A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 05


__ADS_3

^^^"Halo"^^^


"Halo, Nona Adara"


^^^"Iya"^^^


"Aku ingin berbicara mengenai permohonan mu untuk mengadopsi seorang anak"


^^^"Iya katakan"^^^


"Nona, kami menelfon mu untuk wawancara dalam waktu beberapa hari. Kau tidak akan keluar kota kan?"


^^^"Tidak, aku akan menunggu telfon darimu saja"^^^


"Baiklah, Nona."


Adara tersenyum, salah seorang teman Adara pun heran dan bertanya. "Ada apa?"


"Tidak ada, sepertinya aku harus menyakinkan ibu untuk dua hal hari ini" Ucap Adara.


"Aa! Apa ini? Kenapa ada kelinci di rumah ku" Ibu Adara syok melihat kelinci berada di rumah.


Sedangkan Adara bergegas datang untuk menjelaskan. "Ibu, dia ini—"


"Aku baru keluar rumah sebentar, kau bawa hewan ini kedalam rumah. Keluar keluar!" Ibu Adara mencoba mengusir kelinci itu.


"Ibu tenang saja, binatang ini tidak akan melakukan apapun" Uria Adara, "Apa maksudmu? Dia akan pergi ke kamar dan membuat kotorannya di mana-mana" Ibu Adara kesal.


"Ibu, dia masih kecil"


"Ibu tidak mau dengar! Di rumahku tidak boleh ada hewan dan itu keputusannya" Putus Ibu Adara, Adara tidak menyerah, dengan jail ia menggendong kelinci itu dan menaruhnya di pundak sang ibu.


"Salam kenal pada Ibu ya" Ucap Adara terkekeh


Ibu Adara menggeliat jijik. "Minggir minggir!"


"Ck, Ibu coba lihat, kalau dia di biarkan tinggal di luar maka siapa yang akan menjaganya? Aku bayangkan kalau dia di tabrak sebuah mobil, putrimu yang akan menanggung semua dosa-dosa nya" Ujar Adara, Ibu Adara termenung


"Ibu, biarkan dia disini" Bujuk Adara memelas, "Aku janji akan melakukan apapun yang Ibu minta"


"Apapun?"


"Iya, Ibu"


Ibu Adara tersenyum miring.


"Kau terlihat sangat cantik" Ibu Adara terkagum melihat Adara yang mengenakan gaun pilihan nya.


"Ibu, yang benar saja?" Keluh Adara, "Kau harus pakai gaun ini. Dara, saat aku seusia mu, aku tidak pernah berdebat dengan ibuku. Tadi kau berjanji kau akan melakukan apapun agar hewan itu bisa tinggal di rumah kan?" Ibu Adara mentelak ucapan Adara.

__ADS_1


"Selamat sore" Adara menyapa ramah ibu mertua kakaknya


"Sore" Ibu mertua sang kakak tertawa. "Penampilan yang sangat berbeda, kau terlihat cantik"


"Dara!" Seorang pria datang menghampiri Adara dan keluarga nya. "Hai, cantik. Kau terlihat sangat mempesona"


"Terimakasih"


"Selamat datang Ayah Ibu mertua" Pria itu tak lain dan tak bukan adalah suami dari kakak Adara, Chandra.


"Apa kabar?" Tanya Ibu Adara


"Baik"


"Kau sangat tampan" Puji Ibu Adara, "Terimakasih" Balas Chandra tersenyum, "Dara, aku ingin bicara penting padamu. Ayolah, ikut denganku"


"Sekarang?"


"Iya sekarang" Tanpa menunggu persetujuan dari yang lain, Chandra menarik Adara menjauh.


"Ayo ayo, cepat cepat cepat! Yak, sudah sampai" Ucap Chandra, "Haha, terimakasih terimakasih banyak"


"Untuk apa, Kakak Ipar?" Tanya Adara bingung, "Untuk memakai baju seindah ini" Kata Chandra


Adara mengerutkan keningnya. Chandra mencondongkan tubuhnya. "Kau tau, semua wanita disini memakai baju yang terlalu mencolok, sehingga aku jadi tidak mengerti, harus menggoda siapa"


"Apa boleh aku mengatakan sesuatu?" Chandra melipat kedua tangannya di dada.


Adara mengangguk.


Chandra memerhatikan Adara dari ujung kaki ke kepala. "Aku suka perubahan ini"


Saat sedang tertawa bersama, seorang pemuda kecil berteriak. "Tante!"


"Cakra!"


Melihat Cakra berlari, Chandra berkata. "Hei, santai saja santai, jangan lari-lari"


"Ayo ayo ayo" Adara menangkap tubuh Cakra dan menggendongnya. "Anakku sayang, aku ingin makan anak ini, aku gemas sekali"


Cup


"Aku merindukan mu!" Adara memeluk gemas tubuh Cakra.


"Dara!"


"Kakak!"


Afsana langsung memeluk sang adik. Adara pun menyambutnya dengan senang hati.

__ADS_1


"Kakak apa kabar?" Tanya Adara


"Baik"


"Oh Ana" Chandra ikut bergabung dan memeluk keduanya, tetapi langsung mendapat pelototan dari Afsana.


Di tempat lain, lebih tepatnya di apartemen keluarga Abigail, kedatangan kakak dan kakak ipar Felicity membuat semuanya bahagia, bukan hanya itu, anak bungsu keluarga Abigail juga datang bersama mereka.


"Bagaimana kunjungan kalian?" Tanya Felicity bahagia


"Seru sekali" Jawab kakak ipar Felicity, Nuria.


"Tisa tidak mengganggu kalian kan?" Tanya Felicity, "Mengganggu apa?" Sahut Nuria tertawa


"Feli, selain putrimu, dia putriku juga kan" Sahut kakak Felicity, Danan.


Ibu Adara merogoh sesuatu dari tasnya. "Ini untuk Afsana dan Cakra"


Ibu mertua Afsana pun menerimanya. "Ini untuk Cakra? Bagus sekali, bagus. Pasti kurang dari 8 gram kan?"


Ayah dan Ibu Adara saling pandang mendengar ucapan sang besan.


"Tidak masalah, kalian sangat beruntung bisa mengadakan acara untuk cucu kalian, itupun satu-satu nya. Tapi masalahnya, Afsana dan Chandra tidak mau menambah anak lagi, lagi pula Adara juga...oh...tidak masalah" Ibu mertua Afsana langsung pergi.


Di tempat Adara, gadis itu tengah mendandani keponakan kecilnya.


"Wah, hari ini putra Ayah sangat tampan" Ucap Chandra mengusap kepala Cakra, "Kau mirip Hrithik Roshan"


"Hei, jangan panggil dia Hrithik Roshan di depan ibu, panggil dia Shah Rukh Khan!" Ralat Adara


"Ingat itu ya!" Sahut Cakra dengan bangga


Adara dan Chandra tertawa melihat tingkah Cakra yang menggemaskan.


"Oh ya, bagaimana hidupmu?" Tanya Chandra, "Selain menghancurkan, maksud mu menyembuhkan gigi orang?"


"Ee...adopsi"


"Apa?"


"Aku berfikir untuk mengadopsi anak"


"Maaf, adopsi siapa?" Chandra bertanya.


Adara tersenyum. "Sayangnya aku tidak bisa mengadopsi mu sebagai anakku, karena itu aku berfikir untuk mengadopsi anak orang lain"


"Ee..Dara, apa kau yakin mengenai adopsi ini? Apa kau sudah bicara pada Afsana, ayah dan ibu mertua?"


"Aku belum membicarakan hal ini pada siapapun" Kata Adara, "Dan, aku juga tidak mau bicara kan hal ini dulu pada mereka, akan ada waktunya nanti. Aku yakin."

__ADS_1


__ADS_2