A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 51


__ADS_3

Dalam sebuah acara yang di hadiri pebisnis-pebisnis senior, termasuk Liano dan Zavier. Dari kejauhan, Liano melihat Zavier sedang duduk sendiri di bar mini yang tersedia di sana.


"Halo, Zavier" Sapa Liano tersenyum sinis sembari menepuk pundak pria itu, Zavier tidak merespon sama sekali


"Hah....mungkin ini saatnya kau tau kebenaran yang selama ini Daisy sembunyikan darimu, ini tentang Ruby" Ujar Liano, membuat Zavier menoleh


"Jangan pernah membawa Ruby dalam pertengkaran kita" Tegur Zavier tak suka, "Apa yang harus ku katakan, Zavier. Dan apa kau pernah berfikir, Ruby anak siapa sebenarnya?" Cetus Liano


Zavier menatap tajam Liano. "Apa maksudmu?!"


"Aku tidak bermaksud apapun, aku hanya ingin kau berfikir, apa mungkin tidak terjadi apa-apa antara aku dan Daisy selama kami bersama? Kau hitung saja umur Ruby dengan berapa lama Daisy bersamaku" Setelah mengatakan hal itu, Liano pergi.


"****!"


Natu sedang bersama dengan Liano dan Daisy di sebuah restoran. Dia tertawa mendengar cerita Liano yang berhasil menumbuhkan keraguan di hati Zavier tentang Ruby.


"Selain licik, kau juga sangat pintar, Liano" Natu memuji Liano.


"Tidak di ragukan lagi, aku sangat mengenal karakter Zavier yang pemarah. Pasti sekarang dia sedang berfikir sangat keras" Kata Liano senang


"Ini tidak benar, Liano. Kau sama saja menghancurkan reputasi ku" Sahut Daisy sebal


"Sayang, ini hanya permainan agar Ruby bisa bersama kita. Kau tenang saja" Ucap Liano menenangkan kekasihnya


"Tapi, Liano—

__ADS_1


"Kau tidak ingin Ruby tinggal bersama kita?" Tanya Liano memotong ucapan Daisy


Daisy membuang nafasnya kasar. "Baiklah."


Di kantor, Zavier mengundang Guna. Ia harus menanyakan hal penting tentang Ruby. Guna menyetujuinya.


"Apa ada masalah?" Tanya Guna, "Mm...begini, aku membutuhkan nasehat mu. Aku...ingin memberikan hak asuh Ruby pada Daisy" Kata Zavier


Guna terkejut. "Apa maksudmu? Kau sudah berusaha keras untuk mendapatkan hak asuh Ruby, tapi kenapa sekarang kau ingin memberikannya begitu saja pada mantan istri mu? Dan apa kau siap menghadapi Ruby, Adara, dan juga hakim?"


"Maafkan aku, aku butuh waktu. Kau bisa pergi" Pinta Zavier


"Baiklah."


Setelah Guna pergi, Zavier teringat kembali dengan ucapan Liano. Ingin rasanya ia melenyapkan pria yang sudah menghacurkan hidup nya itu.


Di lobby kantor, Adara tidak sengaja bertemu dengan Guna. Walaupun bukan hak nya mengetahui tentang masalah pengacara dan clien, namun ia penasaran. Apalagi melihat raut wajah Guna yang sepertinya sedang bingung.


"Guna"


"Nyonya Adara, selamat siang" Ucap Guna ramah, "Mm..ada keperluan apa mau datang kemari? Apa ada masalah" Tanya Adara


Guna terdiam, ia berfikir untuk memberitahu Adara agar mencegah Zavier untuk memberikan hak asuh Ruby pada Daisy.


"Bisa kita bicara berdua, ada sesuatu yang harus ku beritahu" Pinta Guna, "Tentu. Kita ke cafe depan" Balas Adara menyetujui.

__ADS_1


Setibanya di cafe, Guna langsung berbicara pada intinya. Adara syok mendengarkan ucapan Guna.


"Apa? Tidak. Kau tidak bisa menuruti permintaan Zavier yang bod*h itu. Ruby tidak akan kemana-mana. Final!" Ucap Adara dengan nafas memburu


"Kau harus menghentikan Zavier melakukan ini, atau semuanya akan rumit karena hakim menyerahkan hak asuh Ruby padamu" Kata Guna


"Itu pasti."


Malam harinya, Adara keluar dari kamar. Niatnya ke dapur ter-urungkan saat ia tak sengaja mendengar Zavier mengobrol dengan ibu mertuanya.


"Kau tidak bisa melakukan ini, Nak. Kau tega membiarkan Ruby hidup dengan wanita hina itu? Tidak, Ibu tidak bisa membiarkan ini semua" Ucap Felicity tidak terima dengan keputusan Zavier


"Ibu, aku terpaksa melakukan ini. Ruby bukan milik kita, dia milik Liano dan Daisy. Kita tidak hak untuk menahan Ruby bersama kita" Ungkap Zavier menunduk dalam


"Apa maksudmu?"


"Ruby anak Liano, Ibu. Liano sendiri yang mengatakan nya padaku"


"Dan kau percaya?"


Zavier mengangguk ragu. "Mereka sudah bersama bahkan sebelum Daisy hamil Ruby, mustahil kalau tidak terjadi apapun di antara mereka"


"Apapun alasannya, Ibu tidak akan membiarkan mu memberikan Ruby pada mereka. Apa jadinya dengan masa depan Ruby jika dia bersama manusia-manusia tak tau aturan seperti mereka" Tambah Felicity mendengus


Sementara di luar kamar, Adara memahami semuanya. Ia berdecak kesal karena kebodohan Zavier yang terlalu percaya pada Liano si pembuat masalah.

__ADS_1


"Dia seorang pemimpin perusahaan besar tapi otaknya begitu pendek, dasar" Cibir Adara.


__ADS_2