After 5 Years Apart

After 5 Years Apart
A5YA 44. Tidak Puaskah?


__ADS_3

Acara pesta penyambutan itu ternyata diadakan besar-besaran. Semua karyawan restoran begitu sibuk menyiapkan ini itu untuk keperluan pesta. Apa lagi tamu tamu sudah mulai berdatangan membuat mereka sibuk memberikan minuman dan juga lainnya.


Rexha sendiri sangat sibuk di dapur, ia menyiapkan dessert untuk makanan penutup. Tapi ia tiba-tiba saja dipanggil oleh pemilik restoran, membuat ia menghentikan pekerjaannya sejenak.


"Permisi, Tuan memanggil saya?" ucap Rexha mengetuk pintu ruangan yang terbuka itu.


"Ya Rexha, masuklah dulu," sahut sang pemilik restoran meminta Rexha untuk masuk kedalam ruangan.


Rexha menurut saja meski saat ini ia begitu was-was. Karena biasanya jika dipanggil atasan akan menjadi masalah dan hal yang paling dihindari karyawan lainnya.


"Ada apa ya, Tuan?" tanya Rexha dengan wajah gugupnya.


"Begini, tadi ada permintaan khusus dari tamu yang akan datang sebagai investor di kota ini. Beliau meminta makanan untuk beliau diantarkan sekarang saja ke vila karena beliau tidak terlalu suka jika harus makan ditempat ramai," jelas pemilik restoran.


"Lalu, Tuan?" Rexha mengernyit tidak mengerti, bingung juga kenapa permintaan si investor ini sangat aneh dan terkesan belagu.


Padahal hanya tinggal makan, kenapa harus ribet?


"Ya, saya tugaskan kamu untuk melayani tamu ini Rexha. Beliau akan seminggu berada disini, dan selama seminggu itu juga beliau mau semua masakan yang akan dia makan adalah olahan sendiri. Saya rasa kamu cocok untuk mengerjakan tugas ini," ujar pemilik perusahaan lagi.


"Baiklah, tidak masalah, Tuan." Rexha menyetujui saja, toh ia juga sering mendapatkan job seperti itu jika ada tamu vila yang tidak begitu suka masakan restoran.


"Saya tahu kamu pasti terima, Rexha. Tenang saja, nanti kamu akan saya beri bonus khusus jika tamu ini suka dengan pelayananmu," ucap pemilik restoran lagi.


Rexha hanya mengangguk sebagai jawaban, ia lalu pergi meninggalkan ruangan itu dan menyiapkan semua makanan yang tadi sudah sempat disebutkan. Ia juga diberikan tulisan tentang apa saja yang tamu itu sukai, dan tidak disukai. Semuanya tertulis jelas di catatan itu.

__ADS_1


"Tidak suka kopi dan alergi cabai?"


Rexha cukup terkejut saat melihat tulisan itu, mengingatkannya pada Andra yang juga tidak suka kopi dan alergi cabai. Andra tidak akan memakan makanan itu jika ada sedikit saja cabai yang tercampur.


"Mungkin hanya kebetulan saja," gumam Rexha segera memasukan catatan itu ke dalam saku bajunya.


Setelah itu Rexha menyiapkan semuanya dan segera membawa makanan yang sudah siap ke vila yang berada di samping restoran tempatnya bekerja itu. Rexha sempat tersenyum miris, melihat banyak sekali tamu undangan yang datang, tapi sang bintang utama acara ini justru masih berdiam diri di kamarnya dan sekarang malah ingin makan.


"Orang kaya memang tidak pernah menghargai waktu," gerutu Rexha.


Tidak ingin ambil pusing, Rexha langsung saja membawa makanan itu ke vila, ia langsung masuk ke area ruang tengah yang bersatu dengan dapur. Rexha menata makanan-makanan itu dengan rapi agar nantinya tamu yang dinilai sombong itu langsung bisa makan.


Tak lama kemudian, terlihat seorang pria muda yang masuk. Dari tampilannya sangat keren dan wajahnya juga tampan. Rexha menganggap kalau itu adalah tamu sombong yang harus ia layani.


"Selamat pagi menjelang siang, Tuan. Makanan Anda sudah siap," ucap Rexha dengan suara ramahnya.


Rexha begitu terkejut melihat sosok Andra yang 4 bulan ini tidak ditemuinya. Ia langsung berjalan mundur dengan cepat, wajahnya pucat pasi saat kembali melihat pria itu. Jantungnya juga berdetak kencang, entah karena rasa takut atau perasaan yang lain.


Andra sedikit mengerutkan dahinya, tidak menyangka juga akan bertemu dengan wanita yang wajahnya sangat tidak asing berdiri disamping meja makan. Andra menyoroti wanita itu dengan matanya yang tajam.


Pranggggggg!


Suara gaduh itu membuat kontak mata keduanya terputus, karena rasa gugup yang luar biasa membuat Rexha malah tidak sengaja menjatuhkan gelas yang tadinya sudah ia tata di meja.


Andra berjalan mendekat, tapi dengan cepat Rexha memberikan gestur untuk jangan mendekatinya dengan mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


"Berhenti mendekatiku! Apa kamu tidak puas juga sudah membuat aku hidup dalam rasa takut selama 4 bulan? Aku sudah menjauhimu dan keluargamu, kenapa kamu masih ingin mengusikku juga? Tidak bisakah kamu berhenti menggangguku? Aku mohon ... lepaskan aku," ucap Rexha mengatupkan kedua tangannya, memohon kepada Andra dengan wajahnya yang sangat tertekan.


Selama 4 bulan ini, hidup Rexha sama sekali tidak mudah. Beberapa kali ia harus pindah tempat karena teror dari Andra yang mengejar-ngejar dirinya karena pria itu menganggap dirinya telah menjadi penyebab gugurnya anak yang dikandung Denada.


Rexha selalu saja ketakutan jika Andra akan menemukannya dan akan melukainya atau melukai Dara. Ia tidak mau sampai hal itu terjadi.


Andra mengerutkan dahinya lebih dalam, menatap Rexha dengan tatapan yang aneh. Ia kembali mendekati Rexha hingga tubuhnya sangat dekat dengan wanita itu.


"Apa yang kamu inginkan? Aku mohon, aku tidak akan menganggu kalian lagi. Tolong jangan memburuku lagi," kata Rexha menjauhkan Andra dari dekatnya, ia mendadak digelayuti perasaan yang sangat gugup karena bisa melihat kembali wajah pria ini.


Saat melihat wajah Andra, ia mengingat tentang anaknya yang baru saja pergi karena rasa lelah dan stress berlebihan. Hal itu menyulut emosi dalam diri Rexha sehingga ia memberanikan diri menatap mata Andra.


"Kenapa? Kenapa kamu datang lagi? Apa kamu masih ingin membunuhku? Kenapa kamu begitu ingin membunuhku?" ucap Rexha memandang Andra dengan tatapannya yang penuh luka.


Andra terdiam, ia memberikan gestur kepada asistennya untuk pergi meninggalkan mereka. Ia lalu mendekati Rexha, sangat terusik sekali dengan sorot mata Rexha yang begitu sendu itu. Dari sorot matanya saja Andra bisa merasakan kesedihan yang tersimpan didalamnya.


"Apa sekarang kamu ingin membunuhku?" tanya Rexha spontan begitu saja.


Rexha selalu ingat kata-kata Tom yang mengatakan jika Andra sedang memburunya karena ingin membunuhnya. Hal itu juga yang membuat Rexha begitu frustasi karena Andra benar-benar sudah meluapkannya. Kenapa Andra bisa sangat kejam padanya.


Karena sibuk melamun, Rexha tidak sadar jika Andra sudah berada sangat dekat dengannya, bahkan kini baju mereka sudah bersentuhan dan Rexha bisa merasakan hembusan napas Andra menerpa wajahnya.


"Apa lagi yang kamu inginkan?" lirih Rexha dengan mata yang menahan tangis, sedih sekali karena Andra tidak memandangnya penuh cinta seperti biasa.


"Aku tidak pernah ingin membunuhmu," ujar Andra datar saja.

__ADS_1


Happy Reading.


TBC.


__ADS_2