A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 27


__ADS_3

Di pesta, Anrez mengintip Anchie yang sedang membersihkan diri melalui lubang kunci. Tadi dengan pikiran kotornya ia sengaja menumpahkan minuman ke gaun milik Anchie.


Baru beberapa saat, Anrez mendapatkan pukulan keras. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Lesham di sana.


"Manusia kotor! Apa yang kau lakukan tadi, ha?! Berani sekali kau!!" Lesham terus memukuli Anrez sampai babak belur, ia tidak terima dengan pelecehan yang di lakukan Anrez pasa Anchie tadi.


Sedangkan Anchie yang baru saja selesai membersihkan bajunya, bergegas keluar saat mendengar keributan.


"Lesham berhenti! Apa yang kau lakukan" Anchie menolong Anrez yang terkapar di lantai.


"Dia tadi sudah melecehkan mu, Anchie!" Ucap Lesham menyugar rambutnya


"Dia bohong. Aku mengikutimu kesini karena aku khawatir ada sesuatu, tapi Lesham tiba-tiba memukuli ku seperti ini. Percayalah, aku teman mu bukan?" Sahut Anrez meyakinkan Anchie, gadis itu menatap marah Lesham. "Kau dengar? Dia menjagaku, dia tidak seperti yang kau katakan tadi. Sebaiknya kau pergi, aku tidak ingin bicara denganmu lagi" Tambah Anchie mengusir Lesham


"Tapi Anchie—"


"Pergi!" Lesham mengangguk dan pergi.


Dalam hati Anrez tersenyum lebar karena telah mendapatkan kepercayaan dari Anchie. Ia berjanji akan mendapatkan hati Anchie sepenuhnya.


Pukul 12 malam Anrez sampai di rumah, Felicity syok melihat wajah putranya yang terluka.

__ADS_1


"Astaga, apa yang terjadi. Kenapa wajahmu bisa terluka seperti ini, siapa yang melakukan nya" Felicity membuka laci dan mengambil obat P3K.


"Tidak papa, Ibu"


"Tidak. Katakan, siapa yang melakukan hal buruk ini padamu" Felicity bertanya dengan tegas.


"Apa yang bisa ku katakan? Lesham, dia memukuli sampai seperti ini hanya karena Anchie. Padahal aku tidak berbuat apapun" Jawab Anrez berbohong


Zavier diam-diam mendengarkan percakapan antara ibu dan adik nya. Pria itu menelfon Lesham dan memintanya ke rumah.


Tidak lama, Lesham sampai di rumah Zavier.


"Jelaskan, kenapa kau memukul Anrez?" Tanya Zavier, "Aku bisa jelaskan" Kata Lesham


Plakkk


Zavier menampar keras wajah Anrez.


"Sudah aku peringatkan berulang kali untuk kau bisa menghargai wanita, lalu apa yang kau lakukan!!?" Seru Zavier mencengkram kerah baju Anrez


"Kakak, Lesham bohong, aku—

__ADS_1


Plakkk


Tamparan Zavier kembali mengenai wajah tampan Anrez.


"Jangan bohong lagi Anrez!" Serobot Zavier menghempaskan tubuh Anrez ke sofa


"Zavier sudah, dia sedang terluka. Ini sudah malam, sebaiknya kau istirahat. Anrez, pergi ke kamar mu. Zavier, kau juga" Titah Felicity kepada kedua putranya, "Lesham, kau juga pulang dan istirahat"


"Baiklah, aku pulang dulu" Lesham keluar dari rumah itu dan kembali ke apartemen nya.


Keesokannya, Zavier ke kantor polisi. Di kantor polisi Zavier marah-marah pada kepala polisi di sana, Lesham datang dan berusaha memenangkan Zavier.


"Zavier, tenanglah" Ucap Lesham, "Kenapa aku harus tenang, putri ku bersama wanita itu! Bagaimana bisa aku diam saja!!" Marah Zavier


"Zavier, kau adalah pengusaha terkenal. Banyak media yang akan menyoroti mu, dengan kau bertindak seperti ini, media akan akan berfikir kalau kau ingin memisahkan Ruby dengan Daisy, tenanglah. Kita akan ajukan masalah ini ke pengadilan, kita akan mendapatkan hak asuh Ruby" Urai Lesham


Zavier mengatur deru nafasnya, tanpa sepatah katapun ia langsung pergi meninggalkan kantor kepolisian.


Sesampainya di rumah, Zavier melihat Felicity menangis.


"Aku tidak akan mengampuni gadis itu, dia sudah memisahkan kita dengan Ruby. Aku sudah merawat Ruby dari bayi dengan penuh kasih sayang, tapi sekarang dia sudah pergi" Ucap Felicity diringi isakan tangis

__ADS_1


"Ibu, tenanglah. Ruby akan kembali ke rumah ini, aku janji" Kata Zavier


"Zavier, Daisy tidak pernah menyayangi Ruby. Bagaimana bisa Ruby bertahan dengan wanita yang tidak pernah menyayangi nya" Ujar Felicity, "Aku tau, Ibu. Kita pasti akan mendapatkan Ruby kembali" Balas Zavier.


__ADS_2