
Rexha tidak tahu kenapa, saat melihat Nick berdiri didepannya dengan wajah yang sangat dingin, ia merasa takut. Sebelumnya Nick tidak pernah memandangnya seperti itu.
"Ada apa, Nick?" tanya Rexha, mencoba untuk biasa aja.
"Mau berangkat kerja? Ayo, aku akan mengantarmu," kata Nick mengulurkan tangannya untuk menyentuh Rexha.
Rexha langsung menghindar, ia bisa mencium bau alkohol dari pria itu. Hal itu membuat ia berdecih, padahal masih pagi, tapi Nick sudah mabuk.
"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri. Kamu pulang saja, keadaanmu sangat buruk Nick," cetus Rexha segera berlalu.
Namun, sikapnya itu ternyata membuat Nick sangat marah. Pria yang sebelumnya selalu menebar senyum kepada Rexha itu, tiba-tiba menarik tangan Rexha dengan kasar hingga hampir saja wanita itu terjengkang ke belakang.
"Kau memang sangat sombong. Apa yang aku tidak bisa berikan Rexha? Aku bahkan lebih baik dari pria yang tinggal di rumahmu, dasar wanita murahan," desis Nick mencengkram lengan Rexha begitu kuat.
Rexha meringis kesakitan. "Lepaskan Nick, kenapa kamu jadi seperti ini?" bentak Rexha cukup geram dengan kata-kata Nick.
"Aku kenapa? Kamu yang kenapa Xha? Apa sih yang kamu lihat dari pria itu? Kenapa kamu dengan mudah memberikan tubuhmu? Apa selamanya kamu ingin menjadi pe lacurnya?" kata Nick yang langsung mendapatkan tamparan yang sangat kuat dari Rexha.
"Jaga bicaramu Nick!" bentak Rexha begitu marah. "Kamu hanya orang asing yang tidak punya hak apapun untuk menilai hidupku!" teriaknya lagi dengan penuh emosi.
Nick tersenyum sinis, ia mengusap pipinya yang pedas karena tamparan barusan. Ia merangsek maju dan mencekik leher Rexha dengan sangat kuat.
"Arghhhhhhhh, lepas!" Rexha berteriak seraya memukul-mukul tangan Nick.
"Asal kamu tahu, satu-satunya wanita yang sangat kurang ajar padaku hanya kamu Rexha. Apa kamu pikir kamu pantas melakukannya? Sama sekali tidak, perempuan sampah!" bentak Nick sangat-sangat emosi. Efek alkohol serta ditolak oleh Rexha membuat ia tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Lepas!" teriak Rexha terus saja memukuli tangan Nick, napasnya sangat sesak hingga matanya berair.
"Lepas? Jangan harap, setidaknya biarkan aku mencicipimu terlebih dulu. Kamu begitu menggoda Rexha," bisik Nick tersenyum jahat.
Rexha menggelengkan kepalanya terkejut, lehernya yang tercekik membuat ia kesusahan untuk melakukan apapun. Wajahnya kini bahkan sudah sangat pucat karena kesusahan bernafas.
Nick menarik Rexha ke tempat yang lebih tersembunyi, lagipula disana sangat sepi di jam kerja seperti ini, jadi ia bebas melakukan apa saja. Nick membawa Rexha kesebuah toilet lalu menghempaskan wanita itu disana.
__ADS_1
"Jangan macam-macam Nick, aku akan teriak!" ancam Rexha seraya menghirup nafas banyak-banyak karena Nick baru saja mencekiknya.
"Teriak, teriak saja yang kencang Rexha. Jika perlu panggil priamu itu, kita lihat siapa yang lebih unggul," ucap Nick menyeringai licik.
Rexha bergerak mundur, tapi sialnya toilet itu sangat sempit sekali membuat ia kesusahan untuk bergerak. Dan hal itu dimanfaatkan oleh Nick untuk menyergap dirinya tanpa ampun.
Rexha mencoba berontak, tapi tentu kekuatannya kalah besar dengan Nick yang laki-laki.
"Lepaskan aku arghhhhhhhh!" Rexha berteriak saat Nick ingin membuka bajunya.
"Diamlah perempuan!" Nick yang sudah sangat marah tak segan untuk menampar Rexha dengan keras sampai wanita itu pingsan karena tubuhnya yang terhempas mengenai toilet.
Nick tertawa puas, akhirnya apa yang diinginkannya selama ini akan segera tercapai, tapi segera melepaskan baju serta celananya dan bersiap untuk memulai pertempuran penuh hasrat yang ia inginkan.
Namun, sebelum itu terjadi pintu dibelakangnya ditendang dengan keras hingga terbuka.
"Sial! Siap-"
Bugh!
"Ke pa rat!" Andra berteriak marah melihat sosok wanita yang tergeletak di dalam toilet itu. Tadinya ia hanya mendengar suara seorang wanita yang membutuhkan pertolongan, tapi ia sama sekali tidak menyangka jika wanita itu adalah Rexha.
"Beraninya kau menyentuh wanitaku!"
Andra tidak menahan dirinya lagi, ia menarik tangan Nick lalu menghajarnya tanpa ampun. Ia juga tak segan membenturkan kepala pria itu ke tembok dengan keras dan juga membantingnya ke lantai. Andra sangat marah karena pria itu berniat melecehkan Rexha.
"Ampun ... Hentikan ini, aku sudah tidak sanggup," rintih Nick memegangi perutnya yang sangat nyeri.
"Brengsek! Mati saja kau, arghhhhhhhh!" Andra mengakhiri perkelahian itu dengan menendang tubuh Nick dengan keras lalu ia pergi menemui Rexha yang masih tergeletak tidak berdaya itu.
"Rexha, bangun Rexha," ucap Andra menepuk-nepuk pelan pipi Rexha, darahnya kembali mendidih saat melihat pelipis Rexha yang terluka.
"Pria itu memang ba jingan, aku akan menghabisinya!" Andra berteriak-teriak berapi-api, ia ingin menghampiri Nick kembali untuk membuat perhitungan, tapi Rexha menahannya.
__ADS_1
"Pulang," lirih Rexha memegangi kepalanya yang sakit.
"Aku harus memberi pelajaran kepada pria sialan itu. Dia tidak melakukan apapun padamu 'kan?" tanya Andra menatap keseluruhan diri Rexha untuk memastikan ada luka atau tidak.
"Aku baik, pengen pulang aja," sahut Rexha masih dengan suara lemahnya.
"Baik, aku akan menggendongmu." Andra dengan singap langsung menyusupkan kedua tangannya dibawah lipatan kaki Rexha, ia menggendong wanita itu dengan ala bridal, sebelum pergi ia sempat melihat Nick yang masih merintih kesakitan. Seharusnya ia memang harus menghabisi pria sialan itu.
_______
Andra merebahkan Rexha perlahan-lahan di sofa ruang tengah, ia lalu mengambil es batu serta kotak P3K untuk mengobati luka di pelipis Rexha.
"Maafkan aku, seharusnya aku bisa menjagamu. Kamu jadi terluka seperti ini," ucap Andra dengan penuh sesal, ia mengobati pelipis Rexha dengan sangat hati-hati, apalagi pipi Rexha juga merah dan perlu di kompres. "Pria itu memang kurang ajar, aku akan membuat perhitungan padanya," kesal Andra tak terima melihat wanitanya dipukuli seperti itu.
Rexha tersenyum meski kepalanya sangat pusing, ia merasa lucu karena Andra yang meminta maaf padanya, padahal pria itu sama sekali tidak bersalah.
"Jangan meminta maaf untuk kesalahan yang tidak kamu perbuat, Andra. Aku justru sangat berterimakasih padamu," ujar Rexha.
"Aku salah Xha, aku udah janji bakalan ngelindungin kamu. Tapi kamu malah terluka kayak gini, aku minta maaf," ucap Andra meraih kedua tangan Rexha lalu menciumnya, benar-benar merasa sangat bersalah dengan kejadian ini.
Rexha justru tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Andra yang membuat ia ingin sekali memeluk pria itu segera.
"Aku udah nggak apa-apa kok. Luka ini pasti juga sudah sembuh. Sekarang aku cuma pengen minta satu hal sama kamu." Rexha berbicara pelan, sesekali menarik napasnya untuk menormalkan detak jantungnya yang tak karuan.
"Kamu mau minta apa? Makan atau butuh sesuatu lainnya? Aku cariin," kata Andra langsung saja sigap, ia sudah berjanji akan membuat Rexha merasa nyaman dengannya, jadi apapun akan ia lakukan.
"Aku minta kamu nikahin aku," ucap Rexha menunduk malu, menyembunyikan wajahnya yang seperti kepiting rebus.
"Ha?" Andra terbengong seperti orang bodoh. Dunianya seolah berhenti saat itu juga mendengar perkataan Rexha.
"Ya, ayo menikah, Andra."
Happy Reading.
__ADS_1
TBC.