A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 47


__ADS_3

"Apa? Tuan tidak meminta apapun darimu sejak kemarin lusa?" Tanya Adara terkejut, saat pelayan di rumah Zavier tidak di beri perintah apapun untuk melayani Zavier selama 3 hari belakangan.


Zavier keluar dari kamar dengan pakaian rapi, dan siap pergi rapat. Adara menelisik seluruh badan Zavier, ia heran.


"Kenapa? Ada yang salah?" Tanya Zavier bingung dengan tatapan istrinya, "Tidak, tapi siapa yang membantumu bersiap? Tidak mungkin kau sendiri" Tanya Adara


"Terserah" Zavier berlalu pergi.


"Aneh. Kenapa akhir-akhir ini dia bersikap biasa saja, dia tidak biasa makan makanan luar, tapi...sudahlah, untuk apa aku memikirkan nya" Adara masuk ke kamar dan bersiap pergi ke klinik.


Felicity keluar dari kamar dan melihat Adara baru sampai di rumah.


"Kenapa? Kenapa kau menciptakan kerenggangan antara ayah dan anak? Suamiku dan Zavier bertengkar gara-gara dirimu dan kau diam-diam mengirim makanan pada Zavier. Wah! Aku takjub dengan permainan mu" Ucap Felicity dengan nada marah


Adara di buat bingung dengan ucapan Felicity.

__ADS_1


"Ibu mertua, untuk apa aku mengirim makanan pada Zavier? Ayah mertua sudah melarangnya, dan seharian ini aku berada di klinik" Balas Adara menjelaskan


Felicity memperhatikan ucapan Adara dengan seksama. Tiba-tiba Uzma keluar sambil menggendong putrinya dan menyeret sebuh koper besar.


"Uzma, kau ingin kemana dengan koper itu?" Tanya Felicity, "Ibu, aku harus pergi ke Amerika" Jawab Uzma


"Amerika? Kenapa mendadak seperti ini?" Tanya Felicity lagi, "Ibu, aku ke sana menyusul suamiku, dia yang memintaku datang, dia merindukan kami" Jawab Uzma tersenyum


"Baiklah, biar Anrez mengantarkan mu ke bandara" Kata Felicity, "Tidak, Ibu. Aku sudah memesan taksi, dan aku sudah tidak punya banyak waktu, penerbangan nya sebentar lagi, jadi aku harus pergi. Jaga diri Ibu baik-baik, sampaikan pada yang lain" Urai Uzma mencium kedua pipi Felicity lalu pergi.


"Ibu"


Zavier tersenyum mengejek ke arah Adara. "Ibu mertua, masakan mu memang yang terbaik. Sepertinya waktu lahir aku tertukar dengan seseorang"


"Kau ini, bagaimana kalau ibumu mendengar nya?" Kata Sofia menggelengkan kepalanya mendengar celetukan menantunya

__ADS_1


Adara kesal, ia tidak suka melihat Zavier begitu dekat dengan keluarganya. Apalagi melihat perhatian sang ibu pada Zavier.


"Zavier, ini Ayah sudah menyetrika bajumu. Kau bisa langsung memakai nya" Ilyas keluar dari kamar dengan membawa baju Zavier.


"Apa yang Ayah lakukan? Hei! Berani sekali kau menyuruh Ayahku menyetrika bajumu!!" Seru Adara berkacak pinggang


"Adara, suamimu tidak pernah meminta Ayah menyetrika bajunya, Ayah sendiri yang mau. Diakan juga anak Ayah" Sahut Ilyas menenangkan Adara


"Adara, apa kau—" Felicity tidak melanjutkan ucapannya saat melihat Zavier ada di rumah Adara. "Zavier? Kau disini?"


"Iya. Ibu macam apa kau sampai tidak memberikan putramu makanan, kejam sekali" Sofia mengejek Felicity.


Felicity menatap tajam Zavier. "Ayo pulang, Ibu akan membuatkan mu makanan yang banyak. Kau tidak perlu lagi meminta makanan kemari, Ibu masih mampu memberimu makan"


Tanpa menunggu jawaban Zavier, Felicity langsung menarik tangan putranya.

__ADS_1


"Terimakasih, Ibu mertua! Kau terbaik" Ucap Zavier berteriak karena Felicity menariknya keluar dari rumah Adara.


__ADS_2