After 5 Years Apart

After 5 Years Apart
A5YA 58. Masuk Perangkap.


__ADS_3

Tom merasa dirinya benar-benar dikhianati oleh Denada. Mereka sebelumnya sudah membuat perjanjian dimana Denada tidak akan mengusik Rexha jika ia bisa membawanya pergi jauh dari Andra. Lalu, kenapa sekarang wanita itu justru menculik Rexha dan Dara?


Tom sangat geram sekali, ia ingin menemui wanita itu dan membuat perhitungan padanya. Jangan dikira Tom selama ini takut pada Denada, ia tetap akan menjadi garda terdepan untuk membela Rexha jika ada orang yang menyakitinya.


Untuk itulah Tom nekat mendatangi rumah Denada. Ia harus membuat perhitungan dengan wanita itu segera.


"Denada! Keluar kamu! Denada!"


Dari depan pintu gerbang setinggi langit-langit itu Tom sudah berteriak-teriak memanggil Denada. Wajahnya terlihat sangat lelah karena baru kembali dari luar kota, tapi ia tidak memperdulikannya.


"Siapa kamu? Sungguh tidak sopan!" hardik Satpam rumah Denada.


"Aku tidak ingin berbasa-basi, cepat panggil Denada kalau Tom mencarinya!" teriak Tom, benar-benar mengamuk hingga ingin memukul apa saja yang ada didepannya.


"Ada keperluan apa? Tidak sembarangan orang bisa masuk kesini," tukas satpam.


"Oh shittttt! Katakan kalau Tom datang, suruh dia menemuiku atau aku akan membocorkan semuanya kepada suaminya," ucap Tom dengan begitu geramnya.


Satpam itu mengerutkan dahinya, tapi ia segera masuk dan menemui Han. Dan ternyata Tom memang sudah ditunggu oleh Andra, membuat satpam itu segera membukakan pintu untung Tom.

__ADS_1


"Nyonya Denada sudah menunggu, Anda di ruangannya. Beliau bilang langsung masuk saja, Tuan Andra tidak dirumah," ujar sang Satpam.


Tom tidak menyahut, ia langsung masuk tanpa rasa curiga sedikitpun. Emosi sudah benar-benar menguasai dirinya dan ingin segera dituntaskan.


"Manusia memang tidak ada yang dipercaya," geram Tom sepanjang langkahnya menuju ruangan Denada.


Sebelumnya Tom memang pernah datang ke sana saat membuat perjanjian dengan Denada. Jadi ia tidak kebingungan saat mencari ruangan wanita itu.


Begitu Tom masuk, hanya ada siapapun disana. Hanya ruangan kosong dengan kursi yang menghadap kearah bagian luar. Tom semakin geram.


"Menjijikan kamu Denada! Mulut wanita memang tidak bisa dipercaya. Apa maksudmu menculik Rexha dan Dara? Apa kamu lupa tentang perjanjian yang kita buat?" Tom langsung berteriak meluapkan segala emosinya.


Tom begitu terkesiap, ia tidak menyangka jika Andra yang berada dibalik kursi itu. Seketika saja tubuhnya sudah gemetar hebat dan keringat dingin otomatis langsung mengalir dari punggungnya.


"Tuan Andra?" Tom menyebut nama pria itu dengan suara bergetar.


"Masih ingat namaku? Sayang sekali aku tidak ingat tentang siapa dirimu. Tapi itu lebih bagus, nama pengkhianat tidak pantas untuk diingat." Andra bangkit dari duduknya, ia berjalan dengan langkah pelan seraya memasukan tangannya ke dalam saku celana.


"Sa-saya tidak tahu apapun, saya kesini juga sepertinya melakukan kesalahan. Saya akan pergi," kata Tom sudah sangat takut melihat sorot mata Andra.

__ADS_1


Tom bukan sehari dua hari mengenal Andra, tapi dari pria itu merintis karir ia sudah mengenalnya luar dalam. Dan Andra adalah pria yang tenang, jadi kita tidak akan bisa menebak apa yang sedang pria itu pikirkan dan ingin lakukan.


Tom segera berbalik pergi, tapi tiba-tiba sekitar 6 orang langsung keluar dari persembunyiannya masing-masing seraya mengacungkan senjatanya ke arah Tom.


"Jangan bergerak jika tidak ingin peluru mereka merobek tubuhmu," kata Andra dengan aura yang sangat dingin. "Rasanya pasti akan sangat menyakitkan, peluru itu akan menembus dagingmu lalu merobek jaringan didalamnya, membuat seluruh tubuhnya merasakan sakit hingga rasanya ingin mati," lanjut Andra kembali berjalan mendekati Tom, ia berdiri tepat dibelakang pria itu.


"Atau ... Mungkin benar-benar mati?" bisik Andra dengan suara berat layaknya malaikat yang ingin mencabut nyawa.


Tom mengepalkan tangannya, ia sangat takut sekali saat ini. Tapi ia tidak semudah itu mau menyerah, ia tiba-tiba berbalik untuk menyerang Andra.


Namun, Andra ternyata sudah lebih dulu tahu pergerakannya hingga dengan mudah melumpuhkannya dengan satu tangan lalu memelintirnya dengan keras ke belakang.


"Arghhhhhhhh!" teriak Tom kesakitan.


Happy Reading.


TBC.


Salam penulis Virzha. Mampir ke karya yang ada di banner ini ya 😍

__ADS_1



__ADS_2