A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 48


__ADS_3

Adara membawakan kopi untuk Zavier, ia meletakkannya di depannya pria itu. Zavier meraih cangkir tersebut dan meminumnya.


"Cuih! Apa kau tidak menambah gula di dalamnya? Bahkan kopinya lebih pahit dari dirimu" Ucap Zavier memaki Adara, "Kau ini, pagi-pagi sudah mengajak bertengkar. Aku sudah menambahkan gula di dalamnya, jangan di biasakan minum minuman yang terlalu manis" Balas Ada mengomel


"Aaaaaaaa!!" Zavier maupun Adara sama-sama terkejut mendengar teriakan Ruby dari bawah. Mereka bergegas keluar dan syok melihat cairan merah keluar dari kepala Ruby.


"Ruby!" Zavier dan Adara segera menolong Ruby dan membawanya ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit, Ruby langsung di tangani oleh dokter. Zavier dan Adara menunggu di luar. Tidak lama, Carlos, Felicity, dan Uzma datang.


"Zavier, apa yang terjadi?" Tanya Felicity cemas, "Aku juga tidak tau, Ibu. Tadi kami mendengar Ruby berteriak dan saat kami melihat, Ruby sudah berdarah. Mungkin dia terjatuh" Jawab Zavier


Tidak lama kemudian, Dokter keluar.


"Kami membutuhkan banyak darah, golongan darah siapa yang cocok dengan pasien?" Tanya Dokter, "Apa golongan darah Ruby, Dokter?" Tanya Adara


"AB+"


"AB+? Zavier, golongan darah Daisy sama dengan Ruby. Tolong telfon dia dan minta dia segera datang" Ujar Felicity, "Apa dia mau mendonorkan darahnya untuk Ruby? Aku tidak yakin" Kata Zavier


"Setidaknya mau sudah mencobanya, Zavier" Sahut Adara.


"Baiklah."


Daisy tersenyum sinis melihat nama Zavier tertera di layar ponsel nya. Ia melempar ponselnya ke atas kasur dan melanjutkan kegiatannya menonton televisi.

__ADS_1


Tidak lama, ponselnya kembali berdering. Daisy mendengus kesal dan mengangkat telfon dari Zavier.


"Kau dari mana saja? Sekarang datanglah ke rumah sakit, Ruby membutuhkan darah"


^^^"Kau kan ayahnya, kenapa harus aku?"^^^


"Jika darahku cocok aku tidak akan memintamu datang. Untuk kali ini, datang lah. Ruby membutuhkan mu"


^^^"Apa yang akan ku dapat?"^^^


"Keterlaluan! Kau sangat perhitungan bahkan dengan nyawa putrimu sendiri!!"


^^^"Hahaha, jaman sekarang tidak ada yang gratis, Zavier"^^^


"Baiklah, kau bisa meminta apapun dariku. Sekarang datang ke rumah sakit"


Daisy datang bersama Liano, salah seorang perawat meminta Daisy untuk ikut ke ruangan khusus.


Dokter keluar dari ruangan dan mengabarkan kondisi Ruby berangsur membaik. Adara, Zavier, dan yang lain bernafas lega mendengar hal itu.


"Dokter, boleh saya masuk?" Tanya Adara meminta ijin, "Silahkan. Tolong bergantian" Jawab Dokter memperbolehkan


Adara tersenyum dan masuk terlebih dahulu.


Di dalam kamar perawatan, air mata Adara luruh. Ia duduk di tepi ranjang, tangannya mengulur mengusap pelan kepala Ruby.

__ADS_1


"Syukurlah kau baik-baik saja."


1 jam setelah Ruby sadarkan diri, dokter memperbolehkan Ruby pulang. Adara menidurkan Ruby di tempat tidur, Zavier datang dengan membawa segelas susu.


"Terimakasih" Ucap Ruby menerima segelas susu tersebut kemudian meminumnya.


"Kenapa berterimakasih?" Tanya Zavier, "Karena Ayah tidak pergi ke kantor dan membawakan ku susu. Itu artinya Ayah sudah tidak marah lagi" Jawab Ruby tersenyum


"Kau lihat, Ruby? Ayahmu sangat menyayangimu" Timpal Adara.


Siang harinya, Zavier datang ke kediaman Liano karena Zhervi menelfon nya untuk datang. Tentu saja ia bahagia, sudah bertahun-tahun setelah Daisy membawa putranya pergi jauh kini ia bisa bertatap muka kembali.


"Dimana Zhervi?" Tanya Zavier pada Daisy, "Dia ada di kamarnya" Jawab Daisy cuek


Zavier mengayun kan kedua kakinya ke lantai atas, ia membuka pintu kamar yang terdapat nama putranya di depan pintu.


"Zhervi" Zavier tersenyum haru melihat putranya sudah tumbuh besar.


"Kau sudah datang" Ucap Zhervi tanpa melirik sedikitpun pada Zavier.


Zavier memberanikan diri untuk duduk di sebelah anak laki-laki nya. "Katakan, apa kau butuh sesuatu?"


Zhervi tertawa. "Kau tidak perlu khawatir, di rumah ini aku tidak kekurangan apapun. Ibu Daisy dan papa Liano memenuhi semua kebutuhan ku"


Hati Zavier tercelos mendengar Zhervi memanggil Liano dengan sebutan "Papa"

__ADS_1


"Lalu apa yang kau inginkan, Zhervi?" Tanya Zavier, "Aku membutuhkan tanda tangan mu, aku ingin papa Liano menjadi waliku" Kata Zhervi


Zavier syok.


__ADS_2