After 5 Years Apart

After 5 Years Apart
A5YA 34. SAH.


__ADS_3

Setelah kata sah berkumandang, Andra dan Rexha akhirnya resmi menjadi suami istri. Mereka tidak henti mengulas senyum manis dibibir masing-masing. Sebuah buku pernikahan sudah dipegang ditangan masing-masing menjadi bukti bersatunya cinta mereka berdua.


Setelah melakukan sesi foto keluarga, Andra dan Rexha langsung berencana pulang. Mereka sudah membicarakan tempat tinggal dan Andra memutuskan Rexha tinggal dirumah sendiri meskipun Elmira bersikeras meminta mereka tinggal bersama.


"Kalian mau langsung pulang aja? Apa nggak sebaiknya kalian tinggal sama mami? Nanti biar mami yang jaga Dara kalau kalian tinggal," kata Elmira merasa belum puas bermain dengan cucunya yang menggemaskan itu.


"Iya langsung pulang aja, kapan-kapan saja kita main. Lagi pula rumah kita 'kan dekat, mi," sahut Andra yang memang membeli rumah di daerah tempat tinggal ibunya dan yang pasti dekat dengan jantung kota agar kemana-mana mudah.


"Jangan kapan-kapan, tapi sering-seringlah datang. Mami pasti bakalan kangen sama Dara," ucap Elmira lagi.


"Nenek tenang saja, kalau kangen 'kan bisa telepon," celetuk Dara menjawab enteng.


"Ya tapi 'kan tidak seperti datang langsung, Sayang." Elmira masih tidak rela rasanya.


"Kalau begitu mami saja yang sering main ke rumah Rexha. Sekarang biarkan mereka pulang, mami juga pulang, kita butuh istirahat apalagi pengantin baru," seloroh Aleen mengerling pada Andra.


Mendengar kata pengantin baru itu membuat wajah Rexha memerah. Mendadak ia gugup sendiri entah karena apa.


"Justru karena pengantin baru, mami mau ngajak Dara. Iya Sayang? Mau ya tinggal sama nenek?" Elmira ikut-ikutan meledek putranya.


"No! Aku mau tidur sama ayah sama ibu," tolak Dara malah menyandarkan kepalanya dibahu Andra.


"Hahaha, baiklah kalau begitu kita kembali sekarang saja. Terima kasih sudah datang ke acara pernikahanku, mami, kak Aleen," kata Andra lagi.


"Iya sama-sama Andra, semoga pernikahan kalian selalu bahagia dan Rexha cepet dapat momongan lagi," celetuk Elmira.


Andra dan Rexha hanya menanggapinya dengan senyuman, terlalu malu membahas hal yang terlalu intim seperti itu. Mereka semua akhirnya berpisah menggunakan mobilnya masing-masing.


"Dara kayaknya ngantuk banget, langsung tidur loh dia," ucap Rexha melirik Dara yang sudah tertidur di care seat belakang.


"Iya itu malah bagus, dia tahu banget kalau ayahnya mau skidipapappppppp," sahut Andra mengerling menggoda.


"Skidipapappppppp itu apa?" Rexha mengernyit bingung, merasa baru dengar bahasa itu.


"Mau tahu banget ya? Nanti aku praktekkan langsung deh," goda Andra menyusupkan tangannya untuk menggenggam tangan Rexha.

__ADS_1


"Praktekkan apa?" Rexha melotot, mulai paham akan ucapan Andra ke mana arahnya.


"Nggak apa-apa 'kan? Kita sudah menikah," ucap Andra membawa tangan Rexha ke bibirnya, menciumnya dengan penuh cinta.


"Terus?" Rexha melirik suaminya malas, berpura-pura tidak tahu karena ia sendiri gugup.


'Dasar Rexha! Ini bukan kali pertama kalian akan melakukannya!'


"Ayo lakukan apa yang biasanya pasangan lainnya lakukan," kata Andra lagi.


"Melakukan apa?" Rexha benar-benar seperti orang bodoh.


'Apakah memang seperti itu konsepnya? Kalau sudah cinta, logika saja rasanya tidak bekerja.'


Andra tidak menjawab, ia hanya tersenyum-senyum sampai mobil mereka sampai di depan rumah minimalis yang telah dibeli Andra untuk tempat tinggal baru mereka berdua. Keduanya lalu turun dan Andra segera menggendong Dara yang masih tertidur.


"Ini rumah kita?" tanya Rexha, merasa kagum dengan desain rumah baru yang dipilih Andra. Sangat simpel dan elegan, sebuah desain yang sangat Rexha sukai.


"Yap, ini rumah baru kita. Nyonya Dewanata, ayo kita masuk ke dalam," ucap Andra meraih tangan Rexha kembali dengan tangan satunya menggendong Dara.


"Cantik 'kan? Itu istri aku loh, ibu anak aku," bisik Andra tepat ditelinga Rexha.


Rexha tersenyum tipis, ia memukul pelan lengan Andra. "Sengaja banget nyiapin ini semua, mau buat aku tambah cinta?" cetus Rexha berpura-pura kesal.


"Hahaha, itu memang tugasku, Nyonya. Membuatmu terus mencintaiku," seloroh Andra.


"Gombal banget, udah buruan bawa Dara masuk kamar. Kasihan dia dari tidur gitu," kata Rexha mengalihkan pembicaraan ke hal lain.


"Siap, kamu ke kamar aja dulu. Ada dilantai dua," bisik Andra sebelum pria itu pergi mengantar putrinya ke kamar.


Rexha mengigit bibirnya, sial sekali ia merasa sangat gugup. Tapi ia juga tidak bisa menolak, toh mereka berdua sekarang sudah menikah. Rexha akhirnya pergi ke kamar yang dimaksud Andra, ternyata di lantai dua lebih indah dari dilantai bawah.


Saat Rexha masuk kedalam kamarnya, ia kembali kagum akan desainnya. Tapi ia tidak terlalu lama mengagumi keindahan desain kamar itu, Rexha langsung mandi karena tubuhnya cukup lengket, apa lagi ia sedang menggunakan gaun pengantin yang berat.


________

__ADS_1


Benar 'kan? Dengan mandi tubuh Rexha menjadi lebih segar. Ia keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk kimono seraya menggosok rambutnya yang masih setengah basah.


"Sudah selesai?"


Rexha tersentak saat mendengar suara Andra, ia semakin terkejut saat melihat Andra membuka kemejanya hingga pria itu bertelanjang dada.


"Ehm iya, kamu mandilah, mau aku siapin airnya?" tawar Rexha ingat jika saat ini tugasnya melayani Andra karena ia adalah istrinya.


"Nanti saja," sahut Andra, pria itu berjalan mendekati Rexha yang sudah segar sehabis mandi itu.


Rexha gugup, ia berusaha menghindar dengan berjalan ke meja rias dan mengeringkan rambutnya. "Baiklah, aku keringkan rambut dulu," kata Rexha mengambil alat pengering yang ada disana.


"Sini, biar aku bantu." Dengan cekatan Andra langsung meraih pengering itu dari tangan Rexha dan ia membantu mengeringkan rambut wanita itu.


Rexha mengigit bibirnya, sial sekali ia malah sangat gugup dengan tingkah Andra ini. Mengingatkannya saat dulu Andra juga sering mengeringkan rambutnya dan ia asyik menggoda pria itu.


"Kamu pantes jadi tukang salon," celetuk Rexha memandang Andra dari kaca di depannya.


"Nggak apa-apa kalau pelanggannya cantik gini," balas Andra dengan senyum tipisnya.


Rexha ikut tersenyum, ia tiba-tiba memutar tubuhnya hingga menatap Andra. "Mau lihat kang salon ganteng," kata Rexha balas menggoda pria itu.


"Hahaha, jangan menggodaku, Nyonya. Rambutmu belum kering," sahut Andra meminta Rexha untuk kembali menghadap depan.


Namun, Rexha malah terus sengaja menghadap belakang setiap kali Andra menyuruhnya menghadap ke depan membuat Andra gemas dan segera menarik pinggang Rexha lalu mengangkatnya di depan meja rias.


"Kamu ini benar-benar ya? Tadinya aku mau menunggu malam, tapi sepertinya aku menggagalkannya," bisik Andra membuka kaki Rexha perlahan lalu ia berdiri diantara kedua kaki wanita itu.


"Menggagalkan apa?" tanya Rexha, ia mendongak untuk menatap langsung wajah pria yang beberapa jam yang lalu sah menjadi suaminya itu.


Andra tersenyum, ia mendekatkan wajahnya lalu berbisik lembut di telinga wanita itu.


"Memilikimu seutuhnya."


Happy Reading.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2