After 5 Years Apart

After 5 Years Apart
A5YA 40. Apa Kita Saling Mengenal?


__ADS_3

Rexha merasa dunianya langsung berhenti saat itu juga saat Dokter mengatakan kondisi putrinya yang sedang kritis. Dara banyak kehilangan darah terutama di bagian kepala. Bagian itu sangat fatal sekali dan harus segera mendapatkan donor segera, jika sampai terlambat nyawa Dara bisa dalam bahaya.


"Dokter, apakah tidak ada stok darah lagi? Di bank darah lain mungkin?" kata Rexha memegangi kepalanya yang mendadak sangat sakit karena masalah yang datang bertubi-tubi.


"Ada Nona, kami sedang mengusahakannya. Tapi jika dari keluarga bisa memberikan donor lebih cepat, itu sangat bagus untuk pasien," jelas dokter itu lagi.


Rexha menggelengkan kepalanya pelan, andai saja Andra ada disana, pasti pria itu langsung segera memberikan darahnya. Tapi sayang sekali, bayangan Andra pun tidak bisa ditemukannya.


'Andra, kamu dimana? Datanglah kemari, putrimu sedang membutuhkanmu.'


Yang dilakukan Rexha hanya menunggu operasi putrinya berjalan dengan perasaan tidak menentu. Tangisannya tidak ingin berhenti meski ia sudah berusaha keras menahan dirinya. Hati ibu mana yang tidak sakit melihat putrinya yang masih kecil harus kembali dioperasi, baru juga beberapa bulan yang lalu Rexha merasa bahagia putrinya sudah sembuh dari penyakit yang mematikan.


Namun, akhirnya Rexha bisa bernapas lega karena stok donor darah Dara masih tercukupi dan putrinya bisa diselamatkan meski masih kritis.


'Terima kasih, Tuhan, terima kasih sudah menyelamatkan putriku sekali lagi.'


Rexha tidak henti mengucap kata syukur dalam hatinya, baginya Dara kembali padanya saja sudah cukup meski dalam hati kecilnya masih sangat berharap jika suaminya akan kembali lagi.


"Rexha!"


Rexha menoleh saat mendengar suara orang memanggilnya, wajahnya langsung berubah kemarahan melihat Elmira yang datang bersama Aleen. Mau apa lagi wanita itu datang? Belum cukupkah membuat kondisi putrinya seperti ini?


"Bagaimana keadaan cucuku?" tanya Elmira tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Anda masih berani menunjukkan wajah Anda kesini, Nyonya Elmira? Apa belum cukup Anda membuat putriku hampir saja meregang nyawa?" Rexha membentak dengan suara tertahan, sadar saat ini masih ada di rumah sakit.


Elmira ingin menjawab tapi Aleen memberikan gestur untuk diam.

__ADS_1


"Mami tidak perlu mengatakan apapun karena mami yang paling bersalah disini. Rexha, niat kedatanganku kesini ingin memberitahu satu hal, tapi aku harap kamu tidak akan terkejut nanti," kata Aleen beberapa kali menghela napas panjang, bingung merangkai kata-kata untuk menjelaskan situasi yang benar-benar sangat kacau ini.


"Mengatakan apa?" tanya Rexha, ia memandang Aleen was-was, menebak apa yang akan dikatakan oleh kakak iparnya ini.


"Ini tentang Andra."


"Andra? Dia sudah ditemukan, kak? Dimana dia? Apakah dia sudah kembali? Dia masih hidup 'kan kak?" Rexha seperti mendapatkan oase di padang pasir begitu mendengar nama Andra. Saat ini ia benar-benar butuh pria itu ada disampingnya.


"Rexha, kamu tenang dulu. Andra memang masih hidup, tapi-"


"Andra masih hidup, kak? Syukurlah, dia akhirnya kembali. Aku yakin Andra tidak akan mengingkari janji untuk kedua kalinya, kak. Dia sudah berjanji akan pulang. Dimana dia? Dia pasti juga merindukan Dara, dia harus ketemu Dara, kak." Rexha tidak menunggu Aleen menyelesaikan ucapannya, ia benar-benar sudah sangat senang mendengar kalau suaminya masih hidup.


"Rexha, kamu dengar dulu." Aleen begitu kebingungan, ia melirik Elmira yang juga menunggu jawaban darinya, wanita itu juga masih belum tahu apa yang terjadi saat ini.


"Kenapa, kak? Dimana Andra? Aku harus menemuinya, kak," kata Rexha begitu tidak sabar.


"Aku akan ke sana sekarang."


Tanpa menunggu ucapan Aleen selanjutnya, Rexha segera berlalu pergi. Ia harus menemui Andra dan mengatakan tentang putri mereka. Rexha sangat yakin jika didukung oleh kedua orang tuanya, Dara akan segera pulih.


"Rexha, tunggu dulu!" teriak Aleen tapi tidak gubris sama sekali oleh wanita itu.


"Aleen, sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan? Kamu yakin Andra masih hidup? Bukannya pagi tadi kamu mengatakan kalau polisi sudah menghentikan pencarian?" tanya Elmira senang sekaligus bingung, ia senang putranya kembali lagi, tapi kenapa semuanya tiba-tiba seperti itu.


"Aku tidak tahu pastinya, tapi mas Tama baru saja mendapat kabar kalau Andra kembali lagi. Dia sedang di kantor bersama wanita Denada, aku yakin kalau semua ini pasti ada kaitannya dengan wanita licik itu," tukas Aleen begitu geramnya.


"Denada? Apa maksud kamu? Dia sudah berjanji pada mami kalau akan melupakan Andra waktu itu?" Elmira begitu syok nama Denada disebutkan, padahal beberapa waktu lalu ia dan Denada sempat bertemu dan wanita itu mengatakan akan mengikhlaskan Andra.

__ADS_1


"Kalau mami masih mempercayainya, sebaiknya kita buktikan saja sekarang," ketus Aleen langsung saja mengajak Elmira ke kantor, ia hanya mendapatkan info yang belum terlalu jelas, sekarang ia harus melihatnya sendiri apakah adiknya itu benar-benar masih hidup.


________


Rexha tergesa-gesa turun dari motor tukang ojek yang baru saja mengantarnya ke kantor Andra. Ia begitu tidak sabar ingin segera menemui pria itu dan mencurahkan segala rasa rindu dan resah yang selama ini menggerogoti tubuhnya. Ia juga harus mengatakan pada Andra tentang kondisi putrinya saat ini agar pria itu segera datang.


"Aku harus menemui Andra secepatnya, aku harus ..." ucapan Rexha menggantung tatkala melihat sosok pria gagah yang baru saja keluar dari lift.


Rexha menatap lekat-lekat sosok Andra yang berjalan dengan langkah tegasnya itu. Bibir Rexha otomatis terangkat mengulas senyum manis, tapi matanya tidak bisa berbohong dan menangis karena pertemuan ini.


"Andra ...." Rexha menyebut nama suaminya tanpa suara, ia segera berjalan cepat meski terkadang langkahnya goyah.


Rexha memandang Andra seolah ribuan tahun tidak bertemu, melihat keseluruhan diri Andra yang masih sehat seperti sedia kala. Begitu dekat dengan pria itu, Rexha memanggilnya meski dengan suara tercekat.


"Andra ... " panggil Rexha seraya berlari dan langsung memeluk pria itu segera, memeluknya sangat erat sekali hingga napasnya terasa sesak. "Andra, aku senang kamu kembali lagi, aku sangat merindukanmu." Tangis Rexha pecah di dalam pelukan Andra, ia memeluk Andra benar-benar erat sekali seolah tidak ingin terlepas. Semua rasa gundah dalam dirinya seolah langsung lenyap begitu saja begitu mencium kembali harum tubuh pria itu.


Namun, Rexha terkejut saat Andra mendorongnya dengan kasar hingga ia hampir aja terjatuh.


"Andra?" Rexha menandang Andra dengan tatapan kaget bercampur bingung.


Andra menatap Rexha dari atas sampai bawah, tatapannya sangat asing sekali. Bukan tatapan lembut yang penuh cinta seperti biasa, tapi tatapan Andra begitu dingin dan asing.


"Andra, aku senang kamu kembali. Aku yakin kamu tidak akan mengingkari janjimu 'kan? Aku sangat merindukanmu, Andra," ucap Rexha mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Andra, tidak perduli Andra menahannya sangat dingin seperti itu.


"Apa kita saling mengenal?"


Happy Reading.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2