After 5 Years Apart

After 5 Years Apart
A5YA 32. Restu Ibu.


__ADS_3

"Andra! Jangan tinggalkan mami!" Elmira berteriak seraya berlari mengejar putranya.


Namun, karena kondisi yang tak lagi muda, Elmira mendadak merasakan dadanya terasa sangat sesak. Ia ingin berbicara, tapi jantungnya sangat sakit sekali.


"Arghhhhhhhh!" Elmira mengerang bersamaan tubuhnya yang luruh ke lantai.


"Mami!" Aleen berteriak kaget melihat Elmira, ia dengan sigap menahan tubuh ibunya tapi tunggu Elmira sudah lebih dulu terjatuh.


"Andra! Mami, Ndra!" teriak Aleen begitu panik sekali.


Andra tidak menghiraukan teriakan-teriakan yang memanggil namanya. Ia sengaja menulikan telinganya agar keputusannya tidak goyah. Tapi suara teriakan kakaknya yang terkahir itu membuat langkahnya terhenti.


Rexha pun ikut berhenti, ia menoleh dan terkejut melihat Elmira yang tampak sangat kesakitan itu.


"Andra-"


"Mami!" Andra langsung berlari menghampiri ibunya.


Rexha pun segera mengikutinya, ia meraih Dara dalam gendongannya dan berjalan cepat mengikuti Andra.


Sekuat apapun ia mencoba membenci ibunya, tidak akan pernah bisa karena ibu adalah orang yang sangat dihormati dan juga paling disayangi. Bisa dibilang ibu adalah cinta pertama bagi anak-anaknya.


"Mami, bangun, mi."


Sesampainya didekat sang Ibu, Andra segera memeluk Elmira dan mencoba membangunkan ibunya.


"Kayaknya mama kena serangan jantung, Ndra. Kita bawa ke rumah sakit sekarang," ujar Aleen begitu panik, takut terjadi sesuatu dengan ibunya.


"Iya, kak." Andra mengangguk, ia tidak henti meminta maaf karena telah menjadi penyebab ibunya seperti ini.


"Rexha, kamu bawa Dara, kita ke rumah sakit dulu ya," kata Andra kepada Rexha yang juga sangat panik itu.


"Jangan khawatirkan aku, kamu bawa aja mami kamu pergi, aku menyusul dengan Dara nanti," sahut Rexha.


"Enggak, kamu ikut aku aja sekarang, ayo."


Andra tidak ingin meninggalkan Rexha sedikitpun, ia harus memastikan kalau Rexha dan putrinya baik-baik saja. Ia juga harus menetralisir keadaan buruk yang mungkin saja bisa terjadi nanti. Mengingat saat ini pasti ada yang sangat membenci Rexha.


Mereka semua akhirnya pergi ke rumah sakit bersama untuk memberikan pertolongan kepada Elmira. Rencana pergi pun tinggalan rencana, Andra dan Rexha tidak mungkin egois dengan pergi begitu saja sementara Elmira sedang sakit.

__ADS_1


_______


Ternyata dugaan Aleen benar, Elmira terkena serangan jantung ringan yang menyebabkan wanita itu pingsan. Mungkin karena umur yang sudah tua, mendapatkan tekanan yang cukup berlebihan memicu hal itu terjadi.


Cukup lama mereka menunggu diluar sebelum seorang dokter keluar dan mengatakan jika Elmira ingin bertemu dengan Andra.


"Temui mami, Ndra. Aku tahu kamu masih marah, tapi cobalah mengerti dulu," tutur Aleen mengusap lembut lengan Andra.


Andra menghela napas panjang sebelum mengangguk. Ia bangkit dan menatap Rexha sejenak.


"Aku masuk dulu, kamu sama Kak Aleen nggak apa-apa 'kan?" ujar Andra.


"Iya tidak apa-apa, mami sudah menunggumu," sahut Rexha tidak keberatan sama sekali.


"Dara, ayah masuk dulu ya," ucap Andra lagi. "Kak, titip Rexha dan putriku," imbuhnya memandang Aleen dengan serius.


"Iya iya, kakak tidak akan mengigit Rexha," celetuk Aleen melirik adiknya malas.


Memang ya, kalau sudah bucin mau apa-apa rasanya susah karena sangat lengket dan masih sayang-sayangnya. Tapi Aleen justru merasa senang jika adiknya bersikap seperti itu. Artinya Andra memang sangat mencintai Rexha dan putrinya.


"Maaf ya kak kalau Andra merepotkan," ucap Rexha merasa perlu menjelaskan kepada Aleen akan sikap Andra yang sangat berlebihan itu.


Rexha hanya meringis, malu sebenarnya karena sikap Andra yang seperti remaja SMA yang lagi kasmaran itu.


________


"Andra! Anakku, akhirnya kamu kembali. Jangan tinggalkan mami, jangan tinggalkan mami, Andra."


Didalam ruangan, Elmira langsung memeluk Andra seraya menangis sesenggukan, rasa lega serta sesak bersamaan datang disaat melihat sosok Andra yang menemuinya di dalam ruangan. Tadinya ia berpikir jika anda sudah pergi meninggalkan negara ini bersama keluarga barunya.


"Jangan pergi lagi, mami janji akan akan merestui kamu dengan Rexha. Jangan tinggalkan mami, Andra. Mami sangat menyayangimu," kata Elmira masih tidak ingin melepaskan pelukannya pada Andra.


"Tidak perlu membahasnya sekarang, mi. Yang penting Mami sembuh dulu," ujar Andra tahu jika saat ini bukan situasi yang cocok untuk membahas pernikahan.


"Nggak, nggak, mami sudah salah. Mami tidak mau kamu pergi lagi. Lebih baik kalian segera menikah sekarang, mami akan merestui kalian," kata Elmira dengan wajahnya yang sangat serius.


"Mami masih sakit, nanti kita bicarakan kalau mami sudah sembuh ya," ucap Andra, bukannya tidak senang akan segera menikah dengan Rexha, tapi kondisi ibunya masih sakit, tidak mungkin dilangsungkan pernikahan.


"Mami baik-baik saja, panggil Rexha kesini. Kalian menikah sekarang, mami tidak apa-apa, Andra. Mami akan merestui kalian," sahut Elmira memegang tangan Andra dengan erat.

__ADS_1


"Mami serius nggak apa-apa? Tolong terima Rexha dengan sepenuh hati mami, disaat kami menikah nanti, itu artinya dia juga sudah menjadi bagian diriku, mi. Aku mohon terima dengan tulus," kata Andra balas menggenggam tangan ibunya, kali ini suaranya sangat lembut, seorang anak yang memohon kepada ibunya dengan sangat.


Elmira menangis terisak-isak mendengar permintaan Andra. Sejak dulu Andra itu anak yang sangat penurut, bahkan jarang meminta. Tapi kali ini mendengar suara Andra yang begitu memohon dan tatapan matanya yang sendu, membuat hati Elmira seperti tercabik-cabik.


"Mami akan menerima dia, Andra. Panggil Rexha kemari, mami akan menerimanya," ujar Elmira membuang segala egonya demi keinginan sang Putra.


"Mi, terima kasih banyak."


Sangking senangnya, Andra langsung memeluk ibunya erat tanpa menyakiti. Matanya tanpa sadar mengeluarkan air mata karena rasa lega yang luar biasa.


"Mami salah, maafkan mami," kata Elmira juga menangis dipelukan putranya.


"Lupakan itu semua mi, kita buka lembaran baru dengan cerita baru. Sekarang aku ingin bertanya sekali lagi pada mami, apa mami serius akan menerima Rexha dan juga putriku?" tanya Andra menggenggam tangan ibunya lagi.


"Iya, Andra. Mami akan menerima mereka. Persiapkan saja pernikahan kalian, mami sendiri nanti yang akan jadi saksi janji suci kalian," ucap Elmira tersenyum tipis.


Andra tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya, ia kembali memeluk ibunya dan tak henti mengucapkan kata terima kasih. Akhirnya ibunya bisa menerima Rexha.


"Dimana mereka? Panggil kesini, Andra. Mami sudah tidak sabar ingin bertemu cucu mami," ujar Elmira lagi.


"Mereka diluar, aku akan memanggilnya dulu, mi," sahut Andra masih dengan senyumannya, ia langsung bangkit untuk memanggil Rexha dan putrinya.


"Bagaimana keadaannya?"


Begitu Andra keluar, Rexha langsung bertanya bersamaan dengan Aleen.


"Mami sudah lebih baik, dia pengen ketemu kamu," kata Andra begitu bersemangat.


"Bertemu denganku?" Rexha cukup kaget, ia tidak menyangka kalau Elmira akan meminta ia untuk bertemu.


"Iya, sama Dara juga. Mami sudah merestui kita Rexha, kita akan segera menikah," kata Andra lagi.


Rexha mengerutkan dahinya, merasa semua ini terlalu mendadak, tapi ia membuang pikiran negatifnya jauh-jauh. Mungkin saja Elmira memang sudah berubah.


'Semoga saja itu benar.'


Happy Reading.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2