After 5 Years Apart

After 5 Years Apart
A5YA 37. Kabar.


__ADS_3

Suara sorak sorai anak sekolah Pusaka Bangsa terdengar begitu riuh. Begitu banyak dukungan yang berkumandang disaat melihat siswa sekolah mereka sedang bertanding basket di lapangan yang terik.


Salah satu siswa paling populer di sekolah tampak sedang mendribel bola dengan sangat lihai membuat decakan kagum para kaum hawa semakin ramai.


Rexha berdiri diantara mereka semua, memandang Andra yang menurutnya siang itu sangat tampan sekali. Dengan keringat yang bercucuran, membuat Andra semakin bertambah tampan.


"Andra! Ayo Andra! Huuuuuuuuuu!"


Semakin lama persaingan semakin sengit dan suara sorakan pun semakin ramai. Saat poin tim SMA Pusaka Bangsa bertambah menjadi game terakhir yang akhirnya nama sekolah mereka menjadi pemenang.


"Wah ...." Rexha sampai berdiri ikut teman-temannya bersorak senang melihat SMA mereka menang.


"Andra, kesini dong, foto bareng yukkk ..."


"Andra, keren, Ndra."


"Ayo foto bareng foto bareng."


Para wanita yang menjadi fans Andra tampak saling berebut untuk berfoto dengan idola mereka. Bahkan para pemain disana banyak, tapi para wanita itu sibuk mengerubuti Andra. Tapi Andra hanya diam tidak merespon, pria itu justru sibuk berlari dan tiba-tiba saja memeluk Rexha.


"Hah, aku menang," kata Andra seperti menemukan tempat yang nyaman dipelukan Rexha ini.


Rexha kaget tentunya, bukan hanya dia saja, tapi semua wanita yang disana pasti kaget melihat apa yang dilakukan Andra itu. Tangannya bahkan hanya diam terkaku, bingung harus melakukan apa.


"Andra, banyak orang," bisik Rexha menyembunyikan wajahnya, terlalu malu rasanya.


"Biarkan saja, sekarang mereka tahu kalau aku udah punya pacar," celetuk Andra cuek saja.


"Tapi aku malu," kata Rexha yang saat itu masih belum berani mengumumkan hubungan mereka karena takut akan dibully lagi.


"Ngapain malu, justru aku bangga. Sekarang biar aku kasih tahu semua orang kalau aku mencintaimu," ucap Andra melepaskan pelukannya pada Rexha.


"Eh, bukan seperti itu." Rexha mencoba mencegah, tapi Andra tidak menghiraukannya.


"Mungkin kalian sudah mengenalnya, tapi sekarang aku kenalkan lagi. Dia adalah Rexha Maldini, kekasihku dan satu-satunya orang yang aku cintai saat ini, besok dan selamanya. I LOVE YOU REXHAAAAAA!" Andra berteriak mengumumkan pada seluruh sekolah tentang hubungannya dengan Rexha tanpa rasa malu sedikitpun.


Tepat dihari itu juga menjadi hari patah hati nasional karena satu-satunya pria populer yang digandrungi banyak wanita itu sudah sold out.

__ADS_1


Rexha merasa menjadi wanita yang paling bahagia waktu itu. Mendapatkan pengakuan dan diberikan cinta yang begitu besar. Sebuah impian yang dulu hanya pernah ada diangannya itu akhirnya jadi kenyataan.


Namun, kebahagiaan itu ternyata tidak bertahan lama, karena tiga bulan setelahnya Rexha justru hanya bisa melihat punggung Andra yang menjauh meninggalkannya pergi.


________


"Andra!"


Rexha berteriak saat terbangun dari tidurnya, ia melirik sekelilingnya dengan tatapan bingung. Menyadari saat ini ia masih dikamar, ia menghela napas panjang, ternyata ia baru saja mimpi buruk sehingga keringat dingin membasahi tubuhnya.


Rexha melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 1 malam, ternyata sudah cukup lama ia tidur. Ia memutuskan untuk turun melihat Dara dikamarnya, tapi langkahnya terhenti saat melihat Andra berdiri didepan pintu.


"Astaga, kenapa kamu mengagetkanku?" kata Rexha memegangi dadanya.


"Mau kemana?" Andra berjalan mendekat, kalau tidak salah lihat, Andra terlihat tersenyum manis padanya.


"Aku mau melihat Dara sebentar, biasanya kalau malem dia suka nyari aku," jawab Rexha.


"Dara udah tidur, mendingan kamu istirahat saja, sini." Andra meraih tangan Rexha lalu mengajak wanita itu ke ranjang dan mereka duduk berhadapan.


"Kamu udah pulang?" tanya Rexha dengan wajah bingungnya.


"Tumben manja," sahut Rexha tersenyum aneh.


"Iya, lagi pengen dimanja. Peluk sini, Xha."


Andra meraih tangan Rexha dan mengajak wanita itu tidur, ia lalu memeluk wanita itu dan menenggelamkannya didada Rexha.


"Elus gini, Xha. Aku suka banget kamu elus rambut aku," kata Andra lagi, meminta Rexha untuk mengelus rambutnya.


Rexha semakin mengernyitkan dahinya aneh, tapi ia tetap menuruti saja keinginan Andra. Mengelus rambut Andra yang sangat lembut sekali, tapi Rexha merasa badan Andra sangat dingin.


"Wajah kamu dingin banget kenapa? Sakit?" tanya Rexha memegangi wajah Andra, menatap Andra yang sangat pucat itu.


"Dingin, peluk."


Hanya kata itu saja yang Andra ucapkan sebagai jawaban. Rexha pun tidak lagi bertanya, ia mengelus rambut Andra dengan perlahan dan menikmati momen mereka berdua.

__ADS_1


Mungkin karena efek kelelahan atau bagaimana, Rexha mendadak diserang kantuk yang luar biasa, ia ingin terus membuka matanya, tapi terasa sangat berat sekali hingga membuat ia tidak bisa menahan kantuknya.


"Selamat tidur, aku pergi dulu yaa ...."


Sayup-sayup ia seperti mendengar suara Andra, tapi tidak terlalu jelas. Rexha sudah keburu jatuh ke alam mimpinya.


Namun, ternyata Rexha tidak bisa benar-benar tidur, ia kembali terbangun saat merasakan hawa dingin yang begitu menusuk. Ia melihat jam, kali ini sudah jam tiga pagi. Rexha merasa semakin bingung melihat ia hanya tertidur sendirian.


"Kemana Andra?" Rexha begitu bingung, ia mencoba turun dari ranjang, tapi ia melihat ponselnya yang menggelepar pertanda ada panggilan masuk.


"Siapa yang menghubungiku se pagi ini?" gumam Rexha.


Saat melihat nomor Kak Aleen disaa, kebingungan Rexha semakin bertambah. Ia segera mengangkat panggilan itu karena mendadak ia diserang perasaan yang tidak enak.


"Halo, kak?" ucapnya langsung.


"Rexha, Andra ...."


Ponsel Rexha yang tadinya digenggam langsung jatuh begitu saja mendengar ucapan kakak iparnya itu. Air matanya mengalir tanpa bisa dicegah, ia menggelengkan kepalanya berkali-kali. Tidak ingin percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


"Andra, nggak mungkin ..."


Rexha tidak ingin percaya meski saat ini ia menangis, ia segera membuka deadline berita terbaru untuk melihat apa kabar yang baru saja didengarnya itu salah.


Namun, begitu melihat isi berita yang teratas membuat seluruh tubuh Rexha gemetar hebat dan hatinya luluh lantak. Rexha seperti digulung gelombang tsunami yang begitu mengerikan.


Terupdate! Diduga kehilangan kontak, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dikabarkan jatuh di daerah ke laut.


Daftar nama korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Sampai berita ini ditulis, belum ada kabar terkait kondisi penumpang.


Rexha tidak ingin membuka berita itu, tapi ia hanya ingin memastikan dan berharap kalau suaminya tidak ada dalam penerbangan itu.


Andra Dewanata 25th (L)


"Andra! Ini nggak mungkin, Andra!" Rexha berteriak keras, menangis sejadi-jadinya melihat nama suaminya tertera disana.


"Aku harus datang ke sana, ya aku yakin Andra masih hidup." Rexha sudah seperti orang gila, ia berlarian panik tanpa menggunakan sendal atau apapun, ia harus memastikan kalau Andra-nya baik-baik saja.

__ADS_1


Happy Reading.


TBC.


__ADS_2