After 5 Years Apart

After 5 Years Apart
A5YA 29. First Love Moment.


__ADS_3

Andra menyiapkan segala keperluan pindahannya dengan sangat rinci. Dari tempat tinggal, pendidikan dan juga uang tabungan untuk mereka selama Andra belum bisa mendapatkan pekerjaan. Tempat yang ditujunya saat ini adalah Belanda, karena dulu Andra pernah ke sana dan merasa tempat itu sangat cocok untuk mereka. Apalagi tentang pendidikan, Andra sangat ingin putrinya sekolah disana.


"Kamu nggak usah bawa banyak barang, bawa yang penting aja," ujar Andra memberitahu Rexha yang sedang menyiapkan baju-bajunya didalam koper.


"Iya, aku mau bawa ini," kata Rexha menunjukkan sebuah kamera digital yang selama ini ia simpan rapi didalam lemari.


"Kamera itu? Kamu masih simpen?" Andra cukup terkejut, itu adalah kamera miliknya yang duduk sering mereka gunakan untuk mengambil video vlog.


"Semua barang dari kamu aku masih simpen," ucap Rexha menunjukkan baju, topi dan juga sepatu yang pernah Andra berikan waktu dulu.


Andra terdiam, ia memegang lengan Rexha lalu menatap wanita itu. "Maaf ya, belum bisa buat kamu bahagia," kata Andra penuh sesal.


"Jangan terlalu memaksa dirimu, Andra. Percaya saja akan indah pada waktunya," sahut Rexha tidak ingin Andra terlalu membebani dirinya sendiri.


Andra menghela napas panjang, ia memeluk Rexha lalu mencium kening wanita itu.


"Mau lihat videonya nggak?" tanya Rexha mendongak untuk melihat wajah Andra.


"Boleh." Andra mengangguk mengiyakan, ia lalu mengajak Rexha duduk di ranjang untuk melihat video vlog mereka waktu SMA dulu.


Seulas senyum langsung tersungging di bibir mereka ketika video itu diputar. Video sepasang muda mudi yang tertawa manis didalam video itu membuat mereka teringat akan kenangan mereka dulu.


________


Bali, 23 Desember 2010.


Rexha berhasil menjadi top skor siswi yang sering mendapatkan hukuman selama satu semester bersekolah di SMA Garuda Bangsa. Wanita itu sering terlambat dan juga bertengkar dengan alasan yang entah apa saja.

__ADS_1


Sebenarnya masalah Rexha itu hanya satu, yaitu ia sering diperhatikan oleh cowok paling populer di sekolah mereka. Meskipun Rexha tidak pernah meresponnya, tapi para wanita tetap saja menyudutkan Rexha.


Hari itu Rexha baru saja masuk ke kelasnya, tapi saat akan memasukan tas kedalam laci, ia tidak bisa. Ia menunduk untuk melihat apa yang ada disana, dan ternyata sebuah sampah kertas yang begitu menumpuk. Rexha tentu sangat geram melihatnya, ia mengambil satu lembar kertas yang ada ditumpukkan paling atas lalu membacanya.


'Nggak usah deketin Andra kalau lo mau hidup tenang disekolah ini.'


Rexha berdecak kesal, ia langsung membuang kertas itu lalu berjalan keluar kelas dengan segala emosinya. Ia harus mencari satu-satunya orang yang membuat dirinya terkena masalah.


Rexha berjalan cepat melewati jajaran kelas yang masih sangat ramai karena para siswa belum masuk semua. Ia lalu melihat Andra yang sedang bermain basket. Tanpa pikir panjang, Rexha langsung menghampiri pria itu dan menarik tangannya dengan kasar.


"Rexha? Ada apa?" Andra bertanya bingung.


"Kasih tahu sama para penggemar lo kalau gue nggak punya hubungan apapun sama lo. Gue udah muak, gue mau sekolah dengan tenang!" Rexha berteriak seraya melempar surat-surat ancaman yang sering dikirimkan oleh para penggemar Andra itu. Ia paling benci dengan situasi ini, ia tidak menginginkannya tapi kenapa ia yang selalu disalahkan.


Andra terkejut tentunya, ia tidak menyangka Rexha ternyata sering mendapatkan surat ancaman hanya karena dirinya. Tapi ada perasaan lain yang menyusup halus didalam hatinya, melihat bagaimana Rexha dengan lantang menolak dirinya. Bahkan selama Andra sekolah, baru kali ini ada wanita yang menolak dirinya, yaitu Rexha.


Dan semenjak hari itu pula, Andra diam-diam terus memperhatikan Rexha. Wanita yang selalu berangkat terlambat dan selalu pulang paling cepat. Andra bahkan sampai heran dengan sikap Rexha yang pulang sekolah selalu terburu-buru. Dan satu hal yang membuat Andra bertanya-tanya, setiap hari Rexha pasti mendapatkan luka baru, entah di wajah, ditangan, dan bagian tubuh lainnya.


Karena rasa penasaran yang sangat luar biasa, Andra akhirnya mengikuti Rexha saat pulang sekolah. Ia melihat wanita itu yang terburu-buru keluar dari kelas, membuat ia langsung mengejarnya.


"Rexha, tunggu!" teriak Andra.


Rexha menoleh, tapi begitu melihat Andra, ia langsung berjalan kembali dengan langkah sangat cepat. Tapi dengan kakinya yang panjang, Andra bisa dengan mudah mendapatkan Rexha.


"Apa lagi sih?" ketus Rexha.


"Aku akan mengantarmu," kata Andra, untuk pertama kalinya menawarkan dirinya, benar-benar sangat penasaran dengan wanita ini.

__ADS_1


"Lo gila? Lo mau gue terkena masalah lagi? Mendingan Lo nggak usah deketin gue."


Lagi dan lagi, Rexha menolak Andra membuat Andra semakin penasaran dan rasa kagumnya pada wanita itu semakin besar. Harga dirinya juga terusik karena Rexha terus menolak dirinya. Apa yang kurang darinya sampai Rexha tidak mau dengannya? Padahal semua wanita diluar sana berlomba untuk menjadi pacar Andra.


Andra tidak menyerah untuk mendekati Rexha, pria itu setiap hari selalu mengikuti Rexha pulang tanpa sepengetahuan wanita itu. Dan Andra bisa memastikan Rexha pasti akan mampir ke apotik, barulah wanita itu pulang kerumahnya ke perumahan yang padat penduduk.


Sampai suatu ketika, Rexha tidak datang ke sekolah membuat Andra kebingungan. Ia ingin bertanya kepada teman-temannya pun bingung karena selama ini Rexha itu tidak pernah punya teman. Wanita itu selalu sendiri, seolah tidak membutuhkan teman.


"Lo ngapain sih celingak-celinguk gitu? Nyari Rexha?" tegur Pandu teman satu kelas Andra yang merasa gelagat Andra itu sangat aneh.


"Iya, dia kenapa nggak masuk?" Andra menyahut apa adanya, antara dirinya dan Pandu tidak pernah ada rahasia.


"Palingan juga telat lagi," sahut Pandu cuek saja.


Andra berdecak, ia yakin kalau Rexha tidak terlambat. Wanita dengan rambut hitam sebahu itu memang tidak masuk.


Andra pikir itu keesokan harinya Rexha akan datang, tapi ternyata Rexha tidak pernah datang lagi. Sampai seminggu kemudian, Rexha datang dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, dimana pipi dan sudut bibir wanita itu lebam.


"Kenapa dia?" Satu pernyataan itu yang terus memenuhi otak Andra, ia ingin menanyakannya langsung dan memutuskan sepulang sekolah menemui wanita itu.


Andra langsung datang ke kelas Rexha, dan ternyata wanita itu belum pulang seperti dugaannya. Rexha hanya diam saja dan duduk menatap kedatangan Andra.


"Kamu belum pulang?" Andra bertanya seperti orang bodoh, ia mengusap tengkuknya untuk menutupi salah tingkahnya.


Sebenarnya Andra ingin sekali bertanya kenapa Rexha bisa mendapatkan luka diwajahnya. Tapi ia ragu karena menurutnya terlalu lancang.


"Bukannya kamu lagi nyari aku?" Rexha menyahut ringan, ia bahkan hanya diam saja saat Andra berjalan mendekat kearahnya.

__ADS_1


Happy Reading.


TBC.


__ADS_2