A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 36


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana hak asuh Ruby di langsung di pengadilan. Liano, Daisy, Adara, dan keluarga Zavier datang.


"Ruby, katakan Ibu. Kau ingin tinggal dengan siapa?" Hakim bertanya.


Felicity tersenyum karena pasti Ruby ingin tinggal bersamanya.


Sementara Liano berbisik pada Daisy.


"Kau sudah mengajari Ruby berbicara?" Tanya Liano, "Kau tenang saja, Ruby pasti akan memiliki kita" Jawab Daisy percaya diri


Ruby menangis dan melihat ke arah Adara. Adara memberikan senyuman agar Ruby sukedikit lebih tenang.


"Ruby, kau ingin tinggal bersama siapa? Ayahmu atau Ibumu?" Tanya Hakim sekali lagi


"Aku ingin tinggal bersama Bibi adara, Ibu Hakim" Jawaban Ruby tentu membuat mereka semua terkejut.

__ADS_1


Carlos menemui Ilyas, ia menyodorkan secangkir teh pada Ilyas.


"Terimakasih, Pak Carlos" Ucap Ilyas menerima teh panas itu


"Pak Ilyas, Adara sangat mencintai Ruby. Saya ingin Adara menikah dengan Zavier untuk Ruby, Ruby tidak bisa mendapatkan ibu yang lebih baik dari Adara" Urai Carlos mengungkapkan isi hatinya


"Itu tidak mungkin, Pak Carlos. Lihat istri kita, mereka saling membenci" Jawab Ilyas gusar, "Tapi kita harus memikirkan Ruby dan Adara, mereka saling membutuhkan satu sama lain. Adara butuh seorang anak, dan Ruby butuh sosok ibu penyayang seperti Adara" Imbuh Carlos meyakinkan Ilyas.


"Aku butuh waktu"


"Baiklah, aku akan menunggu jawaban dari mu. Aku harap kau memikirkan nya dengan baik" Kata Carlos.


"Hei, apa yang kau lakukan dengan coklat ini?" Tanya Felicity heran, "Ibu, kita harus menjadikan Adara teman kita" Kata Uzma


Felicity menoyor kepala putrinya. "Apa kau sudah tidak waras? Dia?"

__ADS_1


"Astaga, Ibu. Ini hanya siasat agar Adara memberikan hak asuh Ruby pada kita. Sekarang kita ke klinik nya, kita pura-pura periksa gigi Angel" Jelas Uzma tersenyum, "Dasar bod*h, anakmu baru 6 bulan, giginya belum tumbuh" Ejek Felicity tertawa keras karena kebodohan Uzma


"Ibu ini, kita datang saja kesana. Ayo" Ajak Uzma, "Iya iya, ibu ganti baju dulu" Balas Felicity beranjak ke kamarnya.


Chandra, Anchie, dan Adara mengajukan laporan atas Lesham di kantor polisi. Anchie menangis, ia tidak mampu menatap wajah orang lain, citranya sudah kotor.


"Kakak, pasti ada yang membuat vidio itu..." Lirih Anchie, "Iya, kau tenang saja. Jangan menangis, aku harus ke klinik. Kak Chandra, tolong antar Anchie ke rumah" Kata Adara diangguki Chandra.


Sampai di klinik, Adara melihat Felicity dan Uzma yang tersenyum melihat nya.


"Kalian? Ada yang bisa ku bantu?" Tanya Adara ramah, "Begini, tolong periksa giginya, kau kan dokter gigi anak, jadi aku kesini" Jawab Uzma menimang anaknya itu


Adara merasa heran dengan sikap mereka yang tiba-tiba baik, namun ia tidak ingin berburuk sangka dan mempersilahkan mereka masuk ke ruangannya.


Zavier berada di ruangan hakim untuk membicarakan masalah Ruby, ia tidak terima dengan keputusan hakim yang melibatkan Adara dalam hak asuh Ruby. Sementara Adara hanyalah tetangganya yang selalu membuat masalah dengan keluarga nya.

__ADS_1


"Saya sudah melihat tayangan televisi pertengkaran kalian, tapi aku bisa melihat cinta Ruby pada Adara" Ujar Hakim, "Dan sejak kapan Ruby mengenal Adara?"


"Kurang lebih dua bulan" Jawab Zavier, "Adara mampu melakukan apa yang tidak bisa kau lakukan selama 5 tahun, Tuan Zavier. Tolong pikirkan hal itu" Ujar Hakim tersenyum tipis


__ADS_2