Acha : Terima Kasih Yoga

Acha : Terima Kasih Yoga
53. Perasaan Aneh


__ADS_3

Happy Reading!!!


~~


Satu bulan berlalu sejak insiden itu kini, keadaan Acha sudah jauh baik-baik saja daripada sebelumnya. Akibat insiden itu pula hubungan Yoga dan Acha semakin baik dari hari ke hari. Keduanya melewati setiap detik bahagia dan saling menguatkan satu sama lain tentunya. Hubungan Yoga, Reiki dan Liona pun sudah kembali baik-baik saja. Nadin dan Raka pun sudah tidak mendiamkan Reiki lagi. Semuanya sudah kembali menjadi satu keluarga yang harmonis.


"Hari ini Yoga ujian terakhir kan?" kata Acha bertanya di akhir menikmati sarapannya.


"Iya," Yoga membersihkan mulutnya menggunakan tisu yang baru saja di ambilnya.


"Semangat ya, semoga nilainya memuaskan," ujar Acha, tak lupa pula ia memberikan senyum termanisnya.


"Iya, makasih ya sayang."


Acha mengangguk. Sejak sebulan yang lalu, sejak insiden itu Yoga memang sudah merubah panggilannya dari Lo-gue jadi aku-kamu dan terkadang ia juga memanggil Acha dengan kata sayang.


Yoga meraih tasnya, melihat itu Acha pun segera bangkit dari tempat duduknya untuk mengantarkan Yoga sampai di pintu depan.


"Aku berangkat dulu," seperti biasa Yoga mencium puncak kepala Acha dengan penuh cinta.


"Iya, hati-hati ya," ujar Acha. Ia mencium singkat punggung tangan Yoga sebelum akhirnya melambaikan tangannya kepada suaminya itu.


Saat Acha kembali memasukki rumahnya, ia berpapasan dengan mertuanya dan juga kedua iparnya.


"Yoga udah berangkat, Cha?" kata Nadin bertanya.


"Sudah, Ma," balas Acha.


"Ya sudah, kalau begitu mama anterin papa dulu," ujar Nadin kemudian kembali melanjutkan langkahnya menyusul Raka sementara Acha melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Hari ini, Acha berencana untuk keluar menghirup udara segar maka dari itu ia akan segera bersiap dari sekarang.


Setibanya di kamarnya, Acha segera mengganti pakaiannya menggunakan blouse panjang dan celana jeans skinny, tidak lupa pula perempuan itu membawa sling bagnya dan sedikit merapikan rambutnya. Acha menang banyak berubah setelah kejadian itu.


Setelah dirasa siap, Acha segera berlalu keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Loh, kamu mau kemana sayang?" suara Nadin menginterupsi langkah Acha.


"Eh mama, Acha mau jalan nih bosen di rumah mulu," terangnya.


"Sendirian aja?"


Acha mengangguk. "Iya."


"Ya sudah, kamu hati-hati di jalan, ya," peringatan Nadin.


"Siap mama," Acha memberikan hormat seraya terkekeh membuat Nadin juga turut terkekeh. Setelahnya, Acha menurunkan tangannya, mencium singkat punggung tangan Nadin sebelum akhirnya berlalu keluar dari rumah mewahnya.


Sebuah taxi yang Acha pesan kini sudah tiba tepat di depan gerbang rumah keluarga Argantara membuat Acha tidak harus menunggu lama. Perempuan itu segera masuk ke dalam mobil yang sudah di pesannya dan mobil itu pun mulai melaju membelah jalanan kota.


Sebenarnya hari masih terlalu pagi untuk digunakan jalan-jalan. Tapi, tidak apa-apa karena Acha memang sengaja dan ia sudah bilang kepada Yoga sebelumnya. Dan ia juga sudah janjian dengan Yoga, sepulang sekolah nanti laki-laki itu akan menemuinya di cafe yang sudah dijanjikan.


"Non, mau kemana?" supir itu bersuara membuat lamunan Acha pecah seketika. Ia menatap supir tersebut kemudian berkata, "Pusat perbelanjaan, Pak."


"Apakah tidak terlalu pagi, Non?" kata supir itu bertanya.


"Non ini anaknya pemilik rumah yang tadi ya?"


Acha menggelengkan kepalanya. "Bukan, saya menantu di sana," balasnya. Seperti respon penjual gurita dan cumi kering kala itu, supir taksi itupun sedikit terkesiap namun sepersekian detik ia memberikan ucapan selamat dan mendoakan agar pernikahannya langgeng.


Hampir setengah jam dalam perjalanan, Acha akhirnya tiba di salah satu pusat perbelanjaan yang nampak sudah ramai, sedikit berdecak kemudian bergumam. "Mau pagi ataupun siang pusat perbelanjaan tetap saja ramai."


Acha segera melangkahkan kakinya memasuki gedung pencakar langit tersebut. Tujuannya kini adalah lantai lima dimana novel-novel berada. Ia ingin membeli beberapa novel seperti biasanya sebelum mengelilingi tempat-tempat lainnya. Hari ini, Acha benar-benar memanfaatkan waktunya untuk quality time dengan diri sendiri. Setelah mendapatkan novel yang ia inginkan, Acha juga membeli beberapa setel pakaian untuknya, untuk Yoga juga untuk yang lain.


Intinya Acha benar-benar ingin mencoba hal yang baru hari ini, cukup hari ini saja lain kali mungkin Acha tidak akan lagi. Setelah puas dengan semua belanjaannya Acha menuju lantai empat dimana makanan berada, di sana ia membeli beberapa makanan untuk dinikmati sembari jalan hingga tanpa sadar siang pun menyapa, sebuah dering ponsel membuat atensi Acha tersita. Senyum Acha langsung mengemban dengan sempurna kala melihat nama si penelpon. Tanpa menunggu lama, Acha pun segera menerima panggilan tersebut.


"Sayang di mana?"


"Masih di mall, kamu udah pulang?"


"Udah, ini otw di jalan."

__ADS_1


"Ya udah, kamu hati-hati ya aku tungguin di cafe yang sudah kita janjikan."


"Oke."


Setelahnya panggilan pun berkahir, Acha dengan semua barang belanjaan berlalu menuju eskalator hendak keluar dari pusat perbelanjaan yang sekarang di singgahinya. Sampai dengan lantai satu, Acha segera melangkah kakinya hendak keluar namun saat ditengah-tengah perjalanan Acha tidak sengaja membarak tubuh tinggi seseorang.


"Maaf, saya tidak sengaja," ujar Acha. Perempuan itu dengan cepat mengangkat wajahnya menatap siapa sosok yang ditabraknya yang ternyata adalah orang asing.


"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati," ujar orang itu kemudian melenggang pergi meninggalkan Acha yang masih menatapnya. Entah kenapa rasanya Acha begitu enggan untuk sekedar mengalihkan atensinya dari sosok bertubuh tegap dan tampan itu.


"Perasaan apa ini?" gumam Acha seraya memegangi dadanya. Ia merasa seperti ada sebuah ikatan yang menjadikannya merasa dekat dengan orang itu tapi Acha tidak tahu apa.


***


"Lama ya?" Yoga yang baru saja tiba segera mendudukkan durinya di tepat di depan Acha.


"Nggak kok, gimana ujian kamu?"


"Baik," balas Yoga. "Kamu udah pesan?" imbuh Yoga bertanya kepada Acha.


"Sudah, kamu juga udah aku pesenin makanan sama minuman kesukaan kamu."


Yoga mengangguk lantas tersenyum. "Makasih, sayang," seru Yoga, ia mendaratkan cubitan kecil si pipi Acha. Laki-laki itu kemudian mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan membuka kamera.


"Cha," panggil Yoga membuat Acha menatap ke arahnya. Menyadari adanya sebuah kamera, Acha pun tersenyum dan memasang pose imut.


"Udah," seru Yoga. Laki-laki itu kemudian memposting foto Acha di akun instagramnya dengan caption hati.


"Yoga," panggil Acha membuat atensi Yoga tersita.


"Kenapa hm?" Yoga menyimpan ponselnya di atas meja. Ia kemudian menatap Acha yang nampak gusar.


"Acha minta tolong boleh?"


"Minta tolong apa? Selagi aku sanggup apapun yang kamu mau pasti aku turutin, Cha," ujar Yoga seraya menggenggam erat tangan Acha.

__ADS_1


"Tolong cari tahu siapa papa Acha sebenarnya."


__ADS_2