
Pertandingan di gelar di lapangan di dekat apartemen. Sofia dan Felicity saling membanggakan anak masing-masing.
"Aku yakin, Adara akan memenangkan perlombaan ini. Dulu dia selalu mendapat juara untuk permainan ini" Ucap Sofia menatap sinis Felicity
Felicity tidak suka, ia mendatangi Carlos. "Suamiku, dimana Zavier. Pertandingan akan segera di mulai. Seharusnya dia datang dan membuktikan kalau keluarga kita lebih unggul"
"Kau ini. Ini hanya permainan, untuk bersenang-senang" Balas Carlos mendengus.
Sementara Zavier dan Lesham sedang membahas pekerjaan di rumah. Zavier sibuk dengan laptopnya sedangkan Lesham masih memikirkan cara agar Zavier ikut lomba itu.
"Apa yang kau pikirkan? Ayo bekerja" Ucap Zavier, "Kau yakin tidak akan ikut?" Tanya Lesham
"Hm"
Anchie menemui Adara yang masih asik makan ayam kecap kesukaan nya.
"Kakak, ayo. Pertandingannya akan segera di mulai" Ujar Anchie menarik tangan Adara, "Iya iya, aku cuci tangan dulu" Balas Adara pergi ke wastafel
"Kakak, apa kau tau? Kakak ipar itu lihai dalam permainan ini, mereka berencana mengalahkan keluarga kita" Ucap Anchie memprovokasi, "Kau pikir aku akan membiarkan mereka menang begitu saja? Tidak. Kemenangan akan berpihak pada kita" Urai Adara bertekad
__ADS_1
Anchie dan Adara berhenti di depan pintu apartemen Zavier yang terbuka, mereka melihat Zavier dan Lesham sama-sama sibuk dengan pekerjaan.
"Apa yang tadi kau bilang, Anchie? Mereka ingin memenangkan pertandingan ini? Heh, lihat, pemain yang mereka banggakan saja sepertinya sangat tidak peduli" Adara menyindir, setelah itu ia mengajak Anchie pergi ke tempat pertandingan.
Zavier menegakkan punggungnya, ia menoleh ke arah pintu.
"Zavier, lihat. Mereka merendahkan kekuatan kita. Kau harus melawannya" Lesham menyahut, ia berharap Zavier termakan omongan Adara.
Zavier akhirnya setuju dan pergi menyusul keluarganya, Lesham merasa senang. Sampai di sana, Zavier melihat Adara berhasil mengalahkan lawannya.
"Aaaa! Putraku akhirnya datang, lihatlah, Zavier yang akan memenangkan perlombaan ini" Ucap Felicity sombong.
Adara dan Zavier sudah duduk berhadapan dan memulai permainan.
Zavier tersenyum miring setelah berhasil memenangkan pertandingan. Ia menaik turunkan alisnya. Adara mendengus sebal.
"Ucapanmu tidak sesuai hasil" Ucap Zavier terkekeh.
"Tidak masalah, ini hanya permainan" Balas Adara, Zavier beranjak pergi dan pulang ke rumah.
__ADS_1
Anchie menghampiri Adara dan memeluknya. "Kau hebat, Kak. Tidak masalah kalau kita tidak menang"
"Terimakasih"
Pembawa acara menutup acara perlombaan karambol dan mengumumkan jika perlombaan karambol di menangkan oleh keluarga Abigail.
Keluarga Abigail begitu bahagia setelah mendapatkan kemenangan tersebut, terutama Felicity. Wanita paru baya itu mendatangi besannya.
"Bagaimana? Kenyataannya putraku lah pemenangnya" Ucap Felicity menari di hadapan Sofia.
Di kediaman Liano, Daisy dan Liano memiliki rencana untuk menjatuhkan keluarga Zavier. Liano mengundang Natu dan beberapa anak buahnya untuk datang ke rumah.
"Kataka, Liano. Bantuan apa yang bisa ku berikan?" Tanya Natu duduk di depan Liano, "Aku ingin menjatuhkan Zavier dan keluarganya, dan aku butuh bantuanmu untuk melakukannya" Kata Liano, kemudian ia menjelaskan apa yang harus di lakukan oleh Natu.
Natu mengangguk mengerti. "Berapa bayaran yang akan ku terima untuk tugas ini?"
"Soal bayaran gampang, Natu. Kau seperti tidak mengenal diriku saja" Balas Liano
"Baiklah."
__ADS_1
"Dan Natu, aku ingin semuanya berjalan seperti yang ku inginkan, aku tidak ingin ada hambatan apapun dalam rencanaku ini. Dan kau harus memastikan semuanya benar" Pesan Liano tidak ingin rencananya kali ini gagal
"Tentu."