar Liano
"Baik, Tuan" Balas Nazi
__ADS_1
"Ruby, Ibu akan segera kembali. Kamu sama Nazi dulu ya" Ujar Daisy, "Nazi, tolong jaga Ruby dengan baik. Kasih apapun yang dia minta"
"Baik, Nyonya."
Lesham memberhentikan mobilnya tepat di depan Anchie. Lelaki itu membuka kaca mobilnya.
"Ayo ikut denganku, kita bicara" Ajak Lesha meminta Anchie masuk ke mobilnya, namun Anchie tidak bereaksi apapun
"Anchie—" Belum juga Lesha menyelesaikan kalimat nya, Anchie sudah pergi.
Liano dan Daisy sampai di tempat pesta, mereka berdua di sambut hangat oleh pemilik pesta (Wira).
"Wah, Tuan Liano. Kekasih mu sangat menawan malam ini" Wira memuji penampilan Daisy
"Hai" Natu menyapa Liano dan Daisy.
"Kau disini?" Tanya Daisy, "Tentu, seorang reporter seperti ku tidak boleh ketinggalan berita tentang pengusaha-pengusaha besar yang sedang berkumpul di dalam sebuah pesta mewah seperti ini" Jawab Natu tersenyum
Anchie juga datang ke pesta yang di kunjungi oleh Liano dan Daisy bersama temannya, Ria. Wira yang melihat keberadaan Ria pun segera mendekat.
"Ria"
"Paman, aku rindu dengan paman" Ucap Ria memeluk sekilas sang paman, "Baiklah baiklah, apa dia teman mu?" Tanya Wira melirik sekilas ke arah Anchie
__ADS_1
"Ah ya, dia temanku, namanya Anchie. Anchie, dia paman ku, Wira" Urai Ria memperkenalkan keduanya
"Halo, Paman" Anchie mengulurkan tangannya
"Hai" Dengan ramah Wira menyambut uluran tangan tersebut. "Kalian nikmati pesta nya, Paman mau ke yang lain dulu"
"Baiklah"
"Hai, Anchie" Sang pemilik nama kaget melihat Anrez dan Lesham ada di belakangnya.
"Kau? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Anchie pada Anrez, gadis itu berusaha mengabaikan keberadaan Lesham. "Haha, aku menggantikan kak Zavier. Dia sibuk" Jawab Anrez santai
"Anchie, aku kesana dulu. Kalian mengobrol saja" Tanpa menunggu jawaban dari Anchie, Ria langsung pergi begitu saja.
"Anchie, ayo kita kesana" Ajak Anrez, Anchie mengangguk setuju.
Anrez mengajak Anchie di sebuah bar mini yang ada di pesta itu.
"Anchie, aku turut sedih dengan apa yang terjadi. Tapi kenapa kau juga ikut menghukum ku? Kita teman bukan?" Ujar Anrez berusaha menarik simpati Anchie
"Ya"
"Tersenyumlah, kalau seperti ini terlihat terpaksa kau berteman denganku" Kata Anrez, Anchie melebarkan senyumnya. "Kau puas?"
__ADS_1
"Sangat puas" Mereka berdua tertawa bersama, tanpa mereka sadari, Lesham melihat semuanya.