A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 02


__ADS_3

"Ee..sebenarnya, putraku kesulitan untuk datang, dia tinggal di kota R, setahun yang lalu dia bercerai dan sekarang tinggal akhirnya saja. Dalam beberapa bulan dia akan pindah ke kota B, dan 4 tahun lalu, dia menjadi manager di sebuah apa namanya ee..ee..dia menjadi CEO, dan dia sangat tampan, baik, dan persis seperti ibunya. Bicaranya juga sangat manis dan merdu sekali"


Sementara Nyonya Abigail berpidato, di tempat lain di sebuah rapat seorang pria merasa marah dan melempar sebuah berkas ke atas meja.


"Ini laporan yang di buat Pak Argyo? Apa tidak ada yang mengajarimu bekerja" Ucap pria itu sambil menutup laptop nya dengan kasar.


Kembali ke acara seminar.


"Dalam beberapa hari dia akan kembali ke kota B, jika ada gadis sederhana yang cocok untuknya, silahkan ambil nomor telfon ku di pendaftaran" Nyonya Abigail tertawa kecil, namun sedetik kemudian senyum nya luntur ketika melihat Adara dan keluarga nya, dengan sinis ia berkata. "Ada orang di sebelah sana yang sering mengganggu ku, dan dia punya seorang putri tapi aku sama sekali tertarik pada putrinya"


Ibu Adara melotot mendengar ucapan Nyonya Abigail. Setelah menyelesaikan pidatonya, Nyonya Abigail turun.


"Sekarang saya memanggil Nona Adara, Nona Adara silahkan" Ucap MC memanggil


"Bicaralah yang baik ya" Pesan Ibu Adara


"Tenang saja" Balas Adara berdiri dari duduknya, "Semoga berhasil, Nak" Sahut Ayah Adara

__ADS_1


"Salam sejahtera, namaku Adara, aku adalah seorang dokter gigi dan aku berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahku dulu seorang pegawai di kementrian kesehatan, sekarang ayahku sudah pensiun, klinik ku berjalan cukup lumayan dan untuk masalah penghasilan juga perincian lainnya sudah aku tulis di formulir nya, maka, terimakasih" Ucap Adara dengan sopan, lalu ia turun dari panggung.


MC kembali memegang mic. "Di luar kami sudah menyiapkan meja dan kursi, bagi siapa yang tertarik silakan saling bicara di sana"


Di sebuah meja, Adara bersama seorang pemuda berkemeja biru laut tengah berbincang.


"Aku sudah membaca formulir mu, dan setelah berfikir selama 10 menit aku melihat ada banyak kesamaan di antara kita berdua, aku yakin kita pasti akan cocok nantinya" Ucap sang pemuda


Dari jauh, Ayah Adara termenung memikir ucapan sang istri.


"Di ramalan nya tertulis, dia (Adara) akan bertemu dengan pria yang akan dia cintai nanti."


"Kau percaya cinta pandang pertama?"


Adara menghela nafasnya. "Tidak"


Pemuda menggelengkan kepalanya. "Aku juga tidak percaya, tapi saat pertama kali aku melihatmu, pemikiran ku langsung berubah"

__ADS_1


"Mm..aku ingin mengatakan sesuatu padamu" Sahut Adara


"Ya tentu, silahkan"


"Begini, sebenarnya aku...


Di perjalanan menuju ke apartemen.


"Adara, kalian bicara lama sekali" Goda Ibu Adara, Adara tersenyum


"Pasti pasangan kalian seperti Romeo dan Juliet" Tidak berapa lama, ponsel Ibu Adara berbunyi.


"Hah, ada yang telfon" Ucap Ibu Adara gembira


"Secepat itu?" Adara terkekeh.


Di tengah malam, Adara berjalan sambil membawa tas belanjaan sambil menerima telfon dari sang ibu yang mencemaskan dirinya.

__ADS_1


"Iya, Ibu. Sebentar lagi aku pulang. Disini sangat macet, dari tadi aku tidak dapat taksi, aku—" Ucapan Adara berhenti dan reflek melempar tas yang ia bawa dan juga ponselnya ketika melihat sebuah mobil mengarah ke seorang gadis kecil yang berdiri di tengah jalan raya sambil menggendong seekor kelinci.


"Berhenti!!!" Adara berteriak sambil memeluk gadis kecil tersebut.


__ADS_2