
"Sekarang apalagi yang akan Mami gunakan sebagai alasan untuk menolaknya? Dara memang putriku, jika Mami memang masih menganggap aku putra Mami, maka restuilah aku dengan Rexha menikah. Sudah cukup aku menelantarkan anakku selama ini, jangan biarkan aku menjadi Ayah yang begitu buruk di mata putriku nanti," ujar Andra, suaranya terdengar lirih tapi ketegasan itu masih sangat kentara.
Elmira menipiskan bibirnya, ia menggelengkan kepalanya pelan. "Andra, ini benar-benar pilihan yang sulit. Mungkin Mami bisa menerima putrimu, tapi wanita itu ...."
"Baik, jika itu memang keputusan Mami. Mulai detik ini juga aku memutuskan hubunganku dengan Mami, aku bukanlah putramu lagi Nyonya Elmira." Andra menjawab ucapan Maminya dengan tegas, sudah cukup selama ini ia mengalah, ia tidak mau lagi melakukan kebodohan yang sama.
"Andra! Apa maksudmu berbicara seperti itu? Kamu lebih memilih wanita itu daripada Mami?" bentak Elmira sama sekali tidak habis pikir dengan ucapan putranya.
"Ya, aku rasa semuanya sudah cukup jelas, Nyonya. Aku mohon dengan sangat, jangan pernah mengganggu keluargaku lagi, biarkan kami berbahagia, pintu keluarnya di sebelah sana." Andra sama sekali tidak peduli, biarlah ia dianggap sebagai anak yang durhaka, ia akan lebih merasa bersalah jika tidak perjuangkan putrinya sendiri.
"Kamu benar-benar keterlaluan, Andra! Hanya karena wanita itu kamu sampai memperlakukan ibumu seperti ini? Kamu tahu, Ayahmu pasti sedang menangis di alam kubur sana karena ulahmu yang tidak tahu diri!" teriak Elmira begitu marah.
"Bukankah aku sudah mengatakan, jika Nyonya tidak bisa menerima wanitaku, itu sama saja Nyonya menolak keberadaanku," kata Andra lagi.
"Keterlaluan! Dimana wanita itu? Dia pasti yang sudah mengajarkan semua ini padamu. Dimana dia!" Elmira mengamuk, ia ingin sekali memaki-maki Rexha karena menganggap wanita itu biang kerok dari sikap anaknya yang berani melawan dirinya itu.
Andra segera menahan Ibunya saat wanita itu ingin masuk kedalam. "Bersikaplah baik jika sedang bertamu di rumah orang. Apakah seperti ini kelakuan orang yang berada? Silahkan pergi," kata Andra.
Elmira menghempaskan tangannya dengan ia menatap Andra yang memasang wajah sangat dingin itu.
"Kamu pasti menyesal telah melakukan ini sama Mami," tukas Elmira benar-benar sangat marah, ia segera pergi dari tempat yang membuatnya sangat muak itu.
Andra mengusap wajahnya dengan kasar, dalam hatinya tidak henti meminta maaf karena bersikap kurang ajar kepada ibunya. Tapi ini memang jalan yang terbaik untuk dirinya dan juga Rexha.
Rexha menyaksikan itu semua, ia melihat sendiri bagaimana Andra membelanya mati-matian, bahkan sampai memutuskan hubungan darah antara Andra dan ibunya. Hal itu sebenarnya membuat ia merasa bersalah, tapi ia juga bangga karena Andra membela dirinya.
__ADS_1
Rexha lalu keluar menemui Andra, ia melihat pria itu menutup wajahnya.
"Andra," panggil Rexha.
"Hm?" Andra mengangkat wajahnya begitu mendengar suara Rexha.
"Ehm, kenapa mengambil keputusan sebesar ini? Mami-mu pasti-"
"Mami tidak akan berubah, semuanya sudah cukup buat kita jadikan pelajaran. Lebih baik kita yang menjauh agar kita bisa hidup tenang. Bagaimana, apa kamu setuju kalau kita akan pergi?" kata Andra sudah memikirkan matang-matang rencananya ini.
Rexha terdiam sesaat, ia juga harus memikirkan dengan sangat matang keputusannya ini. Tapi saat teringat bagaimana Andra membela dirinya didepan ibunya sampai memutuskan hubungan darah, memupuskan segala keraguan dalam diri Rexha.
"Aku setuju."
________
"Halo Aleen, kamu ke rumah sekarang," titah Elmira meminta putri pertamanya datang, hanya dengan Aleen biasanya Andra mau mendengarkan nasehatnya.
"Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. Kenapa Andra sama sekali tidak mengerti juga? Bukankah aku akan menerima anaknya?" Elmira menggerutu kesal, ia mondar-mandir cemas menunggu putrinya datang.
"Denada tidak boleh tahu kalau Andra memiliki anak, semuanya bisa kacau" gumam Elmira kembali harus memutar otak agar bisa mempertahankan calon menantu idamannya.
Setelah menunggu dengan perasaan yang campur aduk, akhirnya Aleen datang. Elmira langsung saja mengatakan semuanya pada putrinya seraya menangis lirih. Ia tahu Aleen pasti akan membantunya.
"Mami cerita pelan-pelan aja, dimana Andra sekarang?" Aleen membawa Elmira ke sofa, ingin membicarakan semuanya dengan tenang.
__ADS_1
"Dimana lagi kalau bukan di tempat perempuan itu. Dulu kamu inget, dia nggak pulang-pulang karena main sama perempuan itu, sekarang juga sama. Emang bawa pengaruh buruk itu anak," celetuk Elmira dengan wajah kesal yang tidak ditutupi.
"Maksud Mami Rexha? Mereka udah ketemu lagi?" tanya Aleen memperjelas.
"Iya, entah bagaimana perempuan itu bisa kembali ke kehidupan Andra. Sudah bagus-bagus pergi, kenapa harus kembali segala," keluh Elmira.
"Mi, harusnya Mami lebih mengenal Andra. Dia tidak akan mudah menerima wanita kalau dia tidak begitu mencintainya. Mami ingat, Andra sudah mencoba berhubungan dengan Denada selama dua tahun, tapi Andra tetap tidak bisa mencintainya 'kan? Tapi sekarang, Andra bisa dengan mudah kembali pada Rexha, itu artinya Andra benar-benar serius dengan perasannya, Mi. Ayolah, Mami berhenti menjadi orang tua egois, Andra juga berhak bahagia," ujar Aleen sangat mengerti bagaimana sakitnya jika harus berpisah dengan orang yang sangat dicintai, ia tidak mau Adiknya mengalami hal yang sama.
"Ck, kamu ini kenapa malah membela mereka? Gara-gara perempuan itu, Andra sampai memutuskan hubungan darah dengan Mami. Apa itu tidak kurang ajar?" bentak Elmira memandang kesal putrinya.
"Apa?" Aleen begitu kaget. "Andra memutuskan hubungan darah dengan Mami?" Aleen benar-benar syok, padahal adiknya itu paling menurut dengan orang tua.
"Iya, adik kamu memang gila. Mami sudah bilang akan menerima anak mereka, tapi Mami tidak mau menerima perempuan itu," tukas Elmira.
"Andra sudah punya anak?" Aleen semakin syok.
"Itulah, entah bagaimana dulu mereka berpacaran sampai perempuan itu bisa hamil," kata Elmira menghembuskan napas kasar.
"Ck, pantaslah Andra melakukan ini. Sekarang Mami marah-marah karena Andra memutuskan hubungan darah dengan Mami, lalu apakah Mami bisa merasakan bagaimana perasaan Rexha kalau Mami hanya menginginkan anaknya? Aku rasa keputusan Andra itu yang paling tepat," cetus Aleen ikut kesal dengan ibu yang telah melahirkannya ini, bisa-bisanya berpikir akan memisahkan Rexha dan anaknya.
"Aleen, kamu tahu keluarga kita itu-"
"Keluarga terpandang? Keluarga yang dihormati? Atau keluarga berada yang memiliki attitude buruk kepada orang yang derajatnya lebih rendah? Rexha tidak bersalah, jika Mami menginginkan anaknya, artinya Mami juga harus siap menerima ibunya."
"Aku tahu Mami pasti akan sangat sulit menerima dia, tapi coba sekali saja Mami berpikir, bagaimana kalau Mami berada diposisi Rexha? Dia hamil tanpa suami, masa depan hancur dan masih tetap mempertahankan anak itu bahkan mau merawatnya. Tidak semua ibu bisa melakukan hal itu, Mi. Apakah itu belum cukup untuk membuat Mami menerima dia?"
__ADS_1
Happy Reading.
TBC.