After 5 Years Apart

After 5 Years Apart
A5YA 36. Momen Terakhir.


__ADS_3

Rexha terkejut tentunya mendengar perkataan Andra, tapi ia mencoba berpikir positif, mungkin saja Andra hanya akan pergi ke suatu tempat dan langsung saja kembali.


"Pergi ke mana? Aku sama Dara ikut?" tanya Rexha penuh rasa ingin tahu.


"Tom baru saja menelepon, salah satu proyek perusahaan yang sedang berjalan gagal dan menyebabkan banyak korban yang berjatuhan. Aku harus datang ke sana untuk berbelasungkawa pada korban," ucap Andra menggelengkan kepalanya pelan.


"Kegagalan proyek? Bagaimana bisa?" Lagi-lagi Rexha terkejut mendengarnya.


"Ya, nanti aku dan tim akan melakukan pengecekkan ulang. Sekarang aku harus ke sana dulu," kata Andra.


"Dimana tempatnya?"


"Di Pekan Baru, Xha. Mungkin aku dua hari udah pulang. Kamu nggak apa-apa 'kan?"


Rexha memejamkan matanya singkat, ia bukan wanita cengeng yang bisa menangis hanya karena masalah seperti. Tapi kali ini Rexha begitu tidak rela, mereka baru saja menikah tadi pagi, kenapa sekarang Andra harus pergi.


Andra menghela napas panjang, ia mendekati Rexha lalu memeluk wanita itu.


"Jangan buat aku nggak tega pergi, Xha. Aku janji akan menyelesaikan pekerjaan ini dengan cepat," kata Andra sama tidak relanya, tapi siapa lagi yang harus turun tangan kalau bukan dia?


"Masih nanti malam 'kan perginya? Sekarang boleh aku minta kamu ngehabisin waktu sama kita berdua," ujar Rexha melirik putrinya dengan matanya.


Andra mengangguk mengiyakan, lagi pula masih ada waktu sebelum dia pergi untuk menyelesaikan tugasnya.


"Mau ke mana?" tanya Andra meraih tangan Rexha lalu membawa wanita itu duduk kembali bersama putri mereka.


"Di rumah aja, aku pengen punya keluarga yang sebenarnya, Ndra. Kamu bekerja, aku memasak dan menunggu kamu pulang kerja," kata Rexha mengutarakan keinginannya yang sederhana.


"Terdengar sangat indah, pasti aku nggak sabar pengen cepet-cepet pulang ketemu anak cantik sama istri cantik," goda Andra.


"Dih." Rexha mencibir pelan.


"Hahaha, kamu ini selalu saja tidak percaya. Ehm, masih ada waktu beberapa jam, mau keluar nggak? Kita nggak pernah jalan-jalan bareng," kata Andra lagi.


"Mau yah, mau jalan-jalan." Dara langsung menyahut dengan cepat.


"Oke, sekarang Dara siap-siap. Ayah mau ngajak ke tempat bagus," ucap Andra mendadak punya ide yang menyenangkan diotaknya.


"Mau ke mana memangnya?" tanya Rexha, padahal ia senang kalau di rumah saja.

__ADS_1


"Nanti juga tahu, ayo sekarang kamu juga siap-siap. Dandan yang cantik ya Nyonya Dewanata," kata Andra menyempatkan diri untuk mencium bibir Rexha sekilas.


"Andra!" seru Rexha melotot, disana ada putri mereka, bisa-bisanya malah menciumnya seperti itu.


Andra hanya tertawa melihat kekesalan Rexha itu. "Aku keluar dulu, mau hubungin Tom, kamu siap-siap," ujar Andra mengacak-acak rambut Rexha.


________


Hari itu Andra mengajak keluarga kecilnya ke salah satu tempat yang dulu menjadi tempat favoritnya dengan Rexha. Ditepi danau yang begitu sejuk dan ada sebuah rumah pohon yang dulu sering mereka pakai untuk mengerjakan tugas sekolah.


Andra sudah menyiapkan tikar serta alat-alat barbeque dan juga makanan lainnya. Dan yang paling penting tentunya jajanan Dara.


"Kita piknik yah? Yeeeeeeeayyyy kita piknik!" Dara bersorak begitu senang melihat apa yang sudah disiapkan ayahnya.


"Yaps, hari ini pokoknya Dara mau apa aja ayah turutin," kata Andra menyahut ucapan putrinya.


"Memangnya ayah mau ke mana?" tanya Dara dengan wajah ingin tahu.


"Ayah mau kerja, nanti tapi pulang lagi kok," jawab Andra mengelus lembut pipi Dara.


Rexha hanya diam saja, ia benar-benar merasa sedih sekali karena Andra akan pergi meninggalkannya. Padahal ia juga sudah terbiasa tanpa Andra, tapi kenapa rasanya sekarang begitu tidak rela. Mereka juga baru beberapa jam yang lalu sah menjadi suami istri.


Hari itu Rexha seperti ingin memuaskan hatinya, ia begitu manja pada Andra saat mereka berpiknik. Pokoknya ia benar-benar tidak rela jika Andra akan pergi.


"Nggak usah pergi kalau gitu," ucap Rexha mendadak egois.


"Kalau aja bisa, aku nggak bakalan pergi. Tapi siapa lagi? Lagi pula cuma dua hari aja, apa kamu mau ikut?" Andra memandang Rexha, wanita itu terlihat sekali sedang sedih.


"Nggak usah, kamu selesaikan aja pekerjaan kamu. Nanti Dara juga sekolah," tolak Rexha langsung.


"Baiklah, kamu jangan sedih dong. Aku cuma keluar kota aja, Sayang. Bukan ke luar negeri, kalau tugas aku selesai pasti akan langsung pulang deh," bujuk Andra menciumi tangan Rexha, mencoba menenangkan hati istrinya yang sangat gusar itu.


Rexha tidak menjawab, ia hanya diam saja menikmati momen keluarga kecil mereka. Sebuah momen dimana mereka bersatu menjadi keluarga yang utuh. Andra yang begitu sabar menjawab segala rasa ingin tahu Dara, membuat rasa kagum Rexha semakin besar pada pria itu.


Setelah hari cukup malam, mereka baru pulang ke rumah dan Andra langsung menyiapkan segala keperluannya untuk ke luar kota.


_______


Rexha kembali ke kamar setelah menidurkan Dara, ia melihat Andra yang sedang bersiap itu. Perlahan ia mendekati pria itu lalu memeluknya dari belakang, mencium harum tubuh khas Andra yang begitu menenangkan.

__ADS_1


"Dara sudah tidur?"


Andra tersenyum seraya mengusap rambut Rexha perlahan.


"Baru aja, kamu mau pergi sekarang?" Rexha berbicara tanpa melepaskan pelukannya, matanya mendadak berkaca-kaca karena sebentar lagi akan berpisah dengan suaminya.


"Pesawatnya jam 9 malam," jawab Andra.


Andra lalu memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Rexha, wanita itu memandang Andra begitu sendu.


"Masih ada waktu," kata Andra.


"Hm" Rexha hanya menyahut dengan deheman, tidak melepaskan sedikitpun tatapan matanya pada Andra.


"Sebelum aku pergi." Hanya kata itu yang terucap dari bibir Andra sebelum pria itu meraih tengkuk Rexha lalu mencium bibirnya.


Rexha hanya bisa pasrah, ia juga menginginkan sentuhan ini. Ia membalas ciuman itu seraya mengalungkan tangannya ke leher Andra. Rexha seolah ingin sekali menenangkan hatinya jika ia akan kembali bertemu pria ini.


Mungkin terdengar lebay, tapi perasaan Rexha saat ini benar-benar sangat gusar sekali.


Setelah berciuman panas, Andra mendorong Rexha ke ranjang dengan perlahan, ia yang tadinya sudah bersiap menggunakan kemeja segera menanggalkannya. Ingin sekali lagi menyentuh istrinya dengan perasaan cinta yang menggebu-gebu sekaligus menenangkan Rexha yang sepertinya sangat gusar itu.


"Andra ..." Rexha mende sah lirih, ia menciumi leher suaminya saat mereka berdua melakukan penyatuan.


"Rexha ..."


Seluruh tubuh Rexha tak luput dari jamahan bibir basah Andra, ia meninggalkan tanda cinta yang begitu banyak ditubuh sang istri. Sebelum ia pergi, ia harus membuat kenangan yang manis meski dua hari lagi akan bertemu kembali.


Malam itu baik Andra dan Rexha sama-sama liar dan menggila. Setelah semuanya selesai, mereka berpelukan dan saling bertukar saliva. Lalu keduanya menyatukan kening dengan napas yang saling beradu.


"Cepat pulang," kata Rexha dengan napas yang terengah-engah.


"Pasti, tunggu aku," jawab Andra mencium kening Rexha begitu lama.


Rexha hanya memejamkan matanya, mungkin karena pernah ditinggal Andra waktu rasa cinta mereka dulu menggebu-gebu, kini Rexha menjadi sangat takut kehilangan Andra.


"Berjanjilah untuk cepat pulang," kata Rexha sekali lagi.


"Aku janji."

__ADS_1


Happy Reading.


TBC.


__ADS_2