
Pagi harinya, Sofia dan Anchie menyiapkan pesta ulang tahun untuk Adara. Mereka akan merayakan ulang tahun Adara di rumah. Chandra, Afsana, dan Cakra datang ke rumah untuk mengikuti acara tersebut.
"Ibu, dekorasi yang Ibu dan Anchie atur sangat indah, kalian memang terbaik dalam hal ini" Ucap Afsana tersenyum lebar
Adara keluar dari kamar dan kaget melihat seisi rumah sudah terhias sangat indah.
"Selamat ulang tahun, Tante Adara!" Cakra berlari dan langsung memeluk Adara.
"Kau? Terimakasih, Sayang" Setelah membalas pelukan Cakra, Adara menghampiri keluarga nya.
"Selamat ulang tahun, Adara" Afsana memeluk sekilas sang adik.
"Makasih, Kak"
"Hei, makin tua saja kau" Adara mendengus mendengar ejekan dari Chandra. Chandra tertawa dan memberikan pelukan singkat pada adik ipar nya itu.
"Selamat ulang tahun, Kak" Anchie, Ilyas, dan Sofia memberikan pelukan hangat mereka secara bergantian pada Adara.
"Terimakasih semuanya, ini sungguh mengejutkan ku" Ucap Adara senang.
Tidak lama kemudian, Adara mendapatkan telfon dari Ruby. Gadis kecil itu mengucapkan selamat ulang tahun kepada Adara, awalnya Adara sempat terkejut karena Ruby mengetahui ulang tahun nya, tapi ia tidak mempermasalahkan hal itu dan mengucapkan terimakasih.
Tidak berbeda jauh dengan keluarga Adara yang mengadakan pesta ulang tahun, keluarga Zavier juga sedang di sibukkan dengan hari pernikahan Carlos dan Felicity.
__ADS_1
Uzma keluar dari kamar dan memberitahu kalau Danan akan datang. Zavier keluar dari kamar dengan pakaian kantor nya.
"Zavier, kau ingin kemana? Di rumah sedang ada acara, kenapa bekerja?" Tanya Felicity, "Pekerjaan ku sangat penting, Ibu" Balas Zavier lalu pergi.
Felicity duduk di sofa single. "Bagaimana kita merayakan perayaan ini tanpa Zavier dan Ruby?"
"Ibu, semua akan kembali seperti sediakala. Ruby akan segera kembali ke rumah ini" Ucap Anrez memegang kedua tangan sang ibu.
Di perusahaan, Zavier, Lesham dan Zaki menandatangani kerjasama mereka.
"Kalau tidak keberatan, apa nanti malam aku bisa datang ke rumah?" Tanya Zaki, "Tentu, kebetulan di rumah akan ada pesta hari pernikahan orang tua Zavier" Jawab Lesham
"Bagaimana Zavier?"
"Aku dapat penerbangan malam hari, setelah ini aku akan ke hotel dan mengajak Zora ke rumah" Ujar Zaki lalu beranjak pergi.
"Maaf, Zavier"
"Kau membuat semuanya menjadi rumit, Lesham. Bagaimana kita bisa membujuk Adara untuk melakukan sandiwara di depan tuan Zaki?" Zavier kesal dengan Lesham yang asal memberikan ijin pada Zaki tadi.
"Berfikir dulu sebelum mengatakan apapun."
Di kediaman Liano, Nazi memberitahu Daisy kalau Ruby sedang sakit gigi. Daisy menelfon Liano untuk menanyakan dokter gigi terbaik untuk merawat Ruby.
__ADS_1
"Ibu, aku tidak mau dokter yang lain. Aku mau bibi Adara saja" Ucap Ruby merengek, "Baiklah, Ibu akan meminta nya untuk memeriksa gigimu" Kata Daisy menyetujui permintaan Ruby.
Daisy membawa Ruby ke klinik dimana Adara melakukan praktek. Mereka langsung masuk ke ruangan Adara karena Adara meminta mereka masuk melalui pesan singkat.
"Tadi pagi dia baik-baik saja, tapi entah kenapa tiba-tiba sakit" Ucap Daisy memerhatikan Adara yang sedang memeriksa gigi Ruby
Saat Adara melakukan pemeriksaan pada gadis kecil itu, Ruby memberikan kode jika dia hanya berakting dan Adara terkejut. Ruby tertawa kecil.
Drrrttt drrrttt drrrttt
"Maaf, aku akan menerima telfon di luar, kau bisa lanjutkan" Daisy keluar dari ruangan tersebut.
Adara berkacak pinggang sambil menatap Ruby yang tertawa.
"Ruby, ini tidak baik, kau sudah berbohong" Ucap Adara menegur Ruby, "Maaf, Bibi. Tadi aku rindu dengan Bibi" Kata Ruby
"Anak nakal, kau harus di beri hukuman" Adara menggelitik pinggang Ruby, gadis kecil itu pun tertawa lepas.
Daisy kembali masuk ke ruangan Adara.
"Adara, aku harus pergi sekarang. Jika tidak keberatan, apa Ruby bisa denganmu sebentar, nanti aku akan menjemputnya kembali" Ujar Daisy terlihat resah, "Ya, tentu saja. Ruby akan aman bersamaku" Balas Adara dengan senang hati
Setelah Daisy pergi, Ruby bersorak-sorai. Begitupun juga dengan Adara, ia bahagia bisa menghabiskan waktu dengan Ruby.
__ADS_1