A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 19


__ADS_3

"Sekarang, pengumuman yang sudah kalian tunggu malam ini. CEO terbaik tahun ini dimenangkan oleh..."


Semua orang menunggu MC melanjutkan kalimat nya.


"Pak Zavier Adibrata!"


Liano, Daisy, dan Natu syok ketika nama Zavier di sebut sebagai CEO terbaik tahun ini. Liano menatap Natu meminta penjelasan melalui isyaray mata.


Zavier tersenyum miring ke arah Liano. Ia menikmati riuh tepuk tangan yang di tujukan untuknya. Pria itu berdiri dan berjalan ke panggung. Kamera media tidak berhenti mengambil gambar nya.


Sebelum ke atas panggung, Zavier menghampiri Liano.


"Jangan pikirkan diriku, pikirkan dirimu sendiri. Soup mu panas dan jangan sampai tanganmu terbakar" Zavier menepuk pundak Liano dan pergi ke panggung untuk mengambil penghargaan tersebut.


"Ibu! Ibu, buka pintunya!" Ruby menangis, ia berusaha membuka knop pintu namun terkunci.


Adara yang baru saja dari kamar mandi tidak sengaja mendengar suara tangisan Ruby. Ia mengecek satu per satu ruangan yang berjejer di hotel di mana pesta penghargaan di selenggarakan.


"Ruby? Astaga, Ruby. Bagaimana kau bisa ada di dalam sana" Adara cemas.


"Hiks Bibi!"


"Hei, tenanglah. Jangan menangis, aku ada disini" Ucap Adara menangkan Ruby dari luar, "Ruby, aku disini. Jangan menangis, aku akan mengeluarkan mu. Sudah, sebaiknya kau duduk, aku akan menemanimu dari sini" Titah Adara

__ADS_1


Di dalam, Ruby menurut dan duduk. Adara pun ikut duduk namun tangannya terus berusaha menghubungi Raka agar datang.


"Ah ya sampai lupa, aku ingin memberitahu dirimu sesuatu. Kau tau, tadi aku berpikir akan membawa Molly bersamaku"


"Molly?"


"Iya, tapi aku tidak jadi membawa nya"


"Kenapa"


"Karena Molly belum punya pakaian indah seperti yang kau kenakan sekarang"


"Molly pasti sedih"


"Iyah. Apa yang akan kau belikan untuk Molly nanti?" Tanya Adara


Ruby bergumam pelan sembari menggerakkan jari seakan sedang menghitung apa saja yang akan di beli untuk Molly. Sementara Adara terus berbicara agar Ruby tidak kesepian di dalam.


Tidak lama kemudian, seorang penjaga datang bersama seorang pria. Pria itu membawa kunci yang bisa di gunakan untuk mengeluarkan Ruby dari dalam.


"Tunggu sebentar, pintunya akan segera terbuka" Ucap Adara


"Hiks hiks"

__ADS_1


"Kenapa menangis? Pintunya akan segera di buka" Tutur Adara, "Tunggu sebentar lagi, Sayang"


Ceklek


Pintu itupun terbuka, Ruby berlari dan langsung memeluk Adara.


"Tenanglah dan katakan, apa yang kamu lakukan disini? Acaranya ada di dalam" Tanya Adara, menempatkan Ruby di pangkuannya.


"Ibuku datang, jadi aku ingin bertemu dengannya" Jawab Ruby, bersamaan dengan itu Zavier datang.


"Siapa yang bilang ibumu ada disini!?" Seru Zavier, Zavier menarik Ruby dari pangkuan Adara. "Kemari"


"Hei pelan-pelan, kau bisa menyakitinya. Apa seperti ini caramu berbicara pada seorang anak? Dia sudah sangat ketakutan, dia terkunci di dalam sana selama satu jam lebih. Aku datang untuk membantunya" Adara mengomeli Zavier.


"Diam. Kau tidak perlu mengajarkan ku bagaimana cara berbicara pada anak, dia putriku dan aku tau apa yang harus ku lakukan" Balas Zavier ketus


"Katakan, siapa yang memberitahu mu kalau ibumu kesini!"


"Cukup! Dia memang putrimu, namun tidak sepantasnya kau berkata kasar seperti itu padanya. Di saat kau sibuk menerima penghargaan, dia meringkuk ketakutan di dalam sana. Aku tau kau akan mendapatkan penghargaan lagi untuk kau simpan, tapi Ruby bukan barang. Kalau kau tidak butuh anak ini, biarkan dia bersamaku. Ayo Ruby" Ungkap Adara


"Beraninya kau!" Zavier menatap tajam Adara. "Kau tidak punya anak sendiri, berhentilah mengincar anak orang lain"


Adara terdiam di tempat. Ucapan Zavier begitu menyakiti hatinya.

__ADS_1


__ADS_2