After 5 Years Apart

After 5 Years Apart
ASYA 45. Datanglah, Jika Aku Butuh.


__ADS_3

Rexha mengerutkan dahinya, ia memandang Andra yang menatapnya sangat serius. Tidak ada kebohongan dari sorot matanya. Lalu, selama ini siapa yang sudah mengejar-ngejarnya?


"Kamu tidak perlu berbohong padaku, apa ini salah satu trik untuk membuatku percaya padamu lagi? Tom sudah menjelaskannya padaku jika kamu ingin aku mati 'kan? Aku sudah menyerah, aku ingin hidup tenang, tolong berhenti mengusikku," kata Rexha.


"Tom siapa?" Andra terlihat bingung.


"Mantan asistennmu," ketus Rexha.


Andra mengerutkan dahinya semakin dalam, ia tampak menatap Rexha dengan sangat serius sekali. Menatap lekat-lekat wajah Rexha, yang entah kenapa menurutnya sangat cantik sekali meskipun tidak memakai riasan apapun.


"Aku berani bersumpah untuk hal yang satu ini. Mungkin jika ada orang yang mengganggumu itu adalah orang suruhan istriku," ucap Andra.


Rexha tersenyum kecut saat Andra menyebut Denada sebagai istrinya. Padahal ia yang istrinya yang sebenarnya.


"Aku tidak peduli, aku hanya ingin hidup tenang, itu sudah cukup untukku. Katakan saja pada istrimu untuk tidak mengusik kehidupanku," kata Rexha menjauhkan dirinya dari Andra.


"Aku bisa menjamin kamu akan aman disini selamanya tanpa jangkauan dari istriku. Apa itu cukup?"


Rexha membulatkan matanya tidak percaya. Lelucon apa ini? Apa maksud Andra mengatakan hal seperti itu? Apakah memang sebenarnya selama ini Andra tidak pernah ingin membunuhnya?


"Bukankah kamu lebih percaya dia daripada aku? Jika memang sudah memutuskan pergi, lebih baik jangan kembali lagi. Kamu tahu, itu sangat menyakitkan. Biarkan saja kisah yang pernah terjadi itu sebagai sebuah kenangan. Aku sudah lelah, Andra ...." ucap Rexha mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh.


Andra mengigit bibirnya yang terkatup sempurna, ia mendekati Rexha kembali, sangat dekat sekali hingga wajahnya hampir bersentuhan. Andra memejamkan matanya, mulai memahami sebuah degupan jantung yang tidak biasa saat berdekatan dengan wanita yang masih asing baginya ini.


"Menjauhlah!" seru Rexha mendorong bahu Andra dengan cukup kasar.


Andra membuka matanya hingga bertatapan langsung dengan Rexha, ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Buatkan aku makanan baru, pelayananmu sangat buruk sekali," ucap Andra seraya menjauhkan dirinya.


'Wanita itu sangat berbahaya. Dia begitu memikat meksipun hanya diam saja.'


Rexha tidak banyak bicara, ia mengerjakan saja apa yang diinginkan oleh Andra. Mungkin besok ia harus mengundurkan diri dari pekerjannya ini. Rexha tidak mau lagi berurusan dengan Andra sebelum pria itu mengingat dirinya. Sudah cukup semua luka yang selama ini Rexha rasakan, sekarang waktunya dia berhenti lagi untuk berharap.

__ADS_1


Rexha membuatkan nasi goreng sayur yang cukup banyak wortelnya, ia lalu menambahkan toping telur ceplok setengah matang. Tidak lupa Rexha membuatkan teh tanpa gula karena Andra tidak suka manis. Setelah semuanya siap, Rexha segera mengantarkan makanan itu kepada Andra yang tengah sibuk dengan ponselnya.


Sepanjang langkahnya, Rexha menahan detak jantungnya yang berlompatan ingin keluar. Bukan karena rasa takut, tapi ia begitu gugup saat melihat Andra yang penampilannya sangat memanjakan mata itu. Siapa wanita di dunia ini yang bisa menolak Andra? Bahkan dia bisa mendapatkan wanita manapun yang dia inginkan.


"Ini, makanannya sudah siap. Pekerjaanku sudah selesai," kata Rexha meletakkan makanan yang ia buat dihadapan Andra.


Andra cukup terkejut melihat masakan yang dibawa Rexha, ia menatap wanita itu sekilas lalu mengambil sendok dan garpu untuk memulai makan.


Hal pertama yang sangat membuat Andra kaget adalah, nasi goreng sayur dan telur ceplok setengah matang adalah makanan yang sangat ia sukai. Bagaimana Rexha bisa tahu?


"Kamu tidak boleh pergi sebelum aku mencoba ini," kata Andra mulai memakan nasi goreng itu.


Lagi-lagi Andra terkejut saat merasakan rasa masakan itu, sangat pas sekali dengan seleranya. Andra lalu meminum teh yang dibuat Rexha, dan lagi-lagi Andra terkejut.


'Kenapa dia bisa tahu semua hal yang aku sukai?'


"Kamu sudah boleh pulang, aku akan memanggilmu jika aku butuh," kata Andra menyodorkan kartu namanya pada Rexha.


Andra mengernyit, malah semakin heran. Kenapa Rexha begitu berani menolak dirinya?


"Pulang sekarang, aku akan memanggilmu lagi kalau aku butuh," kata Andra mengulangi kata-katanya dengan suara yang lebih tegas.


"Aku bilang aku akan berhenti, pekerjaanku hari ini sudah selesai. Aku tidak akan kembali lagi, dan kita tidak akan bertemu lagi," udah Rexha menyahut dengan cepat.


Andra menggoyangkan rahangnya, pertanda pria itu cukup kesal dengan penolakan Rexha. Tanpa mengatakan apapun, Andra tiba-tiba saja menarik tangan Rexha hingga wanita itu terduduk dipangkuannya.


"Andra! Apa-apaan sih!" seru Rexha mencoba bangkit.


Andra tak membiarkan Rexha lepas begitu saja, ia justru menarik tengkuk periksa hingga dahi keduanya beradu.


"Dengarkan aku baik-baik, aku bisa memberikan apapun padamu, tapi aku juga bisa mengambilnya lagi jika aku ingin. Jika kamu ingin hidupmu tenang, ikuti saja perintahku. Itu adalah caramu satu-satunya," kata Andra dengan wajahnya yang serius, sorot matanya kejam sekali, berbeda dengan Andra yang dulu.


Rexha berdecak pelan, ia menjauhkan dirinya dengan emosi yang meledak-ledak. Tapi ia juga takut kalau Andra akan benar-benar melakukan hal nekat.

__ADS_1


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Rexha.


"Pulang, dan datanglah jika aku membutuhkanmu," kata Andra baru melepaskan Rexha setelah wanita itu cukup tenang.


"Kapan?" tanya Rexha lagi.


"Bisa malam nanti, besok, semua terserah padaku. Nasibmu sekarang tergantung sikapmu padaku. Sampai disini kamu paham?" kata Andra memasang wajahnya yang angkuh seolah Rexha adalah bawahannya.


"Kalau malam aku tidak bisa," tolak Rexha langsung.


Malam adalah waktunya bersama Dara, jika ia pergi nanti putrinya hanya bersama Fika di rumah, Rexha tidak mau jika waktunya terbuang sia-sia dan ia menelantarkan anaknya.


"Aku tidak sedang bernegosiasi padamu. Sekarang aku memberimu kesempatan pulang, apa kamu-"


"Aku akan pulang sekarang. Dan aku tegaskan padamu, malam nanti aku tidak bisa datang," tukas Rexha buru-buru meninggalkan tempat yang membuat ia merasa gila.


4 bulan benar-benar sudah merubah segalanya pada diri Andra. Pria itu sekarang sangat arogan dan suka semena-mena. Rexha tentu tidak boleh membiarkan hal ini terus terjadi, ia harus pergi sejauh mungkin agar anda tidak bisa menemukannya dan mengganggunya lagi.


Andra masih memandang kepergian Rexha sampai wanita itu tidak terlihat lagi. Lalu asistennya mendatangi Andra dan menyerahkan sebuah obat padanya.


"Ada apa, Han?" tanya Andra melirik pria itu serius.


"Saya hanya ingin mengingatkan Anda untuk meminum obat Anda, Tuan. Nyonya Denada baru saja menghubungi saya dan menyuruh Anda tidak melewatkan meminum obat agar arghhhhhhhh!"


Han tidak jadi melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba saja Andra mencekik leher Han dengan sangat kuat.


"Tu-an ...." Han begitu panik, sangat takut melihat bosnya tiba-tiba marah.


"Berhenti membodohiku lagi. Kamu jelaskan sebenarnya obat apa ini atau akan aku buat rumahmu rata dengan tanah?"


Happy Reading.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2